Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Basilika St. Maria Trastevere, Gereja Kuno di Roma

Mengenal Basilika St. Maria Trastevere, Gereja Kuno di Roma
potret fasad Basilika St. Maria Trastevere, Roma (commons.wikimedia.org/NateBergin)
Intinya Sih
  • Basilika St. Maria Trastevere di Roma merupakan salah satu tempat ibadah resmi awal komunitas Kristiani, didedikasikan bagi Bunda Maria, dan berstatus minor basilica.
  • Bangunan yang berakar pada abad ke-4 ini dibangun kembali pada abad ke-12, memadukan arsitektur Romanesque, Romawi kuno, serta 22 pilar granit dari Pemandian Caracalla.
  • Basilika menonjol lewat mosaik emas abad ke-12–13, dekorasi fasad dan interior, serta lantai Cosmatesque; terbuka gratis setiap hari pukul 07.30–20.30.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Basilica di Santa Maria in Trastevere atau yang lebih dikenal dengan nama Basilika St. Maria Trastevere, Roma adalah salah satu gereja kuno dan bersejarah di Kota Roma, Italia. Gereja bersejarah tersebut berlokasi di wilayah administratif (Rione) Trastevere, Kota Roma. Menurut laman Italian Tourism Official Website, Basilika St. Maria Trastevere kemungkinan adalah salah satu tempat ibadah resmi pertama komunitas umat Kristiani di Roma.

Sebagaimana nama basilika yang disandangnya, gereja ini juga memiliki status kehormatan sebagai gereja basilika atau minor basilica. Dalam khazanah gereja Katolik Roma, minor basilica adalah status kehormatan yang diberikan oleh Takhta Suci Vatikan kepada sejumlah bangunan gereja Katolik di seluruh dunia karena signifikansi historis, budaya, spiritual dan perannya sebagai pusat peribadatan umat. Gereja dengan status basilika memiliki hak istimewa khusus seperti menampilkan simbol Kepausan kunci bersilang (papal insignia) di eksteriornya.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai gereja yang menjadi salah satu gereja pertama di Roma yang didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria, ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Bangunan gereja awal berasal dari awal abad ke-4 M

Sejarah Basilika St. Maria Trastevere dapat ditelusuri hingga awal abad ke-4 M. Dilansir laman Turismo Roma, menurut kisah tradisi basilika ini mulai dibangun oleh Paus Callistus I pada abad ke-3 M dan diselesaikan oleh St. Julius I pada tahun 340 atau abad ke-4 M. Prasasti yang ditemukan di gereja ini menunjukkan bahwa gereja ini adalah salah satu gereja pertama di Roma selain Basilika Kepausan St. Maria Maggiore yang juga didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria, Ibunda Yesus Kristus. Bunda Maria adalah salah satu tokoh wanita utama dalam sejarah Kekristenan yang sangat dihormati utamanya oleh umat Katolik.

Dalam perjalanan waktu Basilika St. Maria Trastevere dibangun kembali selama masa Kepausan Paus Innosentius II di abad ke-12, dan didekorasi serta direstorasi kembali oleh Paus Clement XI pada tahun 1702 dan oleh Paus Pius IX pada tahun 1870 tanpa melakukan perubahan besar pada konstruksi gereja yang telah ada hingga menjadi bangunan yang dapat dilihat saat ini.

2. Memiliki perpaduan arsitektur Romanesque dan Romawi kuno

gambar sketsa Basilika St. Maria Trastevere dan bangunan di sekitarnya yang dibuat oleh arsitek Giovanni Battista Falda pada abad ke-17
gambar sketsa Basilika St. Maria Trastevere dan bangunan di sekitarnya yang dibuat oleh arsitek Giovanni Battista Falda pada abad ke-17 (commons.wikimedia.org/Giovanni Battista Falda)

Basilika St. Maria Trastevere ini dibangun dengan perpaduan gaya arsitektur abad pertengahan yakni: Romanesque dan arsitektur Romawi kuno. Fitur-fitur arsitektur Romanesque di basilika ini seperti fasad dan struktur dinding eksteriornya menggunakan dinding batu bata tebal khas abad pertengahan yang menjadi ciri khas teknik bangunan Romawi di abad ke-12. Kemudian terdapat menara lonceng gereja khas abad ke-12 yang terbuat dari konstruksi batu bata, berdiri menjulang tinggi di samping bangunan utama yang menampilkan deretan jendela lengkung di bagian atasnya.

Basilika ini juga masih mempertahankan arsitekur kuno basilikanya (basilica layout). Menurut Britannica, dalam arsitektur, "basilika" merujuk pada sejumlah bangunan besar publik beratap di Romawi kuno dan Italia pra-Kristen yang digunakan untuk pasar, gedung pengadilan, tempat berjalan beratap dan balai pertemuan. Memiliki struktur berdinding persegi panjang dengan aula yang membentang dari ujung ke ujung serta diapit oleh lorong samping yang dipisahkan oleh deretan kolom atau pilar besar. Meski dalam perjalanan waktu Basilika St. Maria Trastevere telah mengalami renovasi dan restorasi besar namun sejumlah layout basilika kuno tersebut masih tetap dipertahankan.

3. Terdapat 22 buah pilar granit yang berasal dari bangunan pagan

potret kolom atau pilar granit kuno di dalam interior Basilika St. Maria Trastevere yang berasal dari bangunan pagan Romawi kuno
potret kolom atau pilar granit kuno di dalam interior Basilika St. Maria Trastevere yang berasal dari bangunan pagan Romawi kuno (commons.wikimedia.org/Carlos Teixidor Cadenas)

Salah satu fakta menarik dari Basilika St. Maria Trastevere ini adalah sejumlah kolom atau pilar granit kuno di bagian interiornya berasal dari bangunan pagan Romawi kuno yang dikenal dengan nama Baths of Caracalla atau Pemandian Caracalla. Menurut laman Rome, terletak di dekat jalan Appia, Baths of Caracalla adalah salah satu pemandian umum terbesar dan paling mengesankan yang dibangun pada era Romawi kuno. Dibangun antara tahun 212 hingga 216 M di bawah arahan Kaisar Caracalla, Baths of Caracalla adalah salah satu kompleks pemandian air panas terbesar dan paling spektakuler di zaman kuno. Tak hanya sebagai kompleks pemandian, tempat ini dilengkapi dengan perpusatakaan dan fasilitas kuil-kuil pagan untuk rakyatnya.

Sejumlah sumber informasi sejarah menuliskan, 22 pilar batu granit kuno bergaya Ionic dan Corinthian tersebut diambil dari situs Baths of Caracalla selama renovasi dan restorasi gereja secara besar-besaran antara tahun 1140 hingga 1143 sebagai spoila atau penggunaan material bangunan yang didaur ulang dari struktur bangunan Romawi kuno untuk dipakai pada bangunan atau untuk tujuan dekoratif baru. Ke-22 pilar granit tersebut memisahkan bagian tengah gereja (nave) dari lorong-lorongnya.

4. Memiliki ornamen dekorasi indah di eksterior dan interiornya

potret mosaik emas dari abad ke-12 dan ke-13 yang memesona di bagian apse gereja
potret mosaik emas dari abad ke-12 dan ke-13 yang memesona di bagian apse gereja (commons.wikimedia.org/Krzysztof Golik)

Sebagai sebuah gereja kuno dan bersejarah, Basilika St. Maria Trastevere, Roma ini terkenal memiliki ornamen dekorasi yang indah. Sebagaimana diinformasikan dalam laman Liturgical Arts Journal, terdapat dekorasi pahatan di serambi fasad yang mencakup penggambaran Bunda Maria yang sedang mengasuh bayi Yesus Kristus dengan diapit oleh 10 orang Santa yang memegang lentera. Serambi tersebut dihiasi pula dengan 4 patung pahatan yang menggambarkan: St.Callixtus, St. Cornelius, St. Julius dan St. Calepodius, yang relikuinya ada di dalam gereja. Di bagian interiornya terdapat ciborium magnum atau atap megah bertiang yang berdiri di atas altar yang menunjukkan tempat paling suci di altar. Ciborium magnum tersebut sebenarnya berasal dari abad ke-19 tetapi terintegrasi dengan harmonis ke dalam struktur bangunan yang lebih kuno.

Salah satu daya tarik utama dari basilika ini adalah ornamen mosaik emasnya yang berasal dari abad ke-12 dan ke-13 di bagian apse gerejanya. Mosaik-mosaik tersebut menggambarkan kisah-kisah dari Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Terdapat penggambaran Nabi Yesaya yang memegang teks nubuat yang menubuatkan kelahiran Yesus Kristus. Terdapat pula mosaik Yesus Kristus yang sedang bertakhta dan Bunda Maria serta penggambaran yang mewakili 12 rasul Yesus Kristus. Mosaik abad pertengahan di Basilika St. Maria Trastevere tersebut terbuat dari potongan-potongan material berwarna yang disebut tesserae yang terdiri dari kaca berwarna, batu alam dan lembaran emas murni (gold leaf) yang dilebur ke kaca.

5. Memiliki pola dekorasi lantai ikonik

potret interior Basilika St. Maria Trastevere dengan pola dekorasi lantai ikonik bergaya Cosmatesque
potret interior Basilika St. Maria Trastevere dengan pola dekorasi lantai ikonik bergaya Cosmatesque (commons.wikimedia.org/Nate Bergin)

Salah satu fitur ikonik di Basilika St. Maria Trastevere ini adalah dekorasi lantai ikoniknya yang dikenal dengan gaya Cosmatesque. Menurut laman Britannica, gaya Cosmatesque adalah gaya tatahan batu marmer dan material kaca berwarna abad pertengahan dalam bentuk segitiga dan persegi panjang yang diatur menjadi sebuah pola geometris yang indah sebagai penutup lantai atau pilar.

Gaya ini dikembangkan selama abad ke-12 dan ke-13 oleh keluarga pengrajin Romawi Cosmati dan menjadi yang paling dikenal karena menghiasi lantai, dinding dan pilar gereja bersejarah di Roma. Beberapa contoh basilika yang menggunakan dekorasi lantai ikonik ini adalah Basilika Agung St. Yohanes Lateran dan Basilika Kepausan St. Maria Maggiore.

Basilika St. Maria Trastevere ini dibuka untuk umum dengan jam operasional setiap hari dari pukul 07.30 hingga 20.30 dan gratis untuk semua pengunjung. Gereja ini masih aktif digunakan untuk tempat peribadatan sehingga pengunjung diwajibkan untuk tenang dan memakai pakaian yang sopan saat mengunjunginya. Bagaimana apakah kamu tertarik untuk mengunjungi gereja bersejarah ini jika nanti kamu ada kesempatan untuk berwisata ke Kota abadi: Roma?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More