Pramono Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Mengaspal di Jakarta pada 2030

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan lebih dari 10 ribu bus listrik beroperasi pada 2030, naik dari sekitar 500 unit saat ini, guna menekan emisi transportasi dan polusi udara.
- Elektrifikasi transportasi Jakarta akan mencakup bus listrik, kendaraan hidrogen, dan hibrida, agar masyarakat serta pelaku transportasi dapat ikut berkontribusi mengurangi emisi.
- Penggunaan transportasi umum di Jakarta telah meningkat lebih dari 31 persen; Pemprov DKI terus mendorong perpindahan dari kendaraan pribadi untuk memperbaiki kualitas udara ibu kota.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menargetkan jumlah bus listrik di Jakarta mencapai 10 ribu hingga 2030 untuk menekan emisi dari sektor transportasi dan polusi udara.
“Jakarta sendiri saya menargetkan di tahun 2030, yang sekarang ini pada saat saya bicara ini kurang lebih 500 bus elektrik, saya menargetkan di 2030 adalah 10 ribu lebih bus elektrik,” ujar Pramono di Indonesia International Transport Summit 2026.di Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
1. Gunakan transportasi hibrida

Armada bus listrik Transjakarta yang akan digunakan untuk melayani rute Blok M-Ancol. (IDN Times/Santi Dewi) Menurutnya, upaya elektrifikasi transportasi tidak hanya terbatas pada penggunaan bus listrik namun juga penggunaan teknologi transportasi rendah emisi lainnya, termasuk kendaraan berbahan bakar hidrogen dan kendaraan hibrida.
“Bukan hanya bus elektrik, tapi juga hidrogen dan juga hibrida, supaya ini memberikan ruang, memberikan kesempatan bagi siapa saja yang ingin menurunkan emisi di Jakarta itu bisa bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta," katanya
2. Pengguna transportasi publik meningkat

Ilustrasi Bus Transjakarta. (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Pramono mengatakan, penggunaan transportasi umum di Jakarta terus mengalami peningkatan hingga lebih dari 31 persen. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Jakarta ini sekarang memang dalam hal transportasi salah satu hal prioritas pemerintahan yang saya pimpin untuk membuat masyarakat makin banyak menggunakan transportasi umum,” ujar Pramono.
3. Turunkan emisi Jakarta

Ilustrasi uji emisi kendaraan roda empat. (Dok. DLH Semarang) Pramono berharap berbagai langkah tersebut dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat dan pelaku transportasi untuk ikut berkontribusi menurunkan emisi di Jakarta.
Dengan target tersebut, Pemprov DKI Jakarta ingin mendorong transformasi transportasi publik sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki kualitas udara ibu kota.




















