Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Anne Frank, Remaja Penulis Buku Harian Paling Menggetarkan

5 Fakta Anne Frank, Remaja Penulis Buku Harian Paling Menggetarkan
Anne Frank (commons.wikimedia.org/Marcel Antonisse / Anefo)
Intinya Sih
  • Anne Frank, remaja Yahudi kelahiran Jerman yang tumbuh di Belanda, menulis buku harian saat bersembunyi dari Nazi dan menggambarkan ketakutan serta harapan di tengah perang.
  • Setelah tertangkap pada 1944, Anne wafat di kamp konsentrasi Bergen-Belsen pada usia 15 tahun, sementara ayahnya Otto Frank menjadi satu-satunya anggota keluarga yang selamat.
  • Otto menerbitkan buku harian Anne yang kini mendunia, dan rumah persembunyian mereka di Amsterdam dijadikan museum untuk mengenang nilai kemanusiaan serta bahaya kebencian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Nama Anne Frank selalu identik dengan kisah keberanian seorang remaja di tengah kekejaman perang. Lewat catatan hariannya, dunia bisa melihat potret ketakutan, harapan, dan pemikiran yang jauh melampaui usianya. Di balik sosoknya yang dikenal luas, ada banyak fakta yang membuat kisah hidupnya terasa semakin menggetarkan dan relevan hingga hari ini.

Buku hariannya bukan sekadar catatan pribadi, tetapi dokumen sejarah yang membuka mata tentang dampak kebencian dan diskriminasi. Tulisan-tulisannya menunjukkan bahwa suara seorang remaja pun mampu mengguncang dunia. Kisahnya terus dibaca lintas generasi dan menjadi pengingat tentang pentingnya kemanusiaan. Yuk, kenali lebih dalam fakta-fakta tentang Anne Frank yang kisahnya terus hidup dalam ingatan dunia!

1. Lahir di Jerman dan tumbuh di Belanda

Anne Frank
Anne Frank (commons.wikimedia.org/Unknown photographer)

Anne Frank lahir pada 12 Juni 1929 di Frankfurt, Jerman, dalam keluarga Yahudi yang terdidik. Masa kecilnya semula berjalan normal hingga situasi politik berubah drastis dengan naiknya rezim Nazi di Jerman. Kebijakan diskriminatif terhadap orang Yahudi membuat keluarganya memutuskan pindah ke Amsterdam, Belanda, demi keselamatan.

Di Amsterdam, Anne sempat menikmati kehidupan sekolah yang relatif tenang sebelum pendudukan Nazi meluas ke Belanda. Perubahan situasi politik membuat keluarganya kembali menghadapi ancaman serius. Perpindahan tempat tinggal ini menjadi awal dari perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian dan tekanan psikologis.

2. Menulis buku harian saat bersembunyi

buku Anne Frank
buku Anne Frank (commons.wikimedia.org/Diego Delso / Anne Frank)

Pada tahun 1942, Anne menerima buku harian sebagai hadiah ulang tahun ke-13. Tak lama setelah itu, keluarganya terpaksa bersembunyi di sebuah ruangan rahasia di belakang kantor ayahnya di Amsterdam. Tempat persembunyian ini dikenal sebagai Secret Annex, lokasi yang menjadi saksi bisu pemikiran mendalam seorang remaja.

Selama lebih dari dua tahun, Anne menuliskan perasaan, ketakutan, dan refleksi tentang kehidupan dalam keterbatasan. Ia menulis dengan gaya yang jujur, kritis, dan penuh empati terhadap sesama penghuni persembunyian. Catatan tersebut kemudian dikenal dunia sebagai The Diary of a Young Girl, salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah literatur perang.

3. Tertangkap dan wafat di kamp konsentrasi

ilustrasi batu nisan Anne Frank
ilustrasi batu nisan Anne Frank (commons.wikimedia.org/Christian Michelides)

Pada Agustus 1944, tempat persembunyian Anne dan keluarganya terbongkar. Mereka ditangkap oleh otoritas Nazi dan kemudian dipindahkan ke berbagai kamp konsentrasi. Peristiwa ini menjadi titik balik tragis dalam hidup Anne yang sebelumnya masih menyimpan harapan besar tentang masa depan.

Anne akhirnya wafat di kamp konsentrasi Bergen-Belsen pada awal 1945, di usia 15 tahun. Bergen-Belsen menjadi lokasi akhir kehidupannya yang singkat namun bermakna. Kisah ini menjadi simbol betapa brutalnya perang dan betapa berharganya setiap kehidupan manusia.

4. Bukunya diterbitkan oleh sang ayah

buku Anne Frank
buku Anne Frank (commons.wikimedia.org/Rodrigo Galindez)

Dari seluruh anggota keluarga yang bersembunyi, hanya ayahnya, Otto Frank, yang selamat dari kamp konsentrasi. Setelah perang usai, ia menemukan kembali catatan harian Anne yang diselamatkan oleh salah satu penolong mereka. Membaca tulisan putrinya menjadi pengalaman emosional yang sangat mendalam baginya.

Otto Frank kemudian memutuskan untuk menerbitkan buku tersebut agar dunia mengetahui suara dan pemikiran Anne. Sejak pertama kali diterbitkan, buku ini diterjemahkan ke puluhan bahasa dan dibaca jutaan orang di seluruh dunia. Keputusan tersebut membuat kisah Anne melampaui batas waktu dan geografi.

5. Rumah persembunyian kini menjadi museum

Anne Frank House
Anne Frank House (commons.wikimedia.org/Ank Kumar)

Bangunan tempat Anne bersembunyi di Amsterdam kini dikenal sebagai Anne Frank House dan dijadikan museum. Tempat ini menjadi salah satu destinasi sejarah paling penting di Belanda. Banyak pengunjung datang untuk merasakan langsung suasana ruang sempit yang dulu dihuni selama bertahun-tahun.

Museum ini bukan sekadar ruang pamer, tetapi ruang refleksi tentang toleransi dan kemanusiaan. Setiap sudutnya mengingatkan bahwa kebencian dapat menghancurkan kehidupan yang penuh potensi. Kehadiran museum ini memastikan bahwa suara Anne tetap terdengar dan gak pernah tenggelam oleh waktu.

Kisah Anne Frank adalah bukti bahwa tulisan mampu melampaui batas usia dan zaman. Catatan hariannya menyuarakan harapan di tengah ketakutan yang luar biasa. Fakta-fakta tentang hidupnya mengingatkan bahwa keberanian bisa hadir bahkan dalam ruang sempit penuh ancaman. Membaca dan memahami kisahnya berarti menjaga ingatan tentang sejarah agar tragedi serupa gak terulang kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More