Turki Bongkar Jaringan Spionase Iran, 6 Orang Ditahan

- Enam tersangka mata-mata Iran ditangkap di lima Provinsi Turki
- Operasi penggerebekan dilakukan di lima provinsi, termasuk Istanbul dan Ankara
- Tersangka diduga mengumpulkan informasi sensitif terkait instalasi militer Turki
Jakarta, IDN Times - Otoritas Turki pada Rabu (28/1/2026), menangkap enam orang, termasuk seorang warga negara Iran, atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan mata-mata politik dan militer untuk kepentingan Iran. Penangkapan dilakukan melalui serangkaian penggerebekan yang terkoordinasi di lima provinsi.
Menurut laporan otoritas keamanan, keenam tersangka ditahan setelah hasil penyelidikan bersama antara kejaksaan Istanbul, kepolisian antiterorisme, dan badan intelijen nasional Turki (MIT). Operasi ini menargetkan jaringan spionase yang diduga terlibat dalam pengumpulan data sensitif terkait individu dan lembaga strategis di dalam negeri.
1. Enam tersangka mata-mata Iran ditangkap di lima Provinsi Turki
Operasi penggerebekan terhadap dugaan jaringan mata-mata Iran dilakukan secara serentak di lima provinsi, yakni Istanbul, Van, Samsun, Yalova, dan Ankara. Penyelidikan awal mengungkap bahwa para tersangka diduga memiliki kontak langsung dengan perwira intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC).
Kelompok tersebut dituduh mengumpulkan informasi sensitif mengenai instalasi militer Turki, termasuk Pangkalan Udara Incirlik di Adana yang merupakan fasilitas penting dalam operasi NATO. Mereka juga diduga melakukan pengintaian di area sekitar pangkalan tersebut serta di beberapa lokasi strategis lain, baik di Turki maupun di negara ketiga.
2. Jaringan mata-mata diduga bantu IRGC kirim drone dan kumpulkan intelijen di Turki
Enam tersangka yang ditangkap, terdiri dari satu warga negara Iran dan lima warga Turki, diduga memberikan dukungan logistik kepada IRGC. Mereka dituduh mengirimkan informasi intelijen dan logistik langsung kepada perwira pengendali (handler) IRGC.
Kelompok tersebut juga terlibat dalam pengiriman kendaraan udara tak berawak atau drone melalui wilayah Turki untuk digunakan di negara lain, serta melakukan pengintaian terhadap Pangkalan Udara Incirlik di Adana, yang menjadi salah satu fasilitas utama pasukan Amerika Serikat dan NATO di kawasan.
“Otoritas menyatakan kelompok tersebut melakukan pengintaian dan pengawasan menargetkan Incirlik, terlibat penyelundupan kendaraan udara tak berawak melalui Turki untuk digunakan melawan negara ketiga, serta mengirimkan intelijen yang dikumpulkan langsung ke handler IRGC,” ujar seorang pejabat Turki, dikutip TRT World.
3. Pengadilan perintahkan penahanan tersangka atas tuduhan spionase
Penangkapan enam tersangka mata-mata, termasuk satu warga Iran, dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat kekhawatiran akan kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Hasil investigasi mengonfirmasi bahwa para tersangka memiliki kontak langsung dengan divisi intelijen IRGC. Setelah melalui proses hukum di Istanbul, seluruh tersangka diperintahkan untuk ditahan oleh pengadilan atas tuduhan memperoleh informasi rahasia negara dengan tujuan spionase.
![[QUIZ] Tes Pengetahuanmu, Coba Tebak Nama Menteri Prabowo](https://image.idntimes.com/post/20250530/antarafoto-sidang-kabinet-paripurna-1748585339-e0573784e170be37b04f9c73bfb4a55a.jpg)





![[QUIZ] Tes Pengetahuan Kamu tentang ASEAN, Seberapa Cerdas Dirimu?](https://image.idntimes.com/post/20231003/negara-pendiri-asean-4c7c8478aa9fd52d4154c9fb365a796e-30f1da93e386b868a59e7b38885d334a.png)






![[QUIZ] Coba Tebak Icon ASEAN Masing-Masing Negara, Bisa Jawab Semua?](https://image.idntimes.com/post/20250530/pexels-utkarsh-malviya-2148004873-30559339-11zon-15a69b01740a401f3d954b0f22cf4499.jpg)





