5 Fakta Mengejutkan Kecoak Jerman, Sudah Menyebar ke Seluruh Dunia

- Kecoak Jerman berukuran 1,3–1,6 sentimeter, berwarna cokelat muda, berantena panjang, dan memiliki sayap; spesies ini berbeda jauh ukurannya dari kecoak Amerika.
- Meski namanya Kecoak Jerman, artikel menyebut asalnya Ethiopia dan sebelumnya mendiami Asia Tenggara. Kini, spesies ini ditemukan hampir di seluruh dunia.
- Kecoak Jerman bergantung pada permukiman manusia, menjadi hama yang dapat mengganggu dan menyebarkan penyakit. Pola makan luas serta reproduksi cepat membuat populasinya sulit dikendalikan.
Jika membahas serangga paling mengganggu, mungkin kecoak menjadi salah satu yang terpikirkan di olehmu. Bagaimana tidak, serangga kecil tersebut memiliki bau yang tidak sedap, bisa merusak perabotan, bahkan mampu menyebarkan penyakit. Kecoak juga sangat adaptif, bahkan bisa hidup di area yang tercemar. Nah, Blattella germanica atau kecoak jerman jadi salah satu kecoak paling merugikan.
Pertama, penyebarannya sudah meluas hingga ke seluruh dunia. Ia memang kecil, namun hewan tersebut bisa hidup di berbagai tipe habitat. Reproduksinya juga sangat cepat dan hal tersebut membuatnya sangat sulit dibasmi. Gak cuma itu, kecoak jerman juga bisa memakan apapun. Lebih lanjut, kali ini kita akan mengulik hewan tersebut secara rinci dan mendalam.
1. Kecoak kecil sepanjang 1 centimeter

kecoak jerman (inaturalist.org/Ty) Sebenarnya, kecoak jerman merupakan kecoak berukuran kecil. Dilansir BugGuide, panjang hewan ini hanya sekitar 1.3 - 1.6 centimeter. Tentunya, ukuran tersebut sangat berbeda dari spesies kecoak lain seperti kecoak amerika yang panjangnya bisa mencapai 5 centimeter. Walau kecil, ciri fisik kecoak jerman tak jauh berbeda dari spesies kecoak lain. Pertama, ia memiliki badan yang datar dan ujung badan yang membulat. Kemudian, ia memiliki tubuh berwarna cokelat muda, antena yang panjang, dan sepasang sayap yang bisa digunakan untuk terbang.
2. Tidak berasal dari Jerman

kecoak jerman (inaturalist.org/Peter Wilson) Walau bernama kecoak jerman, namun serangga ini tidak berasal dari negara tersebut, lho. Awalnya, para ahli mengira kalau kecoak jerman berasal dari Eropa. Namun, setelah dilakukan penelitian mendalam terungkap fakta kalau hewan ini sebenarnya berasal dari Afrika bagian utara, tepatnya dari negara Ethiopia. Uniknya, sebelum menginjakan kaki di Afrika kecoak ini sudah lebih dulu mendiami Asia Tenggara.
Nah, sekarang penyebaran kecoak jerman sudah sangat menyebar. Dilansir GBIF, saat ini kecoak jerman bisa dijumpai hampir di seluruh penjuru dunia. Mau itu, Amerika, Afrika, Asia, Eropa, hingga Australia semuanya bisa dihuni oleh serangga ini. Kemungkinan, penyebarannya yang luas tersebut ada hubungannya dengan aktivitas manusia seperti pelayaran, penjelajahan, dan perdagangan.
3. Jadi hama yang mengganggu di area pemukiman

kecoak jerman (inaturalist.org/Owen Gale) Biasanya, kecoak bisa hidup di berbagai tipe habitat, mau itu hutan, sawah, kebun, hingga perkotaan. Uniknya, laman askifas menjelaskan kalau kecoak jerman hanya bisa hidup di area pemukiman. Dalam hal ini, kehidupan kecoak jerman sangat bergantung pada kehidupan dan aktivitas manusia. Maka dari itu, ia tak bisa hidup di alam liar dan hanya bisa hidup di area pemukiman yang padat akan aktivitas manusia.
Sayangnya, kecoak ini merupakan hama yang merugikan. Ia bisa merusak perabotan, mengganggu manusia, bahkan mampu menyebarkan penyakit. Di banyak kesempatan, kecoak jerman sering terlihat di selokan, sela-sela sempit, bahkan masuk ke dalam rumah. Untuk membasmi dan mencegah kehadiran kecoak ini, kamu bisa menggunakan pestisida dan selalu jaga kebersihan rumah.
4. Bisa memakan pasta gigi dan sabun

kecoak jerman (inaturalist.org/toddbarbosa) Dilansir Animal Diversity Web, kecoak jerman merupakan omnivor atau pemakan segala. Biasanya, ia sangat suka memakan sisa-sisa makanan manusia, tanaman yang sudah membusuk, daging-dagingan, dan makanan yang manis. Karena kebiasaan makannya tersebut, kecoak ini kerap terlihat di tempat sampah atau gorong-gorong yang kotor. Tak cuma itu, bahkan kecoak jerman juga bisa memakan sabun, lem, dan pasta gigi. Tentunya, hal tersebut sangat aneh karena biasanya ketiga bahan tersebut bisa meracuni hewan lain.
5. Mampu bereproduksi dengan sangat cepat

kecoak jerman (inaturalist.org/adremix) Laman iNaturalist menjelaskan kalau reproduksi kecoak jerman lebih cepat dari spesies kecoak lain yang ada di area pemukiman. Karenanya, ia sangat sulit dibasmi, mampu menghasilkan keturunan dalam waktu singkat, dan populasinya terus meroket. Pertumbuhannya juga cepat, bahkan kecoak ini bisa tumbuh dewasa hanya dalam waktu sekitar 50 - 60 hari. Uniknya, saat sedang mengandung telur abdomen dari individu betina akan membesar. Selama hidupnya, kecoak ini juga akan mengalami beberapa kali pergantian kulit.
Di balik ukuran kecilnya, ternyata kecoak jerman merupakan hewan yang gak bisa diremehkan. Bayangkan saja, ia bisa mengganggu manusia, berbahaya, bahkan bisa hidup dan menyebar hingga ke seluruh dunia. Maka dari itu, kamu gak boleh meremehkan kecoak jerman. Jika menjumpainya, kamu harus segera membasminya sebelum ia berkembang biak dan memberikan efek negatif.




















