China Mendorong Dialog dan Solusi Politik Konflik Timur Tengah

- China menggelar pertemuan dengan pejabat Iran dan Arab Saudi di Beijing, menyerukan dialog serta solusi politik untuk mengakhiri konflik Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari delapan bulan.
- Wang Yi mendukung kedaulatan Iran dan meminta semua pihak menahan diri dari kekuatan militer, sementara Teheran menegaskan tidak akan berkompromi soal keamanan dan keutuhan wilayah.
- Xi Jinping menerima Sultan Oman dan China akan mengirim utusan khusus ke Iran, Oman, serta Arab Saudi untuk mendorong perundingan damai dan meredakan ketegangan kawasan.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah China meningkatkan upaya diplomatik dengan menyerukan solusi politik dan dialog untuk menyelesaikan krisis Timur Tengah dalam serangkaian pertemuan di Beijing, Senin (2/11/2026). Menteri Luar Negeri China Wang Yi menggelar pembicaraan terpisah dengan pejabat tinggi dari Iran dan Arab Saudi guna mendesak para pihak kembali ke meja perundingan.
Langkah diplomatik Beijing ini berlangsung beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman perang baru dalam konflik yang telah berjalan lebih dari delapan bulan. Konflik berkepanjangan tersebut dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran hingga sempat meluas ke beberapa negara tetangga.
1. Pembicaraan Wang Yi bersama perwakilan Iran

Menteri Luar Negeri China Wang Yi (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons) Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Bagheri Kani dalam kunjungan yang sebelumnya tidak diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri China. Menurut laporan AFP, Beijing menyatakan dukungannya kepada Teheran dalam menjaga kedaulatan dan keamanannya sendiri.
Dilansir Anadolu Agency, Wang menegaskan bahwa dialog dan negosiasi merupakan satu-satunya cara untuk mengakhiri pertikaian. Dia meminta seluruh pihak menahan diri dari opsi militer. "Semua pihak harus bertindak secara bertanggung jawab terhadap rakyat dan sejarah mereka, bergerak menuju tujuan bersama dan berfokus pada solusi politik dengan semangat rasional dan pragmatis, daripada kembali menggunakan kekuatan militer," kata Wang.
Bagheri menegaskan bahwa Teheran tidak akan berkompromi dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan nasional, maupun keutuhan wilayahnya. "Iran tidak akan membuat kompromi apa pun dalam hal ini," tegas dia. Bagheri juga menyebut serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi negaranya beserta anggota keluarganya sebagai kejahatan perang yang tidak terlupakan.
2. Pertemuan dengan penasihat keamanan Arab Saudi

ilustrasi bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran) Pada hari yang sama, Wang mengadakan pertemuan terpisah dengan Penasihat Keamanan Nasional Arab Saudi Musaid Al Aiban. Pertemuan ini difokuskan pada penyelesaian perselisihan melalui dialog demi menjaga keamanan energi kawasan dan keselamatan jalur pelayaran internasional.
Wang memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah sekali lagi berada pada titik kritis antara perang dan perdamaian, meski perdamaian tetap bisa dicapai. Dia menyatakan kesiapan China untuk membantu kawasan tersebut keluar dari bayang-bayang pandemik dan memainkan peran konstruktif. Terkait tata keamanan baru, Wang menegaskan pandangan Beijing bahwa negara-negara di kawasan itulah yang harus mempromosikan pembentukan arsitektur keamanan regional melalui konsultasi.
Dalam pertemuan itu, Aiban turut menyerahkan surat dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman yang ditujukan kepada Presiden China Xi Jinping. Surat resmi tersebut memuat pembahasan tentang hubungan bilateral kedua negara serta isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
3. Kunjungan Sultan Oman dan rencana diplomasi ulang-alik

ilustrasi bendera Oman (unsplash.com/ahmed nasser) Presiden China Xi Jinping juga menerima kunjungan Sultan Oman Haitham bin Tariq di Beijing pada Senin (2/11/2026). Kunjungan ini merupakan lawatan pertama kepala negara Oman ke China sejak kedua negara secara resmi menjalin hubungan diplomatik.
Kantor berita pemerintah Xinhua melaporkan, Xi menegaskan bahwa kawasan Timur Tengah tidak boleh menjadi arena gulat bagi persaingan negara-negara besar dan konflik geopolitik. Dia menyatakan kesiapan Beijing untuk terus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengumumkan bahwa Beijing akan mengirim utusan khususnya untuk Timur Tengah pada akhir bulan ini. Utusan tersebut dijadwalkan mengunjungi Iran, Oman, dan Arab Saudi dalam rangkaian diplomasi ulang-alik untuk mempromosikan perundingan damai serta meredakan ketegangan.
















