Iran Tawarkan Imbalan untuk Tangkap atau Bunuh Tentara AS

- Angkatan Bersenjata Iran menawarkan imbalan 30 ribu dolar AS bagi warga yang menangkap atau membunuh prajurit AS, dengan hadiah berlipat bagi perempuan.
- AS disebut hanya sekali mengerahkan sekitar 200 tentara darat ke Iran pada April untuk mengevakuasi pilot F-15; operasi itu merusak A-10 dan menghancurkan C-130 tertinggal.
- Konflik sejak 28 Februari berlanjut setelah diplomasi Juni gagal. Iran melarang armada tempur AS memasuki Teluk Persia, Teluk Oman, dan Selat Hormuz; 17 prajurit AS tewas.
Jakarta, IDN Times - Angkatan Bersenjata Iran menawarkan imbalan uang tunai bagi siapa saja yang dapat menangkap atau membunuh prajurit militer Amerika Serikat pada Minggu (16/8/2026). Kebijakan ini dikeluarkan seiring meningkatnya ketegangan militer di wilayah strategis.
Langkah tersebut merespons dinamika keamanan kawasan yang kian memanas. Pengumuman terbuka ini menandai babak baru pertempuran yang melibatkan partisipasi publik.
1. Penawaran imbalan finansial bagi warga yang menumpas prajurit lawan
Pemerintah Iran menyiapkan hadiah sebesar 30 ribu dolar AS (Rp535,89 juta) bagi warga yang menangkap atau menumpas prajurit Amerika Serikat. Militer Iran bahkan menyiapkan bonus berlipat ganda apabila aksi tersebut dilakukan oleh perempuan.
"Siapa pun yang membunuh atau menangkap personel militer AS yang menginvasi akan menerima hadiah Rp535,89 juta," kata Panglima Bersenjata Iran Amir Hatami, dikutip dari The Hindu.
Hatami menambahkan bahwa skema hadiah ini dirancang atas banyaknya permintaan warga yang ingin berkontribusi dalam pertahanan negara.
"Perempuan pemberani yang melakukan tindakan tersebut akan menerima hadiah berlipat ganda," ujar Hatami.
2. Rekam jejak misi darurat evakuasi pilot militer AS
Selama konflik berlangsung, Amerika Serikat tidak pernah menempatkan pasukan darat secara permanen di Iran. Pengerahan personel di darat hanya terjadi satu kali saat misi penyelamatan darurat pada April lalu.
Misi tersebut melibatkan sekitar 200 tentara dan 170 pesawat untuk mengevakuasi penerbang jet tempur F-15 yang jatuh.
Operasi penyelamatan berlangsung sengit hingga satu pesawat serang A-10 milik AS rusak diterjang tembakan. Selain itu, armada AS terpaksa menghancurkan pesawat angkut C-130 yang tertinggal agar tidak dimanfaatkan lawan.
3. Pertempuran berkepanjangan dan larangan melintas di jalur perairan
Konflik bersenjata kedua negara pecah sejak 28 Februari lalu usai serangan udara meluas. Meskipun sempat ada gencatan senjata, proses diplomasi pada Juni akhirnya menemui kegagalan.
Iran kini melarang armada tempur Amerika Serikat mendekati jalur pelayaran vital kawasan.
"Pasukan AS tidak lagi memiliki izin memasuki Teluk Persia, Teluk Oman, atau Selat Hormuz," tegas Amir Hatami.
Rangkaian pertempuran tersebut telah menewaskan sedikitnya 17 prajurit Amerika Serikat. Seluruh korban jiwa dilaporkan gugur dalam insiden militer di luar wilayah daratan Iran.






















