Rusia Peringatkan Negara Eropa Tak Tampung Jet Nuklir Prancis

- Rusia memperingatkan negara Eropa agar tidak menampung pesawat pembom nuklir Prancis karena dianggap mengancam keamanan dan bisa menjadikan negara tersebut target serangan.
- Prancis dan Polandia menggelar latihan militer gabungan di wilayah timur NATO dengan simulasi pertahanan nuklir menggunakan pesawat tempur Rafale dan rudal JASSM-ER.
- Pemerintah Jerman memanggil Duta Besar Rusia untuk meminta klarifikasi atas ancaman terhadap perusahaan senjata Eropa yang diduga mendukung Ukraina.
Jakarta, IDN Times - Rusia memperingatkan negara-negara Eropa untuk tidak menampung pesawat pembom strategis kapasitas nuklir milik Prancis. Menampung pesawat Prancis tersebut berisiko negaranya menjadi target serangan Rusia.
“Menampung pesawat pembom nuklir Prancis tersebut adalah sebuah bagian dari peningkatan pengembangan nuklir NATO yang tidak terkontrol. Ini adalah sebuah ancaman bagi Rusia,” terang Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Gruhsko, dikutip dari TVP World, Jumat (24/4/2026).
Setahun lalu, Prancis sudah mengungkapkan rencana untuk memperluas perlindungan senjata nuklir di Eropa. Langkah ini setelah melihat kemungkinan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Eropa.
1. Sebut perlindungan ke negara Eropa justru melemah
Grushko mengatakan bahwa keberadaan pesawat pembom nuklir Prancis akan membuat Rusia waspada. Militer Rusia sudah mengawasi dengan dekat keberadaan pesawat tersebut untuk keamanan negaranya.
“Sebagai bagian dari pengiriman pesawat pembom Prancis ini, mereka justru tidak memperkuat pertahanan. Tidak ada jaminan keamanan dan mereka justru membuat keamanan negaranya melemah,” tuturnya.
2. Prancis dan Polandia adakan simulasi pertahanan nuklir
Pada saat yang sama, Prancis dan Polandia sudah mempersiapkan latihan militer gabungan di pertahanan timur NATO. Latihan simulasi pertahanan nuklir ini menggunakan pesawat pembom nuklir milik Prancis.
Dilansir United24, Angkatan Udara Prancis akan meningkatkan konsentrasi untuk melatih pantauan, identifikasi target, dan simulasi serangan menggunakan rudal JASSM-ER dari pesawat jet F-16. Sedangkan pesawat tempur Dassault Rafale akan digunakan untuk melatih pertahanan nuklir.
3. Jerman panggil Duta Besar Rusia soal target serangan perusahaan senjata
Pekan ini, Kementerian Luar Negeri Jerman sudah memanggil Duta Besar Rusia di Berlin untuk menjelaskan ancaman serangan ke perusahaan senjata di Eropa. Perusahaan tersebut diduga telah ikut menyuplai komponen persenjataan ke Ukraina.
“Ancaman ini adalah upaya merusak dukungan kami ke Ukraina dan menguji persatuan kami. Respons kami jelas bahwa kami tidak akan diintimidasi. Ancaman seperti ini dan segala bentuk spionase di Jerman tidak dapat diterima,” ungkapnya, dilansir dari The Moscow Times.


















