Sisa Senjata Kimia Rezim Assad Ditemukan, 18 Pejabat Suriah Ditahan

- Pemerintah transisi Suriah menemukan sisa program senjata kimia rahasia milik rezim Assad, termasuk bahan pembuat gas sarin dan amunisi yang disita di wilayah pesisir utara serta tengah.
- Otoritas menahan 18 mantan pejabat rezim Assad, terdiri dari eks perwira tinggi dan ahli teknis, yang diduga terlibat dalam pengembangan senjata kimia selama masa pemerintahan sebelumnya.
- Penemuan ini menjadi bagian dari upaya Suriah mematuhi Konvensi Senjata Kimia dan menghapus jejak penggunaan gas sarin yang pernah menewaskan ribuan warga sipil pada perang saudara.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah transisi Suriah berhasil menemukan sisa program senjata kimia rahasia milik mantan Presiden Bashar al-Assad. Temuan ini mencakup berbagai bahan mentah dan amunisi yang mirip dengan senjata pada era perang saudara.
Tim ahli mendeteksi bahan pembuat gas saraf sarin di beberapa lokasi tak terdaftar di wilayah pesisir utara dan tengah. Otoritas setempat bekerja sama dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk mengamankan seluruh temuan tersebut.
1. Lebih dari seratus amunisi dan bahan pembuat sarin disita

Pasukan keamanan Suriah mengamankan lebih dari 70 roket dan bom udara dari operasi pencarian gabungan ini. Sebanyak 54 bom udara di antaranya memiliki kesamaan dengan senjata yang dipakai pada serangan Latamneh pada 2017.
Petugas juga menyita 25 amunisi darat-ke-darat yang identik dengan senjata pada tragedi Ghouta Timur tahun 2013. Selain amunisi, mereka menemukan peralatan pencampur bahan kimia yang disembunyikan di tiga lokasi berbeda.
Bahan baku penting seperti hexamine turut ditemukan oleh tim spesialis material berbahaya dalam pencarian ini. Senyawa tersebut merupakan zat penstabil khusus yang sering digunakan pasukan Assad untuk memproduksi gas sarin.
Seluruh amunisi dan zat kimia tersebut dipindahkan secara hati-hati ke fasilitas khusus penyimpanan material berbahaya. Tim inspeksi dari Sekretariat Teknis OPCW dilaporkat terlibat dalam proses verifikasi temuan tersebut.
2. Belasan mantan pejabat rezim Assad ditahan

Otoritas Suriah telah menahan 18 orang tersangka yang diduga terlibat dalam program senjata kimia Assad. Para tahanan ini merupakan figur penting yang mencakup mantan pejabat tinggi militer, tokoh politik, hingga ahli teknis.
Beberapa tersangka yang ditangkap diketahui pernah menjabat sebagai jenderal mayor saat rezim Assad masih berkuasa. Setidaknya empat orang dari kelompok tersebut sudah masuk dalam daftar sanksi Eropa, Inggris, maupun Amerika Serikat (AS). Pemerintah Suriah masih merahasiakan identitas lengkap para tersangka karena proses penyelidikan internal masih berjalan.
"Ini adalah pertama kalinya amunisi semacam itu bisa diamankan sebelum digunakan untuk kejahatan terhadap rakyat Suriah," ujar Mohamad Katoub, Perwakilan Tetap Suriah untuk OPCW, dilansir The New Arab pada Selasa (26/5/2026).
3. Jejak mematikan senjata kimia dalam perang saudara Suriah

Penemuan ini merupakan buah dari rencana pemusnahan senjata kimia yang didukung oleh AS sejak Maret lalu. Suriah sedang berupaya mematuhi Konvensi Senjata Kimia demi membersihkan masa lalunya dari bayang-bayang rezim Assad.
Pasukan Assad sebelumnya pernah menjatuhkan gas sarin dalam serangan brutal di pinggiran Damaskus, Ghouta, pada Agustus 2013. Tragedi mematikan di wilayah padat penduduk tersebut merenggut nyawa lebih dari 1.300 warga sipil. Penggunaan zat beracun juga terulang dalam insiden mengerikan lain seperti di Al-Lataminah pada Maret 2017.
"Meskipun terdapat kerahasiaan, bahaya, dan tantangan keamanan yang sangat besar, hari ini kami mewujudkannya untuk rakyat Suriah dan dunia," tutur Katoub, dilansir The National.



















