Jakarta, IDN Times - Otoritas perbatasan Inggris melarang akademisi lingkungan asal Swedia, Andreas Malm, memasuki wilayah mereka pada Jumat (30/10/2026). Akibat penolakan tersebut, pengajar di Universitas Lund ini dipastikan batal menghadiri sejumlah agenda diskusi publik di London.
Keputusan pemerintah Inggris ini langsung menuai sorotan luas dari kalangan akademisi dan pegiat kebebasan berekspresi internasional. Langkah tersebut dinilai memperketat aturan keimigrasian sekaligus mempersempit ruang kebebasan berpendapat bagi para peneliti di kancah global.
