Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Falkon Saker, Burung Pemangsa Cepat yang Terancam Punah

5 Fakta Falkon Saker, Burung Pemangsa Cepat yang Terancam Punah
Falkon Saker (commons.wikimedia.org/Bohuš Číčel)
Intinya Sih
  • Falkon saker adalah burung pemangsa besar dari Eropa hingga Asia Timur, dikenal karena kecepatan terbangnya yang luar biasa dan perannya dalam tradisi falconry di berbagai budaya.
  • Burung ini hidup di padang rumput dan stepa, bermigrasi saat musim dingin ke wilayah lebih hangat seperti Afrika atau Asia Selatan untuk bertahan hidup.
  • Populasi falkon saker menurun drastis akibat aktivitas manusia seperti perburuan, perdagangan ilegal, dan sengatan listrik, membuatnya kini berstatus terancam punah menurut IUCN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Falkon saker (Falco cherrug) merupakan salah satu spesies burung pemangsa bertubuh besar yang hidup di kawasan padang rumput dan stepa luas dari Eropa Tengah hingga Asia Timur. Burung ini dikenal secara luas karena memiliki kemampuan terbang horizontal yang sangat cepat serta teknik menukik yang efisien saat mengejar mangsa di habitat alaminya.

Selain keunggulan fisiknya, falkon saker juga memiliki hubungan yang erat dengan kebudayaan manusia melalui tradisi falconry atau seni berburu menggunakan burung pemangsa. Keberadaan burung ini sangat dihormati di berbagai wilayah Asia dan Timur Tengah, bahkan kini telah resmi ditetapkan sebagai lambang nasional di beberapa negara seperti Mongolia dan Uni Emirat Arab.

1. Memiliki tubuh besar dengan sayap yang lebar

Falkon Saker
Falkon Saker (commons.wikimedia.org/Bgag)

Falkon saker termasuk dalam famili Falconidae dan merupakan salah satu spesies dalam kelompok hierofalcon, yang juga mencakup gyrfalcon dan lanner falcon. Nama ilmiahnya, Falco cherrug, pertama kali dideskripsikan oleh John Edward Gray pada tahun 1834. Burung ini memiliki empat subspesies resmi, yaitu F.c. cherrug, F.c. coatsi, F.c. milvipes, dan F.c. altaicus.

Burung pemangsa ini memiliki ukuran tubuh yang besar dengan panjang antara 47 hingga 55 cm dan rentang sayap mencapai 105–129 cm. Burung betina umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dengan berat antara 970–1.300 gram, sementara burung jantan memiliki berat sekitar 730–990 gram. Bulu bagian atasnya berwarna cokelat, sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna cokelat pucat dengan corak garis dari dada hingga perut.

2. Hidup di padang rumput dan bermigrasi saat musim dingin

Falkon Saker
Falkon Saker (commons.wikimedia.org/Marc Haisenko)

Falkon saker hidup di habitat terbuka seperti padang rumput, stepa, dan daerah semi-gurun yang memiliki beberapa pepohonan. Wilayah penyebaran geografisnya meliputi kawasan Palearktik, mulai dari Eropa Tengah hingga wilayah Asia Timur seperti Manchuria. Sebagian populasi burung ini melakukan migrasi musiman, sedangkan sebagian lainnya menetap di wilayah yang sama sepanjang tahun.

Saat musim dingin tiba, burung dari Eropa dan Asia Barat akan berpindah ke wilayah Sahel di Afrika. Sementara itu, populasi di timur Pegunungan Altai bermigrasi ke Dataran Tinggi Qinghai-Tibet melewati wilayah Timur Tengah, Semenanjung Arab, dan Pakistan. Di wilayah Eropa, burung yang berusia muda lebih sering melakukan migrasi dibandingkan dengan burung dewasa.

3. Kecepatan terbang dapat mencapai ratusan km/jam

Falkon Saker
Falkon Saker (commons.wikimedia.org/Jerzy Strzelecki)

Burung falkon saker memiliki kemampuan terbang yang cepat. Dalam penerbangan horizontal, kecepatannya bisa mencapai 150 km/jam. Sementara itu, saat melakukan teknik menukik tajam (stooping) untuk mengejar mangsa, kecepatannya diperkirakan dapat mendekati 300 km/jam.

Kemampuan ini didukung oleh bentuk tubuh yang aerodinamis serta sayap yang lebar namun tumpul, yang memberikan keseimbangan antara kecepatan dan kelincahan. Saat berburu, burung ini lebih sering terbang rendah di atas permukaan tanah untuk mengejar mangsanya secara langsung.

4. Makanan utamanya adalah mamalia kecil dan burung lain

Falkon Saker
Falkon Saker (commons.wikimedia.org/Michael Gäbler)

Makanan utama falkon saker adalah mamalia kecil yang aktif di siang hari, seperti tupai tanah, tikus, hamster, dan pika. Di beberapa wilayah Eropa, burung ini juga sering memangsa merpati liar maupun merpati peliharaan. Selain mamalia, mereka juga memangsa burung berukuran sedang seperti ayam hutan dan jalak.

Selain berburu secara mandiri, falkon saker juga memiliki kebiasaan mengambil makanan secara paksa dari burung pemangsa lain (kleptoparasitisme), seperti dari jenis common buzzard dan common kestrel. Saat musim dingin, mereka juga memakan reptil, serangga besar, dan amfibi untuk variasi makanan.

5. Aktivitas manusia memicu penurunan populasi falkon saker di alam liar

Falkon Saker
Falkon Saker (commons.wikimedia.org/Bohuš Číčel)

Sejak tahun 2021, IUCN memasukkan falkon saker ke dalam kategori terancam punah. Jumlah populasi globalnya saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 6.100 hingga 14.900 pasangan yang produktif. Jumlah ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data tahun 1990 yang mencatat sekitar 17.400 hingga 28.800 pasangan.

Penurunan populasi ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Penyebab utamanya meliputi kasus sengatan listrik pada tiang kabel, keracunan bahan kimia pertanian, perburuan liar, serta penangkapan untuk perdagangan ilegal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More