Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Mau Sita Rumah Warga di Meksiko buat Bangun Tembok Perbatasan

Trump Mau Sita Rumah Warga di Meksiko buat Bangun Tembok Perbatasan
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya Sih
  • Donald Trump dilaporkan akan menyita rumah warga di Meksiko untuk membangun tembok perbatasan sebagai langkah mencegah imigran gelap masuk ke Amerika Serikat.
  • Salah satu warga, Nayda Alvarez, menerima surat dari otoritas AS yang memintanya memilih antara menjual atau menyerahkan lahannya, dengan ancaman penggusuran paksa jika menolak.
  • Kebijakan ini merupakan bagian dari janji Trump sejak kembali menjabat Presiden AS pada 2025 untuk memperketat penjagaan di sepanjang perbatasan Sungai Rio Grande.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan akan menyita rumah-rumah warga di Meksiko untuk membangun tembok perbatasan antara kedua negara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya Trump untuk mencegah imigran gelap dari negara-negara Amerika Utara, termasuk Meksiko, datang ke AS.

Penyitaan ini terjadi kepada Nayda Alvarez, salah satu warga yang tinggal di Kota La Rosita, sebuah kota di Meksiko yang berbatasan langsung dengan AS. Perempuan berusia 54 tahun itu mengatakan, dirinya diberi waktu selama lima hari untuk meninggalkan rumahnya yang ada di wilayah tersebut. 

Jika menolak, maka pihak berwenang AS akan menyita dan menggusur paksa rumah Alvarez. Sebab, AS akan membangun tembok perbatasan AS dan Meksiko tepat di halaman belakang rumahnya. “Tembok itu akan berada di halaman belakang,” kata Alvarez, seperti dilansir The Strait Times.

1. Alvarez diberi pilihan oleh pihak berwenang AS soal rumahnya

Ilustrasi pilihan.
ilustrasi pilihan (pexels.com/cottonbro studio)

Alvarez mengatakan, ia diberi pilihan oleh pihak berwenang AS soal rumahnya. Pilihan tersebut ada di dalam surat peringatan yang dikirim AS kepada dirinya pada 13 Februari 2026 lalu. 

Dalam surat tersebut, ada dua opsi yang diberikan, yakni AS membangun tembok perbatasan di halaman belakang rumah Alvarez atau Alvarez menjual halaman belakang rumahnya ke AS untuk dibangun tembok perbatasan. Alvarez diminta untuk memilih salah satu opsi dalam waktu yang telah ditentukan.

Jika Alvarez menolak dua opsi tersebut, maka AS akan menyita dan menggusur rumahnya secara paksa. Setelah itu, Alvarez akan diberi uang kompensasi sebagai imbalan karena rumahnya sudah digusur untuk dibangun tembok perbatasan. 

2. Waktu yang diberikan AS sebetulnya sudah berakhir

Jam berada di atas meja.
ilustrasi batas waktu (pexels.com/Aphiwat chuangchoem)

Waktu yang diberikan AS kepada Alvarez untuk mempertimbangkan opsi-opsi tadi sebetulnya sudah berakhir. Sebab, ia seharusnya sudah menentukan pilihan terkait rumahnya pada 18 Februari 2026 lalu. 

Hingga saat ini, Alvarez belum menentukan pilihan terkait nasib rumahnya. Oleh karena itu, pihak berwenang AS kemungkinan bakal menyita dan menggusur rumah Alvarez agar segera bisa dibangun tembok perbatasan antara AS dan Meksiko.

“Anda harus patuh, bernegosiasi, atau mereka akan mengambilnya kembali,” bunyi surat peringatan dari Pemerintah AS yang diberikan kepada Alvarez. 

3. Trump ingin memperketat perbatasan AS dan Meksiko sejak kembali jadi Presiden AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang dikerumuni orang.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/U.S. Air Force photo by Senior Airman Donald Hudson)

Sejak menjabat lagi sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Trump memang berjanji untuk memperketat penjagaan di perbatasan antara negaranya dengan Meksiko. Sebab, wilayah tersebut sering menjadi jalur imigran gelap untuk pindah ke AS.

Pada 2026 ini, Trump akan memperketat wilayah perbatasan AS dan Meksiko di sepanjang Sungai Rio Grande. Sungai Rio Grande sendiri merupakan perbatasan alami antara AS dan Meksiko. Di wilayah tersebut, ada beberapa rumah warga, tempat parkir, trek jogging, dan trek sepeda.

Namun, wilayah tersebut tidak dilengkapi tembok pembatas. Oleh karena itu, Trump dikabarkan akan membangun tembok-tembok pembatas antara AS dan Meksiko di sepanjang wilayah tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More