Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gejala Hantavirus yang Wajib Diwaspadai, Kenali Sejak Dini!

Gejala Hantavirus yang Wajib Diwaspadai, Kenali Sejak Dini!
ilustrasi orang yang terinfeksi hantavirus (unsplash.com/Alexander Grey)
Intinya Sih
  • Hantavirus merebak di kapal pesiar MV Hondius, menewaskan tiga penumpang dan membuat 148 lainnya diisolasi, bahkan dilaporkan telah menyebar hingga ke Singapura.
  • Virus ini berasal dari hewan pengerat dan dapat menular melalui udara, kotoran, air liur, atau urin tikus tanpa kontak langsung; penularan antarmanusia sangat jarang terjadi.
  • Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk hantavirus; perawatan hanya bersifat suportif dengan fokus pada gejala seperti demam, nyeri otot, gangguan pernapasan, dan gagal ginjal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Merebaknya hantavirus di kapal pesiar MV Hondius membuat banyak orang khawatir. Sejauh ini, hantavirus telah menyebabkan kematian 3 penumpang kapal dan 148 penumpang lainnya harus diisolasi. Kabar terbaru bahkan menyebutkan bahwa virus ini sudah memasuki negara tetangga, Singapura.

Dilansir World Health Organization (WHO), hantavirus adalah sekelompok virus yang secara alami menginfeksi hewan pengerat seperti tikus. Meski gak semua, beberapa jenis virus seperti hantaan virus dan andes virus diketahui merupakan virus zoonosis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia. Lalu gejala apa yang muncul jika kita terinfeksi? Berikut beberapa gejala hantavirus yang wajib diwaspadai!

1. Hantavirus gak memerlukan kontak langsung untuk bisa menyebar

Seekor tikus
gambar seekor tikus (unsplash.com/Joshua J. Cotten)

Layaknya virus lain, hantavirus sebetulnya memiliki banyak cara untuk menyebar. Dilansir UK Health Security Agency, tetapi berbeda dengan virus flu yang bisa menyebar di mana aja, orang yang terinfeksi umumnya tinggal atau pernah mengunjungi tempat-tempat di mana hewan pengerat dan manusia bisa hidup berdampingan. Misalnya seperti pertanian, lumbung padi, hingga wilayah pedesaan. Di tempat seperti ini, kontak manusia dan hewan pengerat lebih umum terjadi.

Kabar buruknya, hantavirus gak memerlukan kontak langsung untuk bisa menyebar dari hewan ke manusia. Sebaliknya virus umumnya menyebar melalui kotoran hewan, air liur, dan urin hewan. Cara penyebaran lain yang juga umum adalah melalui udara, ketika partikel virus terbawa udara dan kemudian terhirup oleh manusia. Kabar baiknya, penyebaran dari manusia ke manusia jarang terjadi. Sejauh ini satu-satunya bagian dari hantavirus yang dapat menyebar dari manusia ke manusia adalah andes virus, itu pun memerlukan kontak yang sangat dekat.

2. Gejala hantavirus yang patut diwaspadai

ilustrasi demam dan flu
ilustrasi demam dan flu (freepik.com/benzoix)

Setelah memasuki tubuh manusia, hantavirus membutuhkan waktu antara 1 sampai 8 minggu masa inkubasi. Namun mayoritas gejala biasanya muncul antara 2 hingga 4 minggu setelah seseorang terpapar virus. Dilansir CDC, gejala hantavirus yang muncul biasanya berbeda tergantung pada jenis virus apa yang menginfeksi.

Mereka yang terinfeksi hantaan virus dan menderita penyakit hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) biasanya mengalami sejumlah gejala berikut:

  • sakit kepala hebat
  • nyeri punggung dan perut
  • demam dan menggigil
  • mual
  • penglihatan kabur.

Bukan hanya itu, dalam kasus yang lebih parah, gejalanya meliputi tekanan darah rendah, syok akut, kebocoran pembuluh darah, hingga gagal ginjal akut. Selain itu, infeksi andes virus dapat menyebabkan hantavirus cardiopulmonary syndrome (HCPS) yang diawali dengan gejala seperti:

  • demam dan menggigil
  • nyeri atau sakit otot
  • sakit kepala

Tanpa pengobatan, penyakit ini akan berkembang semakin parah. Akan terjadi masalah berupa kerusakan jaringan serta penumpukan cairan di paru-paru, hingga menyebabkan masalah serius di paru-paru dan jantung. Biasanya gejalanya meliputi batuk, kesulitan bernapas, tekanan darah rendah, hingga detak jantung gak teratur.

3. Sampai saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk penyakit yang disebabkan oleh hantavirus

Pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit
gambar pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit (unsplash.com/Alexander Grey)

Mendiagnosis penyakit yang disebabkan oleh hantavirus bisa jadi sedikit sulit. Pasalnya gejala awal yang muncul mirip dengan sebagian besar penyakit lainnya. Untuk memastikan, tenaga kesehatan mungkin juga akan menanyakan riwayat pasien, risiko pekerjaan dan lingkungan, dan riwayat perjalanan.

Dilansir Department of Health New York, jika tenaga kesehatan mencurigai kemungkinan infeksi hantavirus, maka mereka akan meminta kamu melakukan tes darah. Untuk pengobatan sendiri, sejauh ini belum ada vaksin atau pengobatan spesifik yang bisa digunakan untuk mencegah infeksi hantavirus. Jika kamu terinfeksi, pengobatan yang diberikan bersifat suportif dan fokus mengobati gejala yang muncul. 

Banyak orang khawatir jika hantavirus akan berubah menjadi wabah. Namun hantavirus berbeda dengan COVID-19 yang menyerang kita beberapa tahun lalu. Hantavirus cenderung lebih sulit menyebar dari satu manusia ke manusia lain sehingga kemungkinan penyakit ini berubah menjadi wabah besar cukup kecil. 

Referensi

“Hantavirus Disease: Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Mei 2026.

“Hantavirus Fact Sheet.” New York State Department of Health. Diakses Mei 2026.

“What Is Hantavirus, How Is It Transmitted and What Are the Symptoms?” UK Health Security Agency Blog. Diakses Mei 2026.

“Hantavirus: What to Know About the Rare Rodent-Borne Disease.” University of Florida News. Diakses Mei 2026.

“Hantavirus.” World Health Organization (WHO). Diakses Mei 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More