Jakarta, IDN Times - Penyebaran infeksi bakteri berbahaya kembali menyita perhatian publik di Britania Raya setelah lebih dari 200 orang dilaporkan jatuh sakit dan satu pasien dinyatakan meninggal dunia. Otoritas kesehatan setempat menemukan indikasi kuat bahwa lonjakan kasus yang terdeteksi sepanjang kurun Agustus 2025 hingga Agustus 2026 ini dipicu oleh konsumsi produk pangan terkontaminasi.
Badan Keamanan Kesehatan Britania Raya (UKHSA) melancarkan investigasi mendalam bersama lembaga keamanan pangan nasional untuk mengusut rantai pasokan bahan makanan yang menjadi biang keladi wabah. Penyelidikan awal mengarah pada penggunaan telur impor di sejumlah tempat makan komersial sebagai sumber penularan utama yang meresahkan warga.
