Serangan di Tambang Peru Tewaskan Tiga Orang

- Dua orang telah ditangkap, 11 selongsong peluru ditemukan di lokasi serangan.
- Pertambangan informal kerap memicu konflik di Amerika Selatan, terutama ketika kelompok kriminal bersaing untuk menguasai wilayah tambang.
- Pataz merupakan wilayah penghasil emas utama di Peru.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dalam serangan terbaru terbaru di tambang emas Peru. Insiden kali ini terjadi di sebuah tambang informal di wilayah utara La Libertad, Pataz, pada Rabu (31/12/2025).
Dilansir dari The Straits Times, perusahaan pertambangan Poderosa mengatakan, personel keamanannya menuju lokasi kejadian usai mendengar suara tembakan. Mereka kemudian menemukan tiga orang tewas tertembak.
Perusahaan itu menyampaikan bahwa menurut keterangan polisi, tidak ada seorang pun yang diculik atau hilang. Hal ini bertentangan dengan pernyataan Walikota Pataz, Aldo Marino, sebelumnya yang menyebut tujuh orang hilang.
1. Dua orang telah ditangkap
Jaksa setempat mengatakan, sedikitnya 11 selongsong peluru ditemukan di lokasi serangan. Polisi juga telah menangkap dua orang, dan penyelidikan sedang dilakukan.
Pertambangan informal kerap menjadi pemicu konflik di Amerika Selatan, terutama ketika kelompok kriminal bersaing untuk menguasai wilayah tambang. Sedikitnya 13 penambang juga tewas di wilayah yang sama pada Mei lalu. Insiden itu memicu tanggapan keras dari pemerintah setempat, termasuk penghentian kegiatan tambang selama 30 hari dan penerapan jam malam.
2. Penambang ilegal kerap beraksi di Pataz
Pataz merupakan wilayah penghasil emas utama di Peru. Sebagian besar produksi emas dihasilkan oleh tambang rakyat skala kecil atau tambang informal yang beroperasi dengan izin sementara dari pemerintah atau yang dikenal sebagai REINFO.
Sayangnya, ribuan izin tersebut kerap disalahgunakan oleh penambang ilegal. Menurut kepolisian dan sumber industri, para penambang ilegal sering mencuri hasil produksi milik penambang lain dengan bekerja sama dengan kelompok kriminal.
3. Sekitar 40 persen emas Peru diperkirakan berasal dari kegiatan produksi ilegal.
Pada Desember 2025, pemerintah Peru memperpanjang izin REINFO selama satu tahun, yang merupakan perpanjangan kelima dalam satu dekade terakhir. Pada Juli, pemerintah mengeluarkan lebih dari 50 ribu penambang skala kecil dari skema tersebut dan menyisakan sekitar 30 ribu penambang untuk proses formalisasi.
Dikutip dari Al Jazeera, Peru mengekspor emas senilai 15,5 miliar dolar AS (sekitar Rp259 triliun) pada 2024, naik dari 11 miliar dolar AS (sekitar Rp183 triliun) pada tahun sebelumnya. Otoritas pengawas keuangan negara itu memperkirakan sekitar 40 persen emas Peru berasal dari aktivitas ilegal.


















