Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Usai Bandara, Houthi Serang 2 Kapal Tanker Minyak Milik Arab Saudi
Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab)
  • Houthi mengklaim menyerang tanker minyak Saudi Wafa di Laut Merah utara dan Daisy di Teluk Aden pada 5 Agustus 2026, memakai rudal balistik.
  • Sehari sebelumnya, Houthi menyerang Bandara Najran di Arab Saudi sebagai balasan atas dugaan masuknya drone Saudi ke Saada dan Hajjah, Yaman utara.
  • Sejak blokade maritim 20 Juli, Houthi telah menyerang sembilan tanker Saudi dan menyatakan akan meningkatkan penargetan di Laut Merah utara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Houthi mengklaim telah menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi yang sedang berlayar di Laut Merah dan Teluk Aden pada Rabu (5/8/2026). Ini merupakan kapal tanker ke-8 dan ke-9 milik Arab Saudi yang diserang Houthi sejak mereka menerapkan blokade maritim di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb kepada Riyadh pada 20 Juli lalu. 

"Kami berhasil menargetkan kapal tanker minyak Arab Saudi bernama Wafa di Laut Merah bagian utara, di lepas Pantai Yanbu, Arab Saudi, dengan sejumlah rudal balistik. Kami juga berhasil menargetkan kapal tanker minyak Arab Saudi bernama Daisy di Teluk Aden dengan rudal balistik," kata Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, dalam pesan video, seperti dikutip The New Arab

1. Houthi juga menyerang Bandara Najran di Arab Saudi

ilustrasi bandara (pexels.com/Tanathip Rattanatum)

Sehari sebelumnya, Selasa (4/8/2026), Houthi juga menyerang Bandara Najran yang ada di selatan Arab Saudi. Serangan ini membuat aktivitas pelayanan dan penerbangan di bandara kecil yang terletak di perbatasan Arab Saudi dan Yaman tersebut menjadi terganggu.

Saree menjelaskan, serangan ke Bandara Najran dilakukan sebagai balasan karena drone Arab Saudi sebelumnya telah memasuki Negara Bagian Saada dan Hajjah yang ada di Yaman utara. Ia menambahkan, Houthi tidak akan membiarkan pelanggaran apa pun yang dilakukan terhadap wilayah udara Yaman.

2. Konflik Houthi dan Arab Saudi makin panas

potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)

Semua serangan ini membuat konflik antara Houthi dan Arab Saudi semakin memanas. Konflik kedua negara juga berpotensi membuat situasi geopolitik di Timur Tengah makin kacau. Terlebih, perang yang terjadi antara AS dan Iran serta Israel dan Lebanon di kawasan tersebut juga belum sepenuhnya usai. 

Konflik antara Houthi dan Arab Saudi sendiri mulai memanas pada 22 Juli lalu. Kala itu, milisi asal Yaman tersebut menyerang kapal tanker milik Riyadh yang melintas di Selat Bab el-Mandeb karena melanggar blokade yang sedang diberlakukan di perairan tersebut. Arab Saudi pun membalas dengan melakukan serangan terhadap situs militer Houthi yang ada di Hodeidah, Yaman, pada 24 Juli.

3. Houthi bakal terus menyerang kapal tanker Arab Saudi

Dua kapal tanker minyak sedang berlayar di Laut. (pexels.com/Edu Raw)

Alih-alih menghentikan serangan agar konflik mereda, Houthi mengatakan akan tetap menyerang kapal tanker Arab Saudi yang berlayar di Laut Merah. Saree mengatakan, Houthi juga sudah mendesak Arab Saudi untuk meminta semua kapal tankernya menuju ke Laut Merah utara. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah Houthi meningkatkan serangan ke semua kapal tanker Arab Saudi. 

“Kami telah mendorong Arab Saudi untuk mengalihkan kapal tanker minyaknya ke arah Laut Merah bagian utara. Jadi, kami sekarang akan meningkatkan penargetan terhadap kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah utara untuk menutup semua titik akses dan mencegah pelayaran mereka," jelas Saree.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article