#SEO 5 Bahaya Kucing Bisa Terkena Panleu, Penyebab Kematian Mendadak

- Panleukopenia atau panleu disebabkan FPV, mudah menular lewat kontak serta benda tercemar cairan tubuh, dan terutama menyerang anak kucing atau kucing yang belum divaksin.
- Infeksi dapat melemahkan imun dan merusak saluran cerna, memicu demam, lemas, hilang nafsu makan, muntah berulang, diare parah, hingga luka pada saluran pencernaan.
- Pada kucing hamil, virus berisiko menyebabkan keguguran, cacat, atau kematian janin; pada anak kucing, infeksi dapat memicu ataksia dan kematian mendadak.
Apa itu penyakit panleu? Panleukopenia kucing adalah penyakit viral yang sangat mudah menyerang. Penyebab penyakit panleu pada kucing yaitu feline panleukopenia virus (FPV) atau feline distemper. Beberapa gejala panleukopenia pada kucing yaitu peningkatan suhu, muntah, penurunan nafsu makan, serta bulunya kusam.
Penyakit panleu pada kucing mudah menginfeksi anak kucing atau kucing yang belum divaksin. Virus tahan banting ini menyebar lewat kontak langsung dan melalui benda yang terkontaminasi feses, urine, dan cairan tubuh kucing terinfeksi.
Sayangnya, panleukopenia pada kucing belum ditemukan obatnya hingga saat ini. Pengobatan panleu bertujuan untuk mengurangi gejala penyakit. Mengapa bahaya kucing yang terinfeksi panleu? Berikut penjelasannya.
1. Cacat dan kematian janin di dalam kandungan

ilustrasi induk kucing dan anaknya (pexels.com/Samer Daboul) Virus panleukopenia memerlukan tempat yang aman untuk berkembang biak. Induk kucing yang hamil tidak terlepas dari sasaran empuk virus ini. Selama masa kehamilan, induk bisa menularkan penyakit panleukopenia ke anak kucing.
Penyebaran virus melewati plasenta induk kucing ke janin selama kehamilan. Kondisi induk kucing dapat melemah karena serangan panleu. Janin bisa keguguran, cacat, atau mati di dalam induk kucing. Kucing hamil yang mengalami virus panleukonia perlu perawatan intensif.
2. Sistem kekebalan tubuh melemah

ilustrasi kucing yang lemas (pexels.com/xian dazonem) Salah satu tempat favorit virus panleukopenia yaitu sistem kekebalan tubuh kucing. Mereka membelah diri dengan cepat pada jaringan limfoid. Hal ini menekan aktivitas kekebalan tubuh.
Infeksi virus menekan populasi sel darah putih pada sumsum tulang, kelenjar getah bening, dan sirkulasi darah. Efeknya sistem darah putih menurun drastis dan tubuh kucing tidak bisa melawan virus. Kucing akan merasakan deman dan lemas sebagai efek imunitas yang melemah.
3. Gangguan sistem pencernaan

ilustrasi gangguan sistem pencernaan (pexels.com/Nadejda Bostanova) Kucing tidak mau makan, muntah berulang, atau diare parah ketika sakit panleu. Ciri khas tersebut umum terjadi karena virus membelah diri di saluran cerna kucing. Virus panleukopenia bisa masuk ke tubuh kucing melalui makanan yang terkontaminasi.
Saluran pencernaan kucing menjadi sarang nyaman untuk virus panleukopenia beraktivitas. Mereka aktif bereproduksi hingga sel-sel epitel terhambat regenerasi dan menciptakan luka di saluran cerna.
4. Sindrom ataksia kucing

ilustrasi sindrom ataksia kucing (pexels.com/Nothing Ahead) Sindrom ataksia kucing bukan suatu penyakit tunggal, tetapi kumpulan gejala akibat permasalahan sistem saraf pusat. Infeksi FPV menyebar ke dalam serebelum atau otak kecil kucing. Akibatnya sel Purkinje terinfeksi dan memengaruhi perkembangan sistem saraf pusat.
Ataksia adalah gangguan keseimbangan yang dipengaruhi oleh kelainan pada otak akibat penyakit atau cidera saraf. Gejala ataksia pada kucing yaitu hilang keseimbangan, kepala bergoyang ke kanan kiri, mudah jatuh, dan cara berjalan berbeda dari kucing lain
5. Kematian mendadak pada anak kucing

ilustrasi anak kucing (pexels.com/Ludvig Hedenborg) Beberapa faktor yang memengaruhi kesembuhan kucing setelah terserang panleukopenia yaitu usia, riwayat kesehatan, derajat keparahan penyakit, serta kecepatan perawatan dokter hewan. Penyakit panleu sangat berbahaya pada anak kucing. Jika kucing terinfeksi panleu segera dibawa ke dokter, maka mereka semakin cepat memperoleh pengobatan yang tepat.
Anak kucing sangat berbahaya terinfeksi FPV, terutama yang belum memperoleh vaksin. Apabila anak kucing di bawah lima bulan, mereka memiliki risiko tinggi kematian mendadak. Anak kucing tidak dapat melawan virus panleukopenia karena sistem kekebalan tubuh belum berkembang sempurna.
Bahaya kucing bisa terkena panleu karena penyakit ini gampang menular dan menyebabkan beragam penyakit baru pada kucing. Anak kucing dapat mengalami kematian mendadak setelah terinfeksi panleu. Cara pencegahan penyakit panleu yaitu vaksinasi kucing dan menjaga kebersihan kandangnya.


![[QUIZ] Perbedaan Kucing Anggora dan Persia, Bisa Mengenalinya?](https://image.idntimes.com/post/20241114/kuis-perbedaan-kucing-anggora-dan-persia-bisa-mengenalinya-2-437e81de7c6c22941735e6424fe7785b.jpg)

















