"Kami berhasil melakukan dua operasi militer menggunakan drone. Operasi yang pertama menargetkan lokasi musuh (Arab) Saudi yang sensitif di Bandara Najran, sedangkan yang kedua menargetkan fasilitas (minyak) milik Aramco di Najran," kata Juru Bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan di Telegram, seperti dikutip Times of Israel.
Houthi Serang Lagi Bandara dan Fasilitas Minyak Arab Saudi

- Houthi mengklaim menyerang Bandara Najran dan fasilitas minyak Aramco dengan drone pada 20 Agustus 2026, sebagai respons atas dugaan pelanggaran wilayah udara Yaman oleh dua drone Saudi.
- Iran menyatakan Arab Saudi tidak mampu membendung serangan Houthi, sementara juru bicara Houthi Yahya Saree menyebut Riyadh kembali melanggar wilayah udara Provinsi Saada.
- Serangan terbaru memperpanas konflik sejak akhir Juli, setelah Houthi menyerang tanker Saudi di Selat Bab el-Mandeb; sebelumnya serangan Agustus mengganggu penerbangan dan memicu kebakaran kilang Aramco.
Jakarta, IDN Times - Milisi Houthi dikabarkan kembali meluncurkan serangan drone ke bandara dan fasilitas minyak milik Arab Saudi. Serangan itu dilakukan pada Kamis (20/8/2026). Houthi mengatakan, drone mereka berhasil menghantam Bandara Najran yang terletak di dekat perbatasan Yaman dan Arab Saudi serta fasilitas minyak milik perusahaan energi nasional Arab Saudi, Aramco.
1. Iran mengatakan Arab Saudi tidak akan bisa membendung serangan Houthi

potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji) Saree mengatakan, serangan ini dilakukan karena Arab Saudi kembali melanggar wilayah udara Yaman. Sebab, menurut Saree, ada dua drone Riyadh yang memasuki wilayah udara Provinsi Saada di Yaman barat laut. Namun, ia tidak menjelaskan kapan pelanggaran itu terjadi.Â
Sebelum serangan terjadi, Iran mengatakan bahwa Arab Saudi tidak akan mampu membendung gempuran dari Houthi. Sebab, menurut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), angkatan bersenjata Riyadh masih kalah kuat dari pasukan Houthi. Oleh karena itu, milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris dunia tersebut bisa berulang kali melakukan gempuran ke Arab Saudi.Â
2. Houthi sebelumnya sudah menyerang Bandara Najran dan fasilitas minyak Aramco

perusahaan minyak Aramco (commons.wikimedia.org/Carlos Figueroa Rojas) Pada awal Agustus lalu, Houthi juga pernah melakukan serangan ke Bandara Najran dan kilang minyak milik Aramco menggunakan sejumlah drone dan rudal. Serangan itu masing-masing terjadi pada 4 dan 8 Agustus lalu.Â
Ketika itu, serangan Houthi di Bandara Najran sampai mengganggu layanan dan aktivitas penerbangan. Di sisi lain, serangan di Aramco membuat sejumlah kilang minyak milik perusahaan tersebut mengalami kebakaran hebat. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa akibat dua serangan tersebut.
3. Konflik Houthi dan Arab Saudi makin memanas

potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran) Serangan terbaru Houthi terhadap Arab Saudi ini membuat konflik yang terjadi di antara kedua pihak makin memanas. Ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi sendiri mulai muncul pada akhir Juli lalu. Hal ini dipicu serangan Houthi terhadap sejumlah kapal tanker milik Riyadh yang sedang berlayar di Selat Bab el-Mandeb. Sejak saat itu, kedua pihak saling terlibat bentrokan hingga saat ini.
Selain dengan Arab Saudi, Houthi saat ini juga sedang berkonflik dengan Yaman. Sebab, dalam beberapa pekan terakhir, mereka telah meningkatkan serangan terhadap Sanaa. Padahal, Houthi dan Yaman sebetulnya sudah menyepakati gencatan senjata pada April 2022 silam.Â





















