Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yaman Sebut Houthi Berencana Rebut Selat Bab el-Mandeb
potret Selat Bab el-Mandeb (commons.wikimedia.org/NASA Johnson Space Center)
  • Pemerintah Yaman menyatakan Houthi berupaya merebut Selat Bab el-Mandeb dengan memperluas kehadiran di pantai barat dan menguasai pulau strategis Laut Merah.
  • Peningkatan serangan Houthi terhadap dermaga, infrastruktur sipil, kapal, dan kemampuan angkatan laut pemerintah dinilai dapat membuka ancaman lebih besar bagi pelayaran komersial.
  • Jenderal Yaman membenarkan ambisi penguasaan selat; tiga sumber Houthi juga menyebut sekitar 2.000 pasukan disiapkan untuk menyerang Hodeida selatan dan Taiz.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Milisi Houthi dikabarkan berencana merebut Selat Bab el-Mandeb untuk menguasai jalur pelayaran di sana secara penuh. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Pemerintah Yaman pada Selasa (18/8/2026) lalu. 

“Milisi Houthi sedang berupaya menciptakan kondisi untuk merebut kendali Selat Bab el-Mandeb dengan memperluas kehadirannya di sepanjang pantai barat dan mencoba mengendalikan pulau-pulau strategis Yaman di Laut Merah,” kata Menteri Informasi Yaman, Moammar Al-Eryani, kepada AFP, seperti dikutip Times of Israel, Rabu (19/8/2026).

1. Houthi meningkatkan serangan ke Yaman

potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops)

Al-Eryani menduga rencana Houthi ini usai dirinya mengamati peningkatan serangan milisi tersebut ke infrastruktur Yemen yang ada di sekitar Selat Bab el-Mandeb selama beberapa hari terakhir. Beberapa di antaranya, seperti dermaga, infrastruktur sipil, kapal, dan kemampuan angkatan laut pemerintah. 

Menurut Al-Eryani, jika Houthi berhasil mengambil alih kekuasaan di Selat Bab el-Mandeb, maka mereka bisa dengan bebas mengancam pelayaran kapal di perairan tersebut. Terlebih, dalam beberapa pekan terakhir, Houthi juga telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang berlayar di sana, termasuk kapal tanker minyak dari Arab Saudi. 

2. Jenderal militer Yaman membenarkan rencana Houthi

ilustrasi jenderal militer Yaman (pexels.com/Besra Akar)

Informasi yang disampaikan Al-Eryani tadi dibenarkan oleh seorang jenderal militer Yaman bernama Sadeq Duwaid. Duwaid yang menjabat sebagai Juru Bicara Pasukan Perlawanan Nasional Yaman mengatakan, Houthi memang ingin menguasai Selat Bab el-Mandeb secara penuh untuk keuntungan mereka sendiri. Duwaid menyebut Houthi ingin menjadikan Selat Bab el-Mandeb seperti Selat Hormuz yang kini dikuasai oleh Pemerintah Iran.

“Melalui serangan berkelanjutan mereka terhadap Mokha dan pelabuhannya, milisi Houthi berupaya membangun kehadiran di sepanjang pantai Selat Bab el-Mandeb dan mengubah wilayah tersebut menjadi situasi yang menyerupai Selat Hormuz,” kata Duwaid. 

3. Houthi juga dikabarkan berencana merebut Hodeida selatan dan Provinsi Taiz dari Yaman

potret wilayah Hodeidah, Yaman (commons.wikimedia.org/Jarke)

Selain Selat Bab el-Mandeb, Houthi juga dikabarkan ingin merebut wilayah Hodeida selatan dan Provinsi Taiz dari Yaman. Kabar itu disampaikan langsung oleh tiga sumber militer Houthi kepada AFP. Mereka mengatakan, Houthi saat ini sudah menyiapkan sekitar 2.000 pasukan untuk menyerang kedua wilayah tersebut. 

Jika hal ini terjadi, perang saudara antara Yaman dan Houthi bisa makin memanas. Sebab, hingga saat ini, Houthi tidak kunjung berhenti melakukan serangan ke Yaman. Pada Sabtu (15/8/2026) dan Minggu (16/8/2026) pekan lalu, Houthi juga meluncurkan serangan udara besar-besaran selama semalaman di Kota Marib dan Kota Mokha menggunakan drone dan rudal balistik. Dilansir Al Jazeera, serangan tersebut melukai 4 orang di Marib dan menewaskan 4 lainnya di Mokha.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article