Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WHO: Penumpang Kapal MV Hondius Berisiko Tinggi Terpapar Hantavirus
potret kapal pesiar MV Hondius (commons.wikimedia.org/Fdesroches)
  • WHO menetapkan seluruh penumpang kapal MV Hondius sebagai kontak berisiko tinggi terpapar Hantavirus setelah beberapa kasus kematian dikonfirmasi sejak awal April 2026.
  • Kapal MV Hondius telah tiba di Pelabuhan Granadilla, Tenerife, Spanyol, dan seluruh penumpangnya menjalani tes meski belum menunjukkan gejala infeksi Hantavirus.
  • Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal MV Hondius kini diisolasi di NICD karena diduga terinfeksi Hantavirus, sementara risiko bagi masyarakat umum dinilai rendah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut seluruh penumpang yang ada di kapal pesiar MV Hondius berisiko tinggi terpapar Hantavirus. Pernyataan tersebut disampaikan WHO pada Sabtu (9/5/2026). 

"Kami mengklasifikasikan semua orang di dalam kapal sebagai apa yang kami sebut kontak berisiko tinggi,” kata Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, dilansir China Daily Asia.  

Sebagai informasi, Hantavirus merupakan salah satu virus yang bisa menyebabkan infeksi pernapasan akut. Menurut WHO, virus ini disebarkan melalui air kencing dan feses tikus yang sudah terkontaminasi. Orang yang terinfeksi virus ini umumnya akan mengalami sejumlah gejala yang mirip flu biasa, seperti sakit badan, demam, meriang, dan pusing.

1. Kasus Hantavirus pertama kali muncul pada awal April

ilustrasi Hantavirus (commons.wikimedia.org/Scientific Animations)

Kasus infeksi Hantavirus pertama kali muncul pada 11 April. Saat itu, sepasang suami istri (pasutri) asal Belanda dilaporkan tewas saat sedang melakukan perjalanan di atas kapal pesiar MV Hondius. Kapal itu dikabarkan berangkat dari Ushuaia, Argentina, dengan tujuan akhir di Tanjung Verde. 

Jenazah pasutri tadi lantas diturunkan di Pulau Saint Helena, Inggris, pada 24 April untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.  Usai dilakukan pengecekan, pihak penyelidik mengonfirmasi bahwa keduanya tewas akibat terinfeksi Hantavirus.

Pada 3 Mei lalu, WHO mengabarkan bahwa tiga penumpang lainnya yang berada di kapal Hondius juga tewas karena terinfeksi Hantavirus. "Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah dikonfirmasi melalui laboratorium dan ada lima kasus tambahan yang dicurigai," kata WHO kepada AFP.  

2. Kapal MV Hondius sudah sampai di Spanyol

potret bendera Spanyol (pexels.com/Antonio Garcia Prats)

Kapal MV Hondius kini sudah sampai di Pelabuhan Granadilla, Pulau Tenerife, Spanyol. Kapal itu dikabarkan tiba pada Minggu (10/5/2026). Seluruh penumpang yang ada di dalamnya juga sudah diturunkan. 

Menurut otoritas Spanyol, para penumpang di kapal MV Hondius sejauh ini tidak menunjukkan gejala infeksi Hantavirus. Kendati demikian, mereka akan tetap menjalani tes untuk memastikan apakah terkena infeksi Hantavirus atau tidak. 

Sebelumnya, Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dan sejumlah menteri Spanyol sudah lebih dulu sampai di Pulau Tenerife. Mereka datang ke sana untuk mengkoordinasikan kedatangan kapal MV Hondius dan seluruh penumpangnya.  

3. Hantavirus sudah sampai di Singapura

potret suasana di Singapura (pexels.com/Virginia Chien)

Saat ini, Hantavirus dikabarkan sudah menyebar ke Singapura. Sebab, ada dua warga di sana yang diduga kuat terinfeksi virus tersebut saat berada di kapal MV Hondius. Keduanya kini sedang diisolasi di Pusat Penyakit Menular Nasional Singapura (NICD). 

Saat ini, kedua warga Singapura tersebut sedang menunggu hasil tes. Tes ini bertujuan untuk membuktikan apakah mereka benar-benar terinfeksi Hantavirus atau tidak. 

“Hasil tes mereka masih menunggu. Salah satunya mengalami pilek, tetapi kondisinya baik-baik saja dan yang lainnya tidak menunjukkan gejala. Risiko bagi masyarakat umum di Singapura saat ini rendah,” kata Badan Pengendalian Penyakit Menular Singapura (CDA).  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team