Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Rusia, Akira Muto, di Moskow pada Selasa (18/8/2026). Kehadiran Muto terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan kementeriannya telah memanggil Dubes tersebut.
Langkah ini menyusul protes pemerintah Jepang atas kunjungan Presiden Vladimir Putin ke salah satu dari empat pulau yang disengketakan kedua negara. Secara kolektif, pulau-pulau ini disebut Wilayah Utara oleh Jepang dan Kuril Selatan oleh Rusia.
Lavrov menyatakan bahwa pernyataan Tokyo telah melampaui batas kesopanan. Ia menilai Jepang tidak berhak menyatakan bahwa Presiden Rusia tidak dapat mengunjungi wilayah manapun yang berada di bawah kedaulatan Rusia.
Pemanggilan ini memicu ketegangan diplomatik baru antara kedua negara. Dilaporkan, sengketa memuncak usai Putin mengunjungi Pulau Etorofu, yang disebut Iturup oleh Rusia, pada 13 Agustus 2026. Dalam lawatan pertamanya ke pulau itu, Putin mengunjungi berbagai lokasi seperti pabrik pengolahan ikan dan bertemu dengan warga setempat. Tokyo merespons cepat dengan menegaskan bahwa kepulauan tersebut adalah bagian sah dari wilayah Jepang berdasarkan sejarah dan hukum internasional, dilansir Kyodo News.
