Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Bedanya Sesar Aktif dan Sesar yang Sudah Tidak Aktif?

Apa Bedanya Sesar Aktif dan Sesar yang Sudah Tidak Aktif?
ilustrasi gempa bumi (unsplash.com/Jose Antonio Gallego Vázquez)
  • Sesar aktif pernah bergerak dalam masa geologi relatif baru dan berpotensi bergeser lagi, melepaskan energi yang dapat memicu gempa bumi.
  • Sesar tidak aktif tidak menunjukkan pergerakan dalam periode geologi panjang sehingga potensi gempanya lebih rendah, tetapi bukan berarti mustahil aktif kembali.
  • Status sesar ditentukan lewat bukti geologi, paleoseismologi, gempa kecil, dan geodesi; hasilnya penting untuk mitigasi serta perencanaan infrastruktur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sesar merupakan salah satu struktur geologi yang berperan dalam terjadinya gempa bumi. Struktur ini terbentuk ketika terdapat rekahan atau zona lemah pada kerak Bumi yang mengalami pergeseran akibat tekanan dari dalam Bumi.

Namun, tidak semua sesar memiliki tingkat aktivitas yang sama. Ada sesar yang masih mengalami pergerakan dan berpotensi menjadi sumber gempa, sementara ada pula sesar yang sudah tidak menunjukkan pergerakan dalam waktu yang sangat lama. Lantas, apa perbedaan sesar aktif dan sesar yang sudah tidak aktif?

  1. 1. Apa yang dimaksud dengan sesar aktif?

    Sesar aktif adalah sesar yang pernah mengalami pergerakan dalam masa geologi yang relatif baru dan masih memiliki kemungkinan untuk bergerak kembali. Pergerakan tersebut dapat terjadi ketika tekanan yang bekerja pada kerak Bumi sudah cukup besar untuk memicu pergeseran batuan di sepanjang bidang sesar.

    Salah satu dampaknya adalah gempa bumi. Ketika energi yang tersimpan akibat tekanan dilepaskan secara tiba-tiba, getaran dapat merambat melalui kerak Bumi dan dirasakan sebagai gempa.

    Tidak ada batas waktu yang benar-benar berlaku secara universal untuk menentukan apakah sebuah sesar tergolong aktif. Dalam pemetaan bahaya gempa, sesar yang pernah bergerak dalam sekitar 10.000 tahun terakhir atau sejak periode Holosen sering dianggap aktif. Namun, dalam kajian tertentu, rentang waktu hingga sekitar 125.000 tahun terakhir juga dapat digunakan untuk menilai aktivitas tektonik jangka panjang.

  2. 2. Apa itu sesar yang sudah tidak aktif?

    Sesar yang sudah tidak aktif adalah sesar yang tidak menunjukkan bukti pergerakan dalam periode geologi yang panjang. Pergerakannya mungkin berhenti sejak ribuan hingga jutaan tahun lalu sehingga saat ini dianggap memiliki kemungkinan lebih rendah untuk menghasilkan gempa.

    Meski begitu, istilah “tidak aktif” bukan berarti sesar tersebut benar-benar tidak mungkin bergerak lagi. Kondisi tektonik dapat berubah dan menyebabkan tekanan kembali terakumulasi di sekitar sesar tertentu.

    Karena itu, sesar lama tetap perlu dipahami dalam konteks kondisi geologi wilayahnya. Status tidak aktif menunjukkan rendahnya aktivitas saat ini, bukan jaminan bahwa sesar tersebut akan selamanya tidak bergerak.

  3. 3. Bagaimana cara mengetahui sesar masih aktif?

    ilustrasi gempa bumi
    ilustrasi gempa bumi (pexels.com/Doruk)

    Ahli geologi dan seismologi menggunakan berbagai bukti untuk mengetahui apakah sebuah sesar masih aktif. Salah satunya adalah melihat adanya pergeseran pada lapisan sedimen atau bentuk permukaan Bumi yang masih relatif muda.

    Bukti lain dapat ditemukan melalui penelitian paleoseismologi, misalnya dengan menggali parit pada lokasi tertentu untuk melihat jejak gempa dan pergeseran tanah yang pernah terjadi. Aktivitas gempa-gempa kecil di sepanjang jalur sesar juga dapat menjadi petunjuk adanya aktivitas tektonik.

    Selain itu, perubahan bentuk kerak Bumi dapat dipantau menggunakan teknologi geodesi. Data tersebut membantu peneliti mengetahui apakah suatu wilayah masih mengalami deformasi akibat pergerakan lempeng atau tekanan tektonik.

  4. 4. Apa ciri sesar yang sudah tidak aktif?

    Sesar yang sudah tidak aktif umumnya tidak menunjukkan bukti pergerakan dalam waktu geologi yang relatif baru. Jejak sesar mungkin masih terlihat pada batuan, tetapi struktur tersebut hanya berkaitan dengan deformasi yang terjadi pada masa lalu.

    Salah satu petunjuknya adalah sesar hanya memengaruhi lapisan batuan yang sudah tua dan tidak memotong atau menggeser lapisan yang lebih muda. Tidak adanya aktivitas gempa yang berkaitan dengan sesar tersebut juga dapat menjadi pertimbangan.

    Namun, penentuan status sesar tidak cukup hanya berdasarkan apakah permukaannya terlihat atau tidak. Dibutuhkan penelitian geologi dan seismologi untuk memahami sejarah serta kondisi sesar secara lebih menyeluruh.

  5. 5. Mengapa sesar aktif perlu diwaspadai?

    Perbedaan status sesar penting dalam menilai potensi bahaya gempa di suatu wilayah. Sesar aktif dapat menjadi salah satu sumber gempa di masa mendatang sehingga keberadaannya perlu dipertimbangkan dalam perencanaan wilayah dan pembangunan infrastruktur.

    Bangunan, jembatan, bendungan, serta fasilitas penting yang berada di wilayah dengan potensi aktivitas sesar perlu dirancang dengan mempertimbangkan risiko gempa. Informasi mengenai lokasi dan karakter sesar juga dapat digunakan untuk menentukan langkah mitigasi yang sesuai. Dengan mengetahui keberadaan sesar aktif, masyarakat dan pemerintah dapat memiliki gambaran yang lebih baik mengenai potensi bahaya serta mempersiapkan langkah pengurangan risiko.

  6. 6. Apakah sesar tidak aktif berarti aman sepenuhnya?

    ilustrasi gempa bumi
    ilustrasi gempa bumi (pexels.com/Doruk Aksel Anıl )

    Belum tentu. Sesar yang sudah lama tidak bergerak memang umumnya memiliki potensi gempa yang lebih rendah dibandingkan sesar yang masih aktif, tetapi kondisi tersebut tidak berarti risikonya selalu nol.

    Dalam kondisi tertentu, perubahan tekanan tektonik dapat memengaruhi sesar lama dan berpotensi mengaktifkannya kembali. Aktivitas manusia tertentu, seperti perubahan tekanan fluida di bawah permukaan, juga dapat memengaruhi kondisi tegangan pada batuan di sekitar sesar dalam situasi tertentu. Oleh sebab itu, istilah aktif dan tidak aktif sebaiknya dipahami sebagai bagian dari penilaian risiko geologi, bukan sebagai label “berbahaya” dan “aman” secara mutlak.

  7. 7. Perbedaan sesar aktif dan tidak aktif

    Secara sederhana, perbedaan keduanya terutama terletak pada sejarah pergerakan dan kemungkinan aktivitas di masa depan. Sesar aktif masih menunjukkan bukti pergerakan yang relatif baru dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk kembali bergerak.

    Sementara itu, sesar yang sudah tidak aktif tidak menunjukkan pergerakan dalam waktu geologi yang panjang sehingga potensi aktivitasnya dinilai lebih rendah. Meski demikian, keduanya tetap perlu dikaji berdasarkan kondisi geologi masing-masing wilayah.

    Pada akhirnya, klasifikasi sesar membantu para ahli menilai potensi bahaya gempa dan menentukan langkah mitigasi yang sesuai. Dengan informasi tersebut, pembangunan dan perencanaan wilayah dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geologi setempat.

    Referensi

    Paleoseismicity.org. Diakses pada September 2026. Active and Inactive Faults
    PHIVOLCS. Diakses pada September 2026. Earthquake Hazards 
    Safe Rack. Diakses pada September 2026. Active and Inactive Faults 
    Science Notes. Diakses pada September 2026. Faults in Geology – Definition, Types, and Impacts

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More