Ilustrasi Bendera Uni Eropa. (unsplash.com/Christian_Lue)
Dorongan untuk mempererat hubungan muncul saat Kanada dan UE berupaya memosisikan diri di tengah ketidakpastian geopolitik. Pemerintah Kanada tengah berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi pada Amerika Serikat (AS) akibat perang dagang dan kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Sebelumnya, Trump menyebut tawaran status anggota asosiasi UE untuk Kanada sebagai hal konyol dan mengancam akan menghentikan perdagangan dengan Eropa.
Draf pernyataan bersama UE-Kanada memuat komitmen untuk memperkuat lingkungan perdagangan yang terprediksi, memperdalam kolaborasi di kawasan Arktik, serta menangkal manipulasi informasi asing. Kedua pihak juga sepakat melanjutkan dukungan bagi Ukraina, memperkuat keamanan energi, membangun rantai pasok mineral kritis, dan memajukan keamanan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, Carney berencana mengurangi ketergantungan pada jaringan satelit Starlink milik Elon Musk serta menjajaki keikutsertaan dalam program pertukaran pelajar Eropa, Erasmus Plus.
"Samudra memisahkan Eropa dan Kanada, tetapi kita tidak pernah merasa sedekat ini. Montreal, kita akan segera menulis babak baru dalam sejarah bersama kita," tulis Von der Leyen di media sosial, dilansir CBC News.
Kanada juga menawarkan pasokan gas alam cair (LNG) dan hidrogen berskala besar guna menopang keamanan energi Eropa. Laporan riset TD Economics menyebutkan penghapusan hambatan di sektor pertahanan, energi, mineral kritis, dan pasar digital berpotensi menambah nilai perdagangan kedua pihak hingga puluhan miliar dolar. Saat ini, UE tercatat sebagai mitra dagang terbesar kedua bagi Kanada melalui perjanjian ekonomi dan perdagangan komprehensif yang telah disepakati lebih dari satu dekade lalu.