Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menerima kunjungan Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi, di Gedung Putih pada Selasa (14/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk memperdalam kerja sama ekonomi, khususnya di sektor energi, serta meningkatkan produksi minyak Irak.
Dilansir Al Jazeera, kunjungan al-Zaidi dilakukan setelah Trump secara terbuka mendukung politisi independen berlatar belakang pebisnis itu dalam pemilu Irak. Trump menentang mantan Perdana Menteri Nouri al-Maliki yang selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan Iran. Al-Maliki mengundurkan diri dari pencalonannya pada bulan April.
Baghdad mengatakan bahwa sejumlah perjanjian di bidang minyak dan gas diperkirakan akan ditandatangani selama kunjungan tersebut.
