5 Belalang Unik Berkepala Runcing, Sering Ditemukan di Padang Rumput

- Lima belalang berkepala runcing yang dibahas mencakup Sphenarium purpurascens, Acrida ungarica, Acrida cinerea, Acrida conica, dan Leptysma marginicollis.
- Habitatnya beragam, dari ladang jagung, padang rumput, savana, pertanian, hingga area lembap; persebarannya meliputi Amerika, Asia Timur, Indonesia, Papua, dan Australia.
- Sejumlah spesies menjadi hama tanaman, sementara lainnya berkamuflase atau dimanfaatkan sebagai pangan; populasi Acrida ungarica dilaporkan menurun akibat kerusakan habitat dan aktivitas manusia.
Jika kamu tinggal di desa, pasti kamu sudah tak asing dengan serangga kecil bernama belalang. Gerakannya yang gesit, lompatannya yang tinggi, dan warnanya yang hijau membuat serangga tersebut mudah dikenali. Belalang juga cukup merugikan, sebab ia menjadi hama bagi petani. Walau begitu, ternyata belalang juga merupakan serangga yang unik, lho.
Nah, salah satu keunikan yang ia miliki tercermin dari bentuk tubuhnya. Dalam hal ini, ada beberapa spesies belalang yang memiliki kepala runcing. Tentunya, hal tersebut sangat berbeda dari belalang lain yang kebanyakan memiliki kepala membulat atau mengotak. Jadi, apa kamu sudah tahu tentang belalang berkepala runcing? JIka belum, simak artikel berikut dengan seksama.
1. Belalang ladang jagung

belalang ladang jagung (commons.wikimedia.org/Juan Carlos Fonseca Mata) Seperti namanya, Sphenarium purpurascens atau belalang ladang jagung sering ditemukan ladang jagung. Lebih lanjut, penyebaran hewan ini mencakup wilayah Amerika, khususnya di Meksiko hingga Guatemala. Kepalanya runcing, badannya pendek, dan ia punya beberapa perpaduan warna seperti hijau dan cokelat. Di habitat aslinya, belalang ini menjadi hama karena sering memakan daun jagung. Uniknya, artikel di jurnal Crop Protection menjelaskan kalau masyarakat lokal sering menangkap dan memakannya. Selain rasanya yang lezat, penangkapan tersebut dilakukan dalam upaya membasmi hewan ini.
2. Belalang kepala kerucut

belalang kepala kerucut (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp) Tak cuma kepala yang runcing, hewan dengan nama ilmiah Acrida ungarica ini juga sangat unik. Pertama, ia memiliki antena yang lurus dan memanjang. Kemudian, badannya juga sangat ramping, memanjang, dan kaki belakangnya juga panjang. Perpaduan warnanya juga unik, yaitu cokelat dan hijau. Nah, kedua warna tersebut bisa ia gunakan untuk bersembunyi dan berkamuflase.
Dilansir European Locust and Their Ecology, belalang kepala kerucut sering ditemukan di area kering seperti steppe, savana, dan padang rumput. Terkadang, ia juga ditemukan di semak-semak dan pegunungan. Sayangnya, populasi serangga ini mulai menurun akibat kerusakan habitat dan aktivitas manusia. Terakhir, ia memiliki dua subspesies, yaitu Acrida ungarica mediterranea dan Acrida ungarica ungarica.
3. Belalang kepala panjang oriental

belalang kepala panjang oriental (commons.wikimedia.org/masaki ikeda) Acrida cinerea atau belalang kepala panjang oriental bisa ditemukan di Cina, Korea, Jepang, hingga Indonesia. Dilansir Picture Insect, habitat hewan ini mencakup lapangan, padang rumput, dan area pertanian. Ukurannya juga cukup besar dengan panjang mencapai 5 centimeter. Walau begitu, belalang kepala panjang oriental memiliki gerakan yang lambat dan cukup mudah ditangkap.
Di masa lalu, hewan ini merupakan komoditas pangan yang populer. Selain itu, ia juga sering dijadikan makanan bagi hewan ternak seperti ayam dan unggas lain. Pasalnya, serangga ini sangat bergizi dan bisa memacu perkembangan hewan ternak. Sama seperti belalang lain, belalang ini sangat suka memakan rumput dan dedaunan. Alhasil, ia menjadi hama minor dan sering dibasmi oleh petani.
4. Belalang wajah miring besar

belalang wajah miring besar (commons.wikimedia.org/Ursina Gringer) Dilansir Atlas of Living Australia, Acrida conica atau belalang wajah miring besar hanya bisa ditemukan di Pulau Papua dan Australia. Dalam hal ini, habitatnya mencakup rerumputan dan pinggiran hutan yang tidak terlalu lebat. Ukurannya memang cukup besar dengan panjang mencapai 8.5 centimeter. Namun, warna cokelat, hijau, dan badannya yang ramping membuatnya bisa berkamuflase dengan sangat baik dan sulit dideteksi. Berbeda dari belalang lain, belalang ini bukan hama yang merugikan dan jarang dibasmi oleh para petani.
5. Belalang ramping

belalang ramping (commons.wikimedia.org/Judy Gallagher) Belalang asli Amerika Serikat dan Meksiko ini punya nama ilmiah Leptysma marginicollis. Dilansir iNaturalist, belalang ramping punya kepala yang runcing, datar, dan antena yang bentuknya mirip seperti pedang. Biasanya, hewan ini punya tubuh berwarna cokelat dan kuning. Gak cuma itu, populasinya juga cukup melimpah. Tak seperti belalang lain di daftar ini, belalang ramping sangat suka hidup di area lembap dan area dengan vegetasi yang rapat. Terakhir, musim kawinnya berlangsung pada bulan April.
Selain perawakannya yang tak biasa berkat kepala runcing, belalang-belalang tersebut juga memiliki keunikan tersendiri. Bayangkan saja, ada yang ukurannya besar, pandai berkamuflase, bahkan ada yang bisa ditemukan di Indonesia. Nah, semua hal tersebut menunjukan kalau belalang merupakan serangga yang eksotis. Jadi, ada kalanya kita harus melindungi dan melestarikan eksistensi belalang.




















