Referensi
BBC SkyAtNightMagazine. Diakses pada September 2026. Why the Moon Sometimes Looks Orange
Biology Insights. Diakses pada September 2026. Why Does the Moon Look Orange Near the Horizon?
CentralOregonWeather. Diakses pada September 2026. Why Is the Moon Orange Tonight? Smoke, Haze, and Moonrise
EL PAÍS. Diakses pada September 2026. Why Does the Moon Sometimes Look Large and Orange?
The iPaper. Diakses pada September 2026. Why is the Moon Orange? Here’s What Can Cause the Moon to Have the Red Hue It Displayed Last Night
Kenapa Bulan Bisa Terlihat Berwarna Oranye?

- Bulan tampak oranye saat dekat horizon karena cahayanya menempuh jalur atmosfer lebih panjang, sehingga warna biru lebih banyak terhamburkan.
- Asap, debu, abu vulkanik, dan polusi dapat memperkuat dominasi warna merah-oranye, bahkan ketika Bulan sudah cukup tinggi di langit.
- Saat gerhana Bulan total, atmosfer Bumi membelokkan cahaya Matahari berwarna merah-oranye ke Bulan; warna Bulan sebenarnya tidak berubah.
Bulan umumnya terlihat putih keabu-abuan ketika bersinar di langit malam. Namun, pada waktu tertentu, benda langit ini bisa tampak kekuningan, oranye, bahkan merah. Warnanya yang berbeda dari biasanya tentu membuat siapa pun yang melihatnya bertanya-tanya.
Menariknya, perubahan warna tersebut bukan karena Bulan benar-benar berubah. Ada peran atmosfer Bumi yang membuat cahaya Bulan terlihat berbeda ketika sampai ke mata kita. Lantas, kenapa Bulan bisa terlihat berwarna oranye? Berikut penjelasannya.
1. Bulan tampak oranye saat berada di dekat horizon
Salah satu waktu paling umum untuk melihat Bulan berwarna oranye adalah ketika Bulan baru terbit atau menjelang terbenam. Pada saat itu, posisinya masih sangat rendah dan dekat dengan horizon.
Ketika berada di posisi tersebut, cahaya Bulan harus menempuh perjalanan yang lebih panjang melewati atmosfer Bumi dibandingkan saat Bulan berada tinggi di langit. Artinya, cahaya akan berinteraksi dengan lebih banyak molekul dan partikel di atmosfer sebelum akhirnya sampai ke mata kita.
Perjalanan panjang ini membuat sebagian warna dalam cahaya Bulan tersebar. Akibatnya, warna yang tersisa dan lebih banyak mencapai mata adalah warna dengan nuansa kuning, oranye, dan merah. Inilah yang membuat Bulan tampak seperti bola jingga yang bersinar di dekat horizon.
Efek serupa sebenarnya juga terjadi pada Matahari. Itulah alasan Matahari sering terlihat oranye atau merah ketika terbit dan terbenam.
2. Mengapa atmosfer Bumi bisa mengubah warna bulan
Cahaya Bulan sebenarnya merupakan pantulan cahaya Matahari. Ketika cahaya tersebut melewati atmosfer Bumi, molekul-molekul udara akan menghamburkan sebagian cahaya.
Proses ini disebut Rayleigh scattering atau penghamburan Rayleigh. Cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek, seperti biru dan ungu, lebih mudah dihamburkan dibandingkan cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang, seperti merah dan oranye.
Ketika Bulan berada dekat horizon, cahaya harus melewati atmosfer dalam jarak yang lebih jauh. Semakin panjang jalurnya, semakin banyak pula cahaya biru yang tersebar sebelum mencapai pengamat.
Hasil akhirnya, cahaya yang terlihat lebih didominasi warna kuning, oranye, dan merah. Jadi, atmosfer Bumi sebenarnya sedang bertindak seperti filter yang mengubah penampakan cahaya Bulan.
3. Asap dan debu bisa membuat Bulan makin jingga

ilustrasi bulan (unsplash.com/Richard Lin) Selain posisi Bulan, kondisi udara juga dapat memengaruhi warnanya. Keberadaan asap, debu, abu vulkanik, atau polusi dalam jumlah banyak bisa membuat Bulan terlihat lebih oranye atau bahkan kemerahan.
Partikel-partikel tambahan di atmosfer dapat memengaruhi perjalanan cahaya sehingga warna biru semakin banyak tersebar atau terserap. Akibatnya, warna merah dan oranye menjadi lebih dominan.
Itulah sebabnya Bulan terkadang tetap terlihat jingga meskipun sudah cukup tinggi di langit. Misalnya, ketika terjadi kebakaran hutan, asap yang berada di atmosfer dapat membuat Bulan tampak berwarna oranye kemerahan sepanjang malam.
Warna yang terlihat juga bisa berbeda-beda, mulai dari kuning pucat, jingga, tembaga, hingga merah gelap. Semuanya bergantung pada jumlah dan jenis partikel yang ada di atmosfer.
4. Gerhana Bulan total menyebabkan bulan tampak merah
Gerhana Bulan total merupakan salah satu kondisi yang bisa membuat Bulan terlihat sangat merah atau oranye. Fenomena ini sering disebut sebagai blood moon atau Bulan darah.
Gerhana Bulan total terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Posisi tersebut membuat Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi sehingga cahaya Matahari tidak dapat langsung menyinari permukaannya.
Meskipun begitu, bukan berarti Bulan benar-benar kehilangan cahaya. Sebagian cahaya Matahari masih melewati atmosfer Bumi di sekitar tepi planet. Atmosfer kemudian membelokkan cahaya tersebut menuju permukaan Bulan.
Dalam proses ini, cahaya biru lebih banyak tersebar, sedangkan warna merah dan oranye lebih banyak bertahan. Cahaya tersebut kemudian menerangi Bulan sehingga permukaannya tampak merah tembaga atau oranye gelap.
Warna yang muncul saat gerhana juga dipengaruhi kondisi atmosfer Bumi. Semakin banyak debu atau partikel di atmosfer, Bulan dapat terlihat semakin gelap dan merah.
5. Jadi, apakah Bulan sebenarnya berubah warna
Jawabannya, tidak. Bulan tidak tiba-tiba berubah warna menjadi oranye atau merah. Perubahan warna yang kita lihat merupakan efek dari perjalanan cahaya melalui atmosfer Bumi.
Ketika Bulan berada dekat horizon, cahaya harus melewati atmosfer yang lebih tebal sehingga warna biru lebih banyak tersebar dan Bulan terlihat oranye. Asap, debu, serta polusi dapat memperkuat efek tersebut. Sementara itu, saat gerhana Bulan total, cahaya Matahari yang telah melewati atmosfer Bumi membuat Bulan tampak merah atau jingga.
Jadi, kalau suatu malam Bulan terlihat berwarna oranye, kamu sebenarnya sedang menyaksikan bagaimana atmosfer Bumi memengaruhi cahaya yang datang dari Bulan. Bukan Bulan yang berganti warna, melainkan cara mata kita menerima cahaya tersebut yang berubah.









![[QUIZ] Kami Tahu Hewan Apa yang Paling Kamu Takuti](https://image.idntimes.com/post/20190228/demilked-com-c139839be2dbdd19ffc2c923dd9b1848.jpg)
![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok Jadi Anak IPA, IPS atau Bahasa? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20190620/825389503-9de309549f24d09a573e0889e51f4a47.jpg)









