Jakarta, IDN Times - Tingkat kepuasan publik terhadap Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, turun drastis pada Senin (21/7/2026). Penurunan ini dipicu oleh keputusan kabinet yang memprioritaskan pembahasan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) kontroversial di parlemen.
Langkah politik tersebut dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil. Momen ini sekaligus menandai berakhirnya masa awal yang tenang bagi kabinet perempuan pertama di Jepang tersebut.
