Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Fakta Ilmiah tentang Cara Belut Listrik Menghasilkan Listrik
ilustrasi belut listrik (unsplash.com/David Clode)
  • Belut listrik menghasilkan arus melalui tiga organ khusus—utama, Hunter, dan Sach—yang berisi ribuan elektrosit. Sel-sel ini aktif serentak saat menerima sinyal saraf.
  • Elektrosit membentuk tegangan lewat pergerakan ion natrium dan kalium. Susunannya yang banyak memperkuat listrik, sehingga belut dapat menghasilkan kejutan hingga lebih dari 600 volt.
  • Belut mengatur frekuensi dan intensitas listrik: pulsa lemah untuk navigasi serta komunikasi di air gelap atau keruh, dan kejutan kuat untuk melumpuhkan mangsa maupun mempertahankan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belut listrik merupakan salah satu makhluk air yang paling unik dan juga menarik dalam dunia biologi, sebab memiliki kemampuan khusus untuk menghasilkan listrik dari dalam tubuhnya. Kemampuan luar biasa tersebut bukan hanya digunakan untuk bertahan hidup dan melumpuhkan mangsa, namun juga kerap digunakan untuk berkomunikasi, serta bernavigasi dengan kondisi lingkungan air yang gelap dan juga keruh.

Fenomena listrik yang dihasilkan oleh belut listrik sebetulnya bukan berasal dari alat buatan, melainkan dari organ tubuh yang memang dirancang secara khusus dan alami untuk menghasilkan adanya medan listrik. Oleh sebab itu, simaklah beberapa penjelasan ilmiah berikut ini terkait cara belut listrik menghasilkan listrik, sehingga menjadi proses biologis yang menarik.

1. Terdapat organ penghasil listrik di dalam tubuhnya

ilustrasi belut listrik (unsplash.com/Wouter Naert)

Belut listrik memiliki tiga organ khusus yang memang bertanggung jawab untuk menghasilkan listrik, yaitu organ utama, organ hunter, dan organ sach. Ketiga organ tersebut ternyata tersusun dari ribuan sel listrik yang disebut sebagai elektrosit, serta masing-masing diantaranya bekerja secara koordinatif untuk bisa menghasilkan adanya aliran arus listrik.

Elektrosit bekerja mirip seperti baterai kecil yang dapat mengalirkan muatan listrik pada saat diaktifkan secara serentak oleh sinyal saraf yang ada di dalam otak belut listrik. Pada saat belut ingin menyerang atau bertahan, maka dibuat elektrosit tersebut akan menyala secara bersamaan, lalu menciptakan adanya lonjakan listrik yang bahkan bisa mencapai hingga ratusan volt.

2. Cara kerja elektrosit menghasilkan muatan listrik

ilustrasi belut listrik (unsplash.com/Francisco Jesús Navarro Hernández)

Setiap elektrosit yang terdapat pada tubuh belut listrik ternyata memiliki kemampuan untuk menciptakan adanya perbedaan tegangan listrik melalui pergerakan ion natrium dan juga kalium. Pada saat sinyal saraf dikirim, maka saluran ion tersebut akan secara otomatis terbuka dan ion akan bergerak secara cepat menghasilkan arus listrik dalam skala mikro.

Proses ini sebetulnya sangat mirip dengan mekanisme kerja sel saraf pada manusia, namun pada belut listrik ternyata jumlah dan ukuran elektrolit sangat banyak dan tersusun secara paralel untuk bisa meningkatkan kekuatan total listrik yang nantinya dapat dihasilkan. Inilah yang menjadi alasan mengapa satu kejutan listrik saja dari belut bisa sangat kuat atau bahkan membahayakan hewan berukuran besar.

3. Frekuensi dan intensitas listrik yang dapat diatur

ilustrasi belut listrik (unsplash.com/David Clode)

Menariknya belut listrik mampu mengatur adanya frekuensi dan juga intensitas listrik yang dikeluarkan, sehingga sesuai dengan kebutuhan situasionalnya. Untuk keperluan navigasi atau komunikasi biasanya berlutut listrik akan menghasilkan pulsa listrik kecil dalam frekuensi tinggi, namun dengan tegangan yang relatif rendah.

Pada saat belut merasa terancam atau sedang berburu, maka ia bisa mengeluarkan kejutan listrik besar yang bahkan totalnya bisa mencapai lebih dari 600 volt. Kemampuan untuk menyesuaikan output listrik inilah yang merupakan hasil dari sistem saraf yang cukup kompleks ke dalam tubuh belut, serta sangat adaptif.

4. Fungsi ganda listrik

ilustrasi belut (unsplash.com/johnnyafrica)

Listrik yang dihasilkan oleh belut sebetulnya tidak hanya digunakan untuk menyerang saja, namun juga memiliki fungsi penting dalam proses navigasi dan juga mendeteksi kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Pada saat kondisi air keruh dan gelap, maka belut akan mengandalkan medan listrik lemah untuk bisa mengetahui terkait posisi benda yang ada di sekitarnya, sehingga mirip seperti sistem sonar yang dimiliki oleh kelelawar.

Belut listrik menggunakan listrik tersebut sebagai alat pertahanan dari predator, serta untuk melumpuhkan mangsa seperti ikan kecil atau amfibi. Pada satu kejutan kuat, maka belut bisa saja menyebabkan mangsanya lumpuh sementara, sehingga mudah ditangkap tanpa adanya perlawanan.

Belut listrik merupakan contoh nyata dari betapa kuatnya adaptasi biologis yang dikembangkan oleh makhluk hidup untuk bisa bertahan hidup. Kemampuan belut tersebut dalam menghasilkan listrik melalui organ dan sel khusus menunjukkan bahwa sistem tubuh hewan ternyata bisa sangat canggih. Keberadaan listrik pada belut tersebut seolah menginspirasi banyak perkembangan teknologi kelistrikan dan bioelektronik di masa depan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article