Presiden AS Donald Trump (Marc Nozell from Merrimack, New Hampshire, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dia tidak terburu-buru untuk memutuskan apakah akan melanjutkan aksi militer terhadap Iran. Dalam wawancara telepon dengan Axios pada Senin (2/11/2026), Trump berujar, "Bagaimanapun, kita akan melakukan sesuatu, tapi tidak ada ketergesaan. Kita melumpuhkan mereka secara finansial. Mereka tidak punya uang, tidak punya bensin, dan rakyat mereka sudah sangat lelah dengan hal itu."
Ketika ditanya pada Senin apakah dia mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan ke Iran setelah pemilu paruh waktu hari Selasa, Trump menjawab tidak. Namun, beberapa jam sebelum tempat pemungutan suara dibuka pada Selasa (3/11/2026), dia mengatakan kepada pembawa acara Fox News, Sean Hannity, bahwa AS mungkin masih harus menargetkan Gunung Pickaxe—yang dicurigai sebagai fasilitas nuklir bawah tanah di Iran tengah—meski dia menyebut aksi itu bukan masalah besar dan dapat selesai dalam satu jam.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan bahwa dia dan Trump optimistis dapat mengamankan kesepakatan setelah Teheran mengungkap adanya negosiasi tidak langsung dengan Washington. "Presiden dan saya sama-sama merasa cukup yakin mengenai prospek untuk mencapai penyelesaian yang dinegosiasikan," ujar Vance kepada para jurnalis.