Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pesan Penting bagi Awak Angkutan Pelopor Keselamatan Jakarta 2026

3 Pesan Penting bagi Awak Angkutan Pelopor Keselamatan Jakarta 2026
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengadakan PPembekalan Awak Angkutan Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026, Kamis, 27 Agustus 2026. (Ezri TS/IDN Times)
  • Dishub DKI Jakarta membekali awak angkutan pada 27 Agustus 2026 sebagai pelopor keselamatan, melalui diskusi interaktif tentang faktor berkendara, karakter pengguna jalan, dan budaya keselamatan.
  • Pengemudi diingatkan mengecek kondisi tubuh, menghindari berkendara saat lelah atau mengantuk, memakai sabuk keselamatan dengan benar, serta memperhatikan kecepatan, cuaca, jalan, pencahayaan, dan kendaraan.
  • Peserta didorong menjadi teladan keselamatan dengan memahami aturan, meningkatkan keterampilan dan etika, mengantisipasi risiko, serta memprioritaskan pencegahan kecelakaan daripada menentukan pihak yang benar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengadakan pembekalan di acara Awak Angkutan Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 pada Kamis, 27 Agustus 2026, yang merupakan rangkaian acara dari PELOPOR KITA. Kegiatan ini diikuti para awak angkutan yang dipersiapkan sebagai pelopor keselamatan di jalan.

Pembekalan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak menjawab pertanyaan dan membahas situasi yang sering ditemui saat berkendara.

Tiga narasumber menyampaikan materi dari sudut pandang berbeda. Arifin, ST., MMTr., dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat membahas faktor keselamatan dalam berkendara. Kompol Sri Indira Purnamawati, S.Sos., MM., M.Si., membahas karakter pengguna jalan berkeselamatan. Sementara Rio Octaviano dari Road Safety Association (RSA) Indonesia berbicara tentang budaya keselamatan dan pengemudi profesional.

  1. 1. Kenali kondisi diri sebelum berkendara

    IMG-20260828-WA0007.jpg
    Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengadakan Pembekalan Awak Angkutan Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. pada Kamis, 27 Agustus 2026. (Ezri TS/IDN)

    Arifin mengingatkan peserta bahwa kondisi pengemudi perlu menjadi perhatian sebelum perjalanan. Perlu diketahui, Rasa lelah dan kantuk dapat memengaruhi kemampuan seseorang ketika berada di jalan.

    Karena itu, pengemudi perlu memperhatikan kondisi tubuhnya sebelum mulai bekerja. Jika merasa tidak fit, keputusan untuk beristirahat menjadi bagian dari keselamatan.

    Ia juga mengingatkan peserta mengenai penggunaan perlengkapan keselamatan. Salah satunya sabuk keselamatan yang harus digunakan dengan benar.

    “Ini sabuk keselamatan gimana tuh? 3R, rata, rapat, reda. Tidak melintir, tidak longgar,” katanya.

    Selain kondisi pengemudi, Arifin turut membahas kecepatan, kondisi jalan, cuaca, pencahayaan, hingga kondisi kendaraan sebagai hal yang perlu diperhatikan saat berkendara.

    Di akhir pemaparannya, ia mengingatkan kembali posisi peserta sebagai pelopor keselamatan. “Bapak-Ibu adalah sebagai ujung pelopor keselamatan,” ujarnya.

  2. 2. Pelopor keselamatan harus jadi contoh

    IMG-20260828-WA0006.jpg
    Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengadakan Pembekalan Awak Angkutan Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. pada Kamis, 27 Agustus 2026. (Ezri TS/IDN)

    Kompol Sri Indira Purnamawati mengajak peserta melihat peran pelopor keselamatan secara lebih luas. Menurutnya, awak angkutan yang mengikuti pembekalan dapat mengambil peran sebagai pihak yang memberi contoh kepada pengguna jalan lainnya.

    Dalam sesi yang berlangsung interaktif, ia meminta peserta menyebutkan tujuan mereka mengikuti pembekalan. Jawabannya adalah menjadi pelopor keselamatan. Peserta kemudian diarahkan untuk melihat peran tersebut sebagai leader, influencer, conceptor, hingga role model.

    Sri Indira juga membahas lima pilar keselamatan dan pentingnya kesadaran pengguna jalan. Ia menilai berbagai aturan dan sistem keselamatan membutuhkan perilaku manusia yang mendukung penerapannya.

    Ia kemudian mengingatkan peserta bahwa tujuan keselamatan bukan sekadar mengejar prestasi. “Yang namanya juara itu pasti hanya ada satu. Tapi keselamatan itu untuk kita semua.”

  3. 3. Keselamatan bukan soal siapa yang benar

    IMG-20260828-WA0005.jpg
    Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengadakan Pembekalan Awak Angkutan Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. (Ezri TS/IDN)

    Rio Octaviano dari RSA Indonesia mengajak peserta melihat keselamatan jalan melalui tiga aspek, yakni Rules, Skills, and Attitude. Rules berkaitan dengan pemahaman terhadap aturan. Skills menyangkut kemampuan berkendara. Adapun Attitude berkaitan dengan etika di jalan.

    Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mengantisipasi risiko. Menurut Rio, pengemudi tidak seharusnya menunggu kondisi berbahaya menjadi darurat.

    Dalam situasi tertentu, pengemudi juga perlu memikirkan cara mencegah kecelakaan, bukan hanya menentukan pihak yang salah.

    “Jadi pesannya adalah keselamatan bukan tentang siapa yang benar. Keselamatan itu adalah tentang mencegah kecelakaan,” kata Rio.

    Ia juga membahas hubungan antara pelayanan dan keselamatan. Menurutnya, pelayanan tidak harus berarti mengejar waktu perjalanan.

    Bagi Rio, kebiasaan berkendara yang aman perlu terus dilakukan hingga menjadi budaya. Ia menutup pemaparannya dengan mengingatkan tanggung jawab pengemudi terhadap orang lain.

    Ke depan, pembekalan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para awak angkutan dalam menjalankan tugas sehari-hari di jalan. Tidak hanya memahami aturan dan teknik berkendara, tetapi juga membangun kebiasaan untuk mengambil keputusan yang mengutamakan keselamatan. Dengan begitu, peran sebagai awak angkutan pelopor keselamatan dapat diterapkan dalam aktivitas berkendara sehari-hari. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More