Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wabah Salmonella di Britania Raya, Telur Impor Diduga Pemicunya
ilustrasi telur (pexels.com/Klaus Nielsen)
  • Wabah Salmonella di Britania Raya mencatat 207 kasus, dengan sekitar 38 persen pasien dirawat di rumah sakit dan satu kematian dilaporkan terkait infeksi.
  • Penyelidikan UKHSA menemukan seluruh pasien terinfeksi galur Salmonella Enteritidis identik; konsumsi telur impor di kafe dan restoran diduga menjadi sumber utama.
  • UKHSA, FSA, dan otoritas terkait memperketat pengawasan pasokan pangan serta mengimbau masyarakat mencuci tangan dan memasak makanan hingga matang sempurna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Penyebaran infeksi bakteri berbahaya kembali menyita perhatian publik di Britania Raya setelah lebih dari 200 orang dilaporkan jatuh sakit dan satu pasien dinyatakan meninggal dunia. Otoritas kesehatan setempat menemukan indikasi kuat bahwa lonjakan kasus yang terdeteksi sepanjang kurun Agustus 2025 hingga Agustus 2026 ini dipicu oleh konsumsi produk pangan terkontaminasi.

Badan Keamanan Kesehatan Britania Raya (UKHSA) melancarkan investigasi mendalam bersama lembaga keamanan pangan nasional untuk mengusut rantai pasokan bahan makanan yang menjadi biang keladi wabah. Penyelidikan awal mengarah pada penggunaan telur impor di sejumlah tempat makan komersial sebagai sumber penularan utama yang meresahkan warga.

1. Ratusan warga terinfeksi dan puluhan orang harus dirawat di rumah sakit

ilustrasi korban infeksi Salmonella (pexels.com/Ivan S)

Laporan kesehatan publik mencatat sedikitnya 207 kasus terkonfirmasi telah ditemukan di wilayah Inggris, Skotlandia, Wales, hingga Irlandia Utara. Kasus terbanyak teridentifikasi di Inggris dengan 199 penderita, disusul Skotlandia dengan enam penderita, serta Wales dan Irlandia Utara masing-masing satu penderita. Sebagian besar kasus ini baru terdeteksi sepanjang tahun 2026 setelah pengujian sampel laboratorium secara masif.

Dampak infeksi ini cukup memprihatinkan karena sekitar 38 persen pasien yang terdata terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit. Rentang usia penderita sangat luas, mulai dari bayi berusia kurang dari satu tahun hingga lansia berumur 90 tahun. Selain itu, setidaknya dua pasien dilaporkan mengalami infeksi aliran darah, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia terkait wabah ini.

Para ahli medis menjelaskan bahwa gejala umum terinfeksi bakteri ini meliputi diare, kram perut, muntah, serta demam tinggi. Kendati infeksi ringan dapat sembuh dengan sendirinya, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia berisiko tinggi mengalami sepsis hingga kegagalan organ. Situasi ini membuat pihak berwenang terus memantau perkembangan kesehatan para korban secara ketat.

2. Investigasi menunjukkan dugaan kuat mengarah pada pasokan telur impor

ilustrasi telur (pexels.com/Rio Lecatompessy)

Dilansir The Guardian, hasil pengujian sekuensing genom utuh yang dilakukan oleh tim peneliti mengonfirmasi bahwa seluruh penderita terinfeksi oleh satu galur bakteri Salmonella Enteritidis yang identik. Hasil wawancara terhadap puluhan penderita memperlihatkan bahwa mayoritas dari mereka sempat mengonsumsi makanan di kafe atau restoran sebelum gejala muncul. Dugaan sementara mengesampingkan produk ternak lokal dan menunjuk pada pasokan telur yang diimpor dari luar negeri.

Tim pengawas pangan telah menelusuri rantai pasokan pada sejumlah bisnis kuliner yang terhubung langsung dengan kemunculan kasus-kasus tersebut. Petugas menemukan bahwa tempat usaha tersebut menggunakan bahan baku telur yang dipasok oleh distributor luar negeri. Selain masalah asal bahan baku, penyelidikan lokal juga menemukan adanya risiko kontaminasi silang di area dapur beberapa restoran.

Analis kesehatan juga menemukan bahwa galur bakteri pada wabah kali ini memiliki hubungan genetik yang sangat dekat dengan kasus serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Pakar riset dari King's College London, Safi Rehman, menilai kejadian ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. "Ini bukan kejadian terisolasi. Wabah ini berkaitan erat dengan kejadian pada 2025 yang juga terhubung dengan telur impor, di mana galur yang teridentifikasi secara genetik mirip di antara kedua tahun tersebut," ungkap Rehman.

3. Otoritas kesehatan mengimbau warga menjaga kebersihan saat mengolah makanan

ilustrasi mencuci tangan (pexels.com/Edward Jenner)

Pihak UKHSA terus berkoordinasi dengan Badan Standar Pangan Britania Raya (FSA) serta badan kesehatan hewan untuk memperketat pengawasan di pintu masuk pasokan pangan. Langkah preventif disiapkan agar penyebaran bakteri tidak makin meluas dan membahayakan masyarakat umum. Petugas lingkungan di tingkat daerah juga memberikan panduan manajemen keamanan pangan kepada pengelola bisnis kuliner.

Epidemiolog terkemuka UKHSA, Hannah Charles, menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan mandiri. "Kami bekerja sama dengan Badan Standar Pangan dan badan kesehatan publik lainnya untuk menyelidiki wabah salmonella yang mungkin terkait dengan telur yang diimpor dari luar Britania Raya," ujar Charles sebagaimana dilansir Times of India. Ia mengingatkan agar publik selalu mencuci tangan secara bersih setelah dari kamar mandi serta memproses makanan hingga matang sempurna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article