Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lithuania Mau Buka Pangkalan Militer untuk Operasi AS di Iran

Lithuania Mau Buka Pangkalan Militer untuk Operasi AS di Iran
ilustrasi bendera Lithuania (Unsplash/Alessandro Ricossa)
Intinya Sih
  • Lithuania menyatakan siap membantu operasi Amerika Serikat di Iran dengan membuka wilayah udara dan pangkalan militernya, menegaskan posisi negara itu dalam mendukung sekutu Barat.
  • Presiden Gitanas Nauseda menilai langkah AS terhadap Iran dipicu kegagalan negosiasi nuklir dan pelanggaran HAM, yang dianggap mengancam stabilitas Timur Tengah serta keamanan Eropa.
  • Pemerintah Lithuania juga membuka kemungkinan mengirim pasukan jika diminta, sambil tetap menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi Ukraina di tengah fokus baru ke Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Komandan Militer Lithuania, Raimundas Vaiksnoras mengatakan siap membantu Amerika Serikat (AS) dalam operasinya di Iran. Ia mengaku bersedia membuka wilayah udara dan pangkalan militer untuk AS. 

“Iran adalah bagian dari poros jahat dan sudah mendapat dukungan penuh dari Rusia. Alhasil, Iran sudah menjadi ancaman bagi kita semua di Barat dan dunia demokratik,” terangnya, dikutip dari LRT, Sabtu (7/3/2026).

Pada November 2025, Lithuania sudah meresmikan fasilitas militer baru untuk tentara AS. Negara Baltik itu berharap agar adanya fasilitas militer baru ini dapat membuat tentara AS betah dan bertahan di negaranya. 

1. Lithuania dapat berkontribusi selain militer

Vaiksnoras mengungkapkan bahwa Lithuania dapat berkontribusi tidak hanya di ranah militer. Kontribusi itu termasuk diplomatik, ekonomi, dan pemberian informasi penting untuk operasi AS di Iran. 

“Saya pikir bantuan ini tidak hanya militer, tapi juga dapat berupa diplomatik, ekonomi, dan informasi sesuai kebutuhan. Saya dapat mengatakan ini soal ini, tapi semua tergantung pada keputusan pemerintah dan pemimpin di Lithuania,” ungkapnya. 

Meskipun demikian, ia menyatakan serangan AS ke Iran ini dapat mengalihkan fokus dari Ukraina ke Timur Tengah. Menurutnya, seluruh rekan Barat harus tetap melanjutkan suplai sistem pertahanan udara ke Ukraina. 

2. Presiden Lithuania paham tujuan AS di Iran

Presiden Lithuania Gitanas Nauseda memahami tujuan dari AS untuk menyerang Iran. Menurutnya, serangan ini disebabkan kegagalan negosiasi menghentikan program nuklir dan aksi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Iran. 

Dilansir Delfi, Nauseda menyebut, tanpa adanya langkah preventif, Iran dapat mengembangkan senjata nuklir. Adanya senjata nuklir Iran akan berdampak pada keamanan di Timur Tengah dan Eropa. 

3. Lithuania bersedia kirim tentara untuk bantu AS

Kepala Penasehat Luar Negeri Presiden Lithuania, Asta Skaisgiryte mengatakan, Lithuania bersedia untuk menerjunkan tentara jika diperlukan di tengah konflik di Timur Tengah. Namun, ia mengaku belum ada permintaan penerjunan tentara. 

“Sejauh ini, kami belum menerima permintaan tersebut dan tentu saja, jika kami menerima permintaan tersebut, kami akan berpikir untuk membantu sekutu kami,” katanya, dikutip dari United24.

Menanggapi serangan AS dan Israel ke Iran, Skaisgiryte mengaku mendukung serangan tersebut. Menurutnya, konflik ini pecah akibat Iran gagal dalam menuruti permintaan AS untuk mengakhiri program nuklirnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More