Zona nyaman seseorang memang berbeda-beda, ada yang nyaman dengan menjadi karyawan, ada pula yang nyaman menjadi wirausaha. Dua-duanya sama baiknya, dengan tujuan yang baik pula yaitu menjadi manusia bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga bahkan orang asing sekalipun serta menaikkan taraf kehidupan.
Pertama, jika ingin menjadi karyawan, untuk jabatan yang tinggi tidak dipungkiri tentu saja memerlukan selembar ijazah. Semakin tinggi pendidikan semakin tinggi jabatan dan penghasilan. Ini fakta yang tidak bisa dibantah.
Skill juga berpengaruh. Tapi untuk memenuhi syarat pertama di lowongan pekerjaan adalah tulisan pendidikan minimal SMA, pendidikan minimal D3 dan sebagainya. Skill kita tinggi, tapi perusahaan tidak tahu, maka ijazah adalah patokan perusahaan. Jika tidak memiliki ijazah, memasukkan lamaran saja kita tidak berhak, bukan?
Kedua, jika ingin menjadi wirausaha, pendidikan juga penting. Kamu membutuhkan ilmu manajemen untuk mengatur operasional usahamu, ilmu akuntansi untuk mengatur keuanganmu, ilmu perpajakan untuk memenuhi kewajibanmu kepada negara, ilmu kewirausahaan untuk menghadapi persaingan pasar hingga ilmu psikologi untuk menghadapi berbagai macam kolega bisnis dan pelanggan.
Kisah-kisah inspiratif yang kamu baca mengenai seseorang yang tidak menempuh pendidikan dan berhasil sukses itu jumlahnya mungkin seribu dibanding satu. Dan mereka adalah orang-orang istimewa di dunia yang kerja kerasnya mungkin seribu kali lipat dari kebanyakan orang, yang jam tidurnya mungkin hanya satu dua jam sehari atau seminggu. Sehingga ia mendapat pelajaran kehidupan meski tidak menempuh bangku pendidikan formal.
Jadi, jika belum bisa menjamin kesuksesan atas dirimu seperti orang-orang istimewa itu, sebaiknya kamu sekolah, kuliah. Mau jadi apapun kamu nanti, pendidikan tidak akan pernah sia-sia.