Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hewan yang Bisa Menunda Proses Reproduksi, Unik Banget!

4 Hewan yang Bisa Menunda Proses Reproduksi, Unik Banget!
ilustrasi beruang grizzly (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan memiliki kemampuan menunda reproduksi untuk menyesuaikan waktu kelahiran dengan kondisi lingkungan yang ideal demi meningkatkan peluang hidup keturunannya.
  • Kanguru, beruang, anjing laut, dan musang menggunakan mekanisme seperti diapause embrionik atau penundaan implantasi agar kehamilan terjadi saat tubuh induk siap.
  • Strategi adaptif ini menunjukkan keragaman luar biasa dalam dunia hewan, di mana proses biologis kompleks membantu mereka bertahan di lingkungan dengan perubahan ekstrem.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Dunia hewan selalu menyimpan berbagai kemampuan unik yang mungkin sulit dibayangkan oleh nalar manusia. Salah satu kemampuan yang mungkin menarik perhatian dari para ilmuwan adalah kemampuan dari beberapa spesies untuk bisa menunda proses reproduksi hingga kondisi lingkungan dinilai cukup ideal.

Kemampuan ini dikenal sebagai strategi adaptasi yang dapat membantu hewan-hewan tersebut untuk bisa meningkatkan peluang keberhasilan dari reproduksi yang dilakukan. Dengan menyesuaikan waktu kehamilan atau perkembangan dari embrio, maka hewan-hewan tersebut bisa memastikan bahwa anak-anaknya dapat tumbuh dan memiliki kesempatan hidup yang jauh lebih baik.

1. Kanguru

ilustrasi kanguru (pexels.com/Hugo Heimendinger)
ilustrasi kanguru (pexels.com/Hugo Heimendinger)

Kanguru merupakan salah satu hewan yang dikenal memiliki kemampuan untuk bisa menunda perkembangan embrio yang dimiliki melalui proses yang dikenal sebagai diapause embrionik. Setelah proses pembuahan terjadi, maka perkembangan dari embrio tersebut nantinya bisa dihentikan sementara sampai kondisi lingkungan dan juga kebutuhan reproduksi dari induk kanguru dinilai cukup stabil untuk melanjutkan proses kehamilan.

Pada saat anak kanguru yang lebih tua masih berada pada kantung dan memerlukan banyak energi dari induknya, maka perkembangan embrio yang ada bisa ditunda untuk sementara waktu. Setelah anak sebelumnya sudah cukup mandiri dan kondisi lingkungan pun dinilai ideal, maka embrio nantinya akan berkembang secara normal dan tumbuh dengan baik.

2. Beruang

ilustrasi beruang grizzly (pexels.com/Petr Ganaj)
ilustrasi beruang grizzly (pexels.com/Petr Ganaj)

Ada beberapa spesies beruang yang ternyata memiliki kemampuan untuk bisa menunda proses implantasi embrio setelah proses pembuahan berhasil. Embrio yang memang telah terbentuk nantinya tidak langsung menempel pada bagian dinding rahim, melainkan justru berada pada kondisi tidak aktif selama periode waktu tertentu sampai tubuh induknya sudah siap untuk mendukung proses kehamilan.

Kemampuan yang ada ternyata sangat penting karena beruang kerap menghadapi adanya perubahan musim yang cukup ekstrem dan periode hibernasi yang panjang. Dengan cara menunda perkembangan kehamilan yang dialami, maka induk beruang nantinya bisa memprioritaskan kebutuhan tubuhnya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melanjutkan kehamilan.

3. Anjing laut

ilustrasi anjing laut (unsplash.com/Pascal Mauerhofer)
ilustrasi anjing laut (unsplash.com/Pascal Mauerhofer)

Ada beberapa jenis anjing laut yang ternyata bisa menunda proses implantasi embrio sebagai bagian penting dari proses dan strategi reproduksinya. Apabila pembuahan sudah terjadi, maka embrio tersebut nantinya tidak langsung berubah menjadi janin, melainkan justru menunggu sampai waktunya ideal untuk dilakukan proses kelahiran.

Penundaan yang ada memang bisa memberikan keuntungan yang cukup besar karena kehidupan yang ada di wilayah pesisir dan laut ternyata kerap dipengaruhi oleh perubahan musim yang terjadi. Jika anak anjing laut lahir pada waktu yang tidak tepat, maka peluang untuk bertahan hidup bisa berkurang secara signifikan, sehingga hal ini dianggap sebagai bentuk adaptasi penting untuk keberlangsungan populasi anjing laut.

4. Musang

ilustrasi musang (pexels.com/monicore)
ilustrasi musang (pexels.com/monicore)

Musang merupakan kelompok mamalia yang memiliki kemampuan diapause embrionik pada beberapa jenis spesiesnya. Setelah proses pembuahan berhasil, maka embrio tetap berada pada kondisi dorman sampai tubuh induk dan kondisi lingkungannya benar-benar mendukung proses kehamilan secara optimal.

Kemampuan yang ada bisa memberikan fleksibilitas reproduksi yang sangat bermanfaat, terutama untuk hewan yang hidup di kondisi lingkungan dengan perubahan musim yang cukup ekstrem. Dengan cara menunda perkembangan embrio, maka induk musang bisa menghindari risiko kelahiran anak pada saat sumber daya sedang benar-benar terbatas.

Kemampuan menunda proses reproduksi seolah menunjukkan betapa luar biasanya adaptasi yang dimiliki berbagai spesies hewan di alam bebas. Melalui mekanisme biologis yang cukup kompleks, maka hewan-hewan tersebut bisa menyesuaikan waktu kelahiran agar tetap sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan hidup dari keturunannya. Fenomena ini menjadi bukti bahwa strategi reproduksi dunia hewan ternyata sangatlah beragam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More