Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Al Jahili Fort, Benteng Gurun Ikonik di UEA

5 Fakta Al Jahili Fort, Benteng Gurun Ikonik di UEA
Al Jahili Fort (commons.wikimedia.org/Ansari M Joshi)
Intinya Sih
  • Al Jahili Fort di Al Ain dibangun akhir abad ke-19 oleh Sheikh Zayed bin Khalifa Al Nahyan sebagai simbol kekuatan dan perlindungan bagi oasis serta wilayah sekitarnya.
  • Benteng ini dibuat dari bahan alami seperti lumpur, tanah liat, jerami, dan kayu palem yang menjaga suhu tetap sejuk serta menyatu dengan lanskap gurun.
  • Menjadi ikon arsitektur UEA, Al Jahili Fort meraih International Architecture Award 2010 berkat restorasi yang memadukan material tradisional dan teknologi modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Al Jahili Fort merupakan salah satu benteng terkenal di Uni Emirat Arab (UEA). Benteng yang berada di Al Ain ini dibangun pada akhir abad ke-19 untuk melindungi kawasan oasis dan wilayah sekitarnya. Hingga kini, Al Jahili Fort masih dikenal sebagai salah satu bangunan bersejarah penting di kawasan gurun UEA.

Selain memiliki sejarah panjang, Al Jahili Fort juga menyimpan berbagai fakta unik. Mulai dari ukuran benteng yang besar, bahan bangunan tradisional, hingga menara pengawas khas gurun yang menjadi ciri utamanya. Benteng ini juga pernah mendapat penghargaan arsitektur internasional. Yuk, simak lima fakta menarik tentang Al Jahili Fort berikut ini.

1. Salah satu benteng terbesar di UEA

Al Jahili Fort dikenal sebagai salah satu benteng terbesar di Uni Emirat Arab.
Al Jahili Fort dikenal sebagai salah satu benteng terbesar di Uni Emirat Arab. (commons.wikimedia.org/Dr. Norbert Heidenbluth)

Benteng yang berdiri di kota Al Ain ini dibangun pada akhir abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1891 hingga 1898. Al Jahili Fort dikenal sebagai salah satu benteng terbesar di Uni Emirat Arab. Bangunan ini didirikan oleh Sheikh Zayed bin Khalifa Al Nahyan sebagai simbol kekuatan keluarga penguasa Abu Dhabi, sekaligus tempat tinggal saat musim panas.

Pada awalnya, kompleks ini hanya terdiri dari bangunan berbentuk persegi dengan dinding tinggi dan sebuah menara bundar empat lantai. Seiring waktu, fungsi benteng ini terus berkembang, mulai dari tempat tinggal keluarga kerajaan hingga sempat menjadi markas militer pasukan Inggris pada tahun 1950-an. Kini, Al Jahili Fort telah berubah menjadi pusat sejarah yang menegaskan pentingnya wilayah Al Ain di UEA.

2. Dibangun untuk melindungi oasis dan pohon kurma

Al Jahili Fort dibangun untuk melindungi oasis dan perkebunan kurma di Al Ain.
Al Jahili Fort dibangun untuk melindungi oasis dan perkebunan kurma di Al Ain. (commons.wikimedia.org/ZI Jony)

Al Jahili Fort dibangun bukan hanya sebagai benteng pertahanan militer, tetapi juga untuk melindungi oasis Al Ain dan perkebunan kurma di sekitarnya. Pada masa itu, oasis memiliki peran yang sangat krusial karena menjadi sumber air dan kehidupan bagi masyarakat gurun. Karena itulah, wilayah subur ini harus dijaga dengan ketat dari ancaman luar maupun konflik antarsuku.

Benteng ini sengaja dibangun di lokasi yang sangat strategis. Keberadaan Al Jahili Fort menjadi bukti sejarah nyata tentang bagaimana masyarakat UEA di masa lalu berjuang dan bekerjasama demi melindungi sumber daya alam yang menopang kehidupan mereka.

3. Terbuat dari lumpur, tanah liat, dan jerami

dinding Al Jahili Fort dibuat dari bata lumpur yang dicampur jerami dan tanah liat.
dinding Al Jahili Fort dibuat dari bata lumpur yang dicampur jerami dan tanah liat. (commons.wikimedia.org/ZI Jony)

Al Jahili Fort dibangun menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar gurun. Dinding benteng dibuat dari bata lumpur yang dicampur jerami agar lebih kuat dan tahan lama. Beberapa bagian bangunan juga diperkuat menggunakan kayu pohon palem. Material tradisional ini memberikan warna keemasan alami yang membuat bangunan tampak menyatu dengan lanskap gurun di sekitarnya.

Penggunaan bahan alami tersebut bukan tanpa alasan. Dinding benteng sengaja dibuat sangat tebal agar suhu di dalam bangunan tetap terasa lebih sejuk meski cuaca gurun sangat panas pada siang hari. Teknik bangunan seperti ini menunjukkan bagaimana masyarakat pada masa itu mampu menyesuaikan arsitektur dengan kondisi alam di sekitarnya.

4. Memiliki menara pengawas khas gurun

menara bundar Al Jahili Fort menjadi ciri khas arsitektur benteng gurun di UEA.
menara bundar Al Jahili Fort menjadi ciri khas arsitektur benteng gurun di UEA. (commons.wikimedia.org/Dr. Norbert Heidenbluth)

Selain dindingnya yang megah, Al Jahili Fort memiliki menara pengawas melingkar yang menjadi struktur paling ikonik. Menara bundar ini memiliki empat tingkatan yang semakin ke atas ukurannya semakin mengecil. Desain melingkar ini sengaja dibuat agar para penjaga dapat memantau area gurun dari berbagai arah.

Menara pengawas ini juga dibuat untuk mendukung sistem pertahanan benteng. Beberapa bagian menara memiliki celah jendela sempit yang digunakan para penjaga untuk mengawasi keadaan di luar. Bentuk celah tersebut membantu para penjaga melihat area sekitar dengan lebih aman saat terjadi ancaman. Sampai saat ini, menara Al Jahili Fort masih menjadi salah satu bagian paling ikonik dari benteng ini.

5. Pemenang penghargaan arsitektur internasional

Al Jahili Fort memenangkan penghargaan arsitektur internasional pada tahun 2010.
Al Jahili Fort memenangkan penghargaan arsitektur internasional pada tahun 2010. (commons.wikimedia.org/Mathewkurianp)

Al Jahili Fort pernah memenangkan International Architecture Award pada tahun 2010. Penghargaan bergengsi tersebut diberikan oleh Chicago Athenaeum Museum of Architecture and Design bersama European Centre for Architecture Art Design and Urban Studies. Al Jahili Fort terpilih di antara puluhan proyek arsitektur dari berbagai negara di dunia.

Penghargaan ini diberikan setelah Al Jahili Fort dipugar tanpa menghilangkan material tradisional seperti bata lumpur dan kayu palem. Benteng ini juga menggunakan teknologi modern, seperti pipa air dingin di dalam dinding, agar suhu ruangan tetap sejuk. Berkat perpaduan tersebut, Al Jahili Fort dikenal sebagai bangunan bersejarah yang tetap relevan di era modern.

Al Jahili Fort bukan hanya menjadi saksi sejarah di tengah gurun UEA, tetapi juga menunjukkan bagaimana masyarakat masa lalu mampu membangun benteng yang kuat, fungsional, dan penuh nilai budaya. Dari fungsi pertahanannya hingga arsitekturnya yang unik, Al Jahili Fort menjadi salah satu warisan bersejarah paling ikonik di Uni Emirat Arab hingga sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More