Kebun anggur unik di kawasan La Geria, Spanyol, di atas tanah vulkanik hitam. (pexels.com/Arnika Jesiolowski)
Dilansir Terra Cultura, saat meletus, gunung berapi melepaskan lava, abu vulkanik, dan pecahan batuan yang akan mendingin membentuk endapan mineral baru. Batuan baru ini awalnya tampak tandus, padahal sudah mengandung banyak unsur kimia penting seperti kalium, kalsium, magnesium, fosfor, dan besi. Nutrisi penting ini akan terkunci di dalam mineral vulkanik dan baru keluar secara bertahap saat batuan mulai hancur.
Abu vulkanik yang partikelnya sangat halus ikut berperan mempercepat proses pelapukan batuan tersebut. Partikel halus ini meningkatkan permukaan kontak dengan air sehingga batuan lebih cepat hancur dan menyatu dengan bumi. Hasilnya, setelah mengalami pelapukan selama beberapa tahun, tanah yang tercampur abu vulkanik atau tanah andosol ini menjadi sangat subur untuk pertanian. Tapi, abu vulkanik tetap bisa merusak tanaman dalam jangka pendek jika tidak segera dibersihkan.
Meskipun abu vulkanik memiliki dampak positif bagi kesuburan tanah di masa depan, bahaya langsungnya terhadap kesehatan dan keselamatan tetap tidak boleh diabaikan. Selalu siapkan masker, lindungi mata serta sumber air bersih, dan terus ikuti imbauan resmi dari pihak berwenang saat terjadi bencana erupsi di sekitar kamu.