Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Selasa (1/9/2026). Sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka setelah serpihan rudal menghantam sebuah rumah yang mengadakan pesta pernikahan di wilayah Sirik, provinsi Hormozgan.
"Menyusul serangan rudal AS, serpihan rudal menghantam sebuah rumah warga di kota Kuhestak, wilayah Sirik, provinsi Hormozgan, tempat sebuah perayaan pernikahan sedang berlangsung. Lebih dari 50 orang terluka dan empat orang, termasuk seorang anak kecil, gugur," tulis Bulan Sabit Merah di platform X.
Media Iran melaporkan bahwa serangan AS juga menghantam wilayah Chabahar dan Konarak serta sebuah bandara di Jiroft. Selain itu, ledakan juga terdengar di pulau Qeshm dan Bandar Abbas.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa rangkaian serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas upaya serangan baru-baru ini oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan personel AS yang ditempatkan di Timur Tengah. Melalui media sosialnya, Presiden AS, Donald Trump, juga mengancam akan menyerang Iran lebih keras lagi jika negara tersebut berani membalas.
Kapten Angkatan Laut AS, Tim Hawkins, yang berbicara mewakili Centcom, mengatakan bahwa pihaknya mengetahui soal laporan media pemerintah Iran mengenai serangan di Sirik.
"Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, berbeda dengan IRGC," katanya kepada BBC.
