Jakarta, IDN Times - Lebih dari 30 orang tewas dalam beberapa hari terakhir akibat serangan pemberontak di sekitar kota Beni, yang menjadi salah satu pusat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC). Serangan itu turut memperhambat upaya penanganan penyakit tersebut.
Dilansir dari The Guardian, sedikitnya 10 orang dibantai di desa Matété, Mamuli, dan Kitoho pada Rabu (3/6/2026) dini hari. Kelompok Allied Democratic Forces (ADF), yang berafiliasi dengan ISIS, dituduh bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Untuk sementara, kami mencatat sekitar 10 korban tewas. Sepeda motor dan rumah-rumah dibakar oleh pemberontak ADF. Mereka juga menculik warga sipil, tapi jumlahnya hingga kini belum diketahui," kata Isaac Kavalami, pemimpin komunitas setempat.
Sebelumnya, pada Sabtu (30/5/2026), pasukan ADF juga menembaki dan memenggal warga di Beni. Saksi mata mengatakan, lebih dari 20 pria, perempuan dan anak-anak tewas, sementara puluhan lainnya hilang.
