5 Fakta Bank Swallow, Burung Migran yang Bersarang di Lubang Tebing

- Bank swallow adalah layang-layang kecil berwarna cokelat-putih dengan pita dada khas, tersebar di Amerika Utara, Eropa, dan sebagian Asia dekat perairan serta tebing berpasir.
- Burung ini bersarang koloni di lorong tebing tanah atau pasir; pasangan menggali terowongan, mengerami 4–5 telur bersama, lalu memberi makan anak dengan serangga.
- Bank swallow berburu serangga di udara dan bermigrasi jauh setiap musim; populasinya di Amerika Utara menurun sejak 1970 akibat hilangnya habitat serta berkurangnya serangga.
Bank swallow merupakan burung layang-layang berukuran kecil yang tersebar di Amerika Utara, Eropa, dan sebagian Asia. Spesies ini banyak menghuni area terbuka yang berada di dekat sungai, danau, atau tebing tanah berpasir. Seperti burung layang-layang lainnya, bank swallow menghabiskan banyak waktu terbang untuk mencari serangga.
Salah satu ciri khas bank swallow adalah kebiasaannya menggali lubang pada tebing tanah sebagai tempat bersarang dan berkembang biak. Selain itu, burung ini juga termasuk spesies migran yang berpindah antarbenua setiap tahun mengikuti pergantian musim. Yuk, simak lima fakta menarik bank swallow berikut!
1. Ciri fisik serta corak sabuk dada

Ukuran tubuh bank swallow menjadi yang paling kecil di antara keluarga burung layang-layang di Amerika Utara. Dilansir laman Audubon, burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 12–14 sentimeter, rentang sayap 25–27 sentimeter, dan bobot hanya 11–17 gram. Bulu pada bagian punggung, kepala, dan sayapnya berwarna cokelat, sedangkan bagian dagu serta perutnya berwarna putih.
Ciri yang paling mudah dikenali adalah pita berwarna cokelat yang melintang di bagian dada atas. Corak ini membedakannya dari spesies lain yang mirip, seperti Northern Rough-winged Swallow. Selain itu, bank swallow juga memiliki sayap yang panjang dan meruncing serta ekor pendek dengan sedikit lekukan pada ujungnya.
2. Bersarang di lubang tebing secara berkoloni

Bank swallow berkembang biak dengan membuat sarang di tebing tanah atau pasir yang memiliki permukaan tegak. Dilansir laman Houston Audubon, burung ini hidup dan bersarang secara berkoloni, bahkan satu dinding tebing dapat menampung hingga sekitar 2.000 sarang. Selain memanfaatkan tebing alami di tepi sungai atau danau, bank swallow juga sering bersarang di tumpukan pasir bekas tambang maupun area konstruksi.
Burung jantan dan betina bekerja sama menggali lorong menggunakan paruh, cakar, dan kibasan sayap. Panjang lorong tersebut dapat mencapai 60 hingga 150 sentimeter dengan ruang sarang di bagian ujungnya. Setelah itu, bagian dalam sarang dilapisi rumput, akar, dan bulu halus sebagai tempat meletakkan telur.
3. Siklus reproduksi dan perawatan anakan

Setelah sarang selesai dibuat, bank swallow memasuki musim berkembang biak dengan bertelur di dalam lorong tersebut. Merujuk kembali pada laman Audubon, induk betina biasanya menghasilkan 4–5 butir telur berwarna putih dalam satu kali masa bertelur. Telur kemudian dierami oleh kedua induk secara bergantian selama sekitar 14–16 hari hingga menetas.
Sesudah menetas, kedua induk terus mencari serangga untuk diberikan kepada anak-anaknya. Anak burung akan tetap berada di dalam sarang selama 18–24 hari sebelum mampu terbang. Menariknya, banyak pasangan dalam satu koloni mengerami telur pada waktu yang hampir bersamaan sehingga anak-anak burung menetas dalam periode yang berdekatan.
4. Kebiasaan berburu serangga langsung di udara

Bank swallow mencari makan dengan berburu serangga yang sedang terbang di area terbuka. Merujuk kembali pada laman Houston Audubon, burung ini biasanya berburu di atas permukaan air atau padang rumput pada ketinggian rendah hingga sekitar 15 meter. Makanannya meliputi lalat, nyamuk, kumbang, tawon, semut bersayap, ngengat, dan capung.
Saat berburu, bank swallow menangkap mangsanya langsung di udara dengan kepakan sayap yang cepat dan gerakan yang lincah. Burung ini juga kerap mencari makan dalam kelompok besar bersama spesies layang-layang lainnya. Karena bergantung pada serangga terbang, keberadaan bank swallow sangat dipengaruhi oleh kondisi ekosistem lahan basah.
5. Pola migrasi jarak jauh dan penurunan populasi

Setiap pergantian musim, bank swallow melakukan migrasi jarak jauh untuk mencari wilayah yang lebih hangat. Dilansir laman All About Birds, populasi yang berkembang biak di Amerika Utara akan terbang menuju dataran rendah Amerika Selatan saat musim dingin tiba. Menjelang keberangkatan pada akhir musim panas, burung-burung ini biasanya berkumpul dalam kelompok besar di sepanjang jalur migrasi.
Populasi bank swallow di Amerika Utara terus menurun sejak tahun 1970 dan kini termasuk spesies yang memerlukan perhatian konservasi. Penurunan tersebut berkaitan dengan berkurangnya habitat tebing alami akibat pembangunan di tepi sungai serta menurunnya populasi serangga karena penggunaan pestisida. Meski begitu, secara global bank swallow masih berstatus Least Concern menurut IUCN karena persebarannya yang luas.
Itulah lima fakta menarik bank swallow, burung migran yang dikenal dengan kebiasaannya bersarang di lubang-lubang tebing tanah. Mulai dari bentuk tubuhnya yang mungil, kemampuan menggali terowongan untuk sarang, hingga perjalanan migrasi jarak jauh, spesies ini menunjukkan cara hidup yang unik sekaligus bergantung pada kelestarian habitat alaminya.




![[QUIZ] Tebak Peristiwa Bersejarah dan Lokasinya, Bisa Menjawabnya?](https://image.idntimes.com/post/20241231/peristiwa-bersejarah-dan-lokasinya-18-360182d9f21ce347e057c02329da6742.jpg)
![[QUIZ] Tes Pengetahuan Sejarah Indonesia Masa Penjajahan Portugis](https://image.idntimes.com/post/20250320/1-191dff8881bb3fe18f3766b4bcdf5153.jpg)
![[QUIZ] Tes Pengetahuan Sejarah Indonesia Masa Penjajahan Belanda, Yakin Ingat?](https://image.idntimes.com/post/20250211/quiz-tes-pengetahuan-sejarah-indonesia-masa-penjajahan-belanda-seberapa-tahu-kamu-2-cf6a3fd6616fb710aff706f6d9932c27.jpg)












