Jakarta, IDN Times - Agresi militer Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran turut berdampak ke jutaan warga Indonesia yang bekerja sebagai pekerja migran yang sedang mengais rezeki di sana. Mereka tersebar di delapan negara yang memiliki pangkalan militer AS dan dijadikan sasaran oleh Iran.
Itu sebabnya organisasi Migrant CARE mengatakan pekerja migran juga berada dalam situasi penuh ancaman dan ketidakpastian. "Kondisi yang tidak menentu, kedekatan dengan titik-titik konflik serta keterbatasan akses informasi dan perlindungan membuat para pekerja migran hidup dalam kecemasan serta rasa tak aman," ujar Direktur eksekutif Migrant CARE, Wahyu Susilo di dalam keterangan pada Senin (2/3/2026).
"Negara tak boleh abai terhadap keselamatan warganya di tengah situasi perang. Pemerintah Indonesia harus segera memastikan kondisi pekerja migran Indonesia di Timteng," imbuhnya.
Caranya dengan membuka kanal informasi dan pengaduan di wilayah-wilayah terdampak. Pemerintah, kata Wahyu, juga jarus memberikan pembaruan informasi dan situasi secara berkala.
"Bila dibutuhkan langkah-langkah dan rencana kontijensi sudah seharusnya disiapkan demi keselamatan mereka," tutur dia.
