5 Fakta Kucing Tortoiseshell, Pola Warnanya Dipengaruhi Kromosom X

- Pola hitam-jingga tortoiseshell diatur gen pada kromosom X; inaktivasi acak salah satu kromosom X sejak perkembangan awal membentuk area warna berbeda.
- Tortoiseshell hampir selalu betina karena membutuhkan dua kromosom X. Jantan sangat langka dapat berpola serupa bila memiliki susunan kromosom XXY dan umumnya steril.
- Setiap tortoiseshell memiliki susunan warna unik akibat inaktivasi X yang acak. Berbeda dengan calico, area putihnya dikendalikan oleh gen lain.
Kucing tortoiseshell dikenal melalui perpaduan warna hitam dan jingga yang membentuk pola tidak beraturan pada bulunya. Pola tersebut bukan sekadar variasi warna biasa, karena kemunculannya berkaitan dengan cara kromosom X mengatur warna. Mekanisme genetik ini juga membuat tortoiseshell hampir selalu ditemukan pada kucing betina.
Keunikan tortoiseshell tidak berhenti pada kombinasi warnanya. Proses yang terjadi pada kromosom X sejak tahap awal perkembangan dapat menghasilkan susunan warna yang berbeda pada setiap kucing. Berikut sejumlah fakta yang menjelaskan bagaimana pola khas tersebut dapat terbentuk.
1. Pola tortoiseshell berkaitan dengan kromosom X

Kucing tortoiseshell (unsplash.com/Justin Lauria) Menurut Merck Veterinary Manual, warna hitam dan jingga pada kucing tortoiseshell berkaitan dengan gen warna bulu yang berada pada kromosom X. Kucing betina memiliki dua kromosom X, sehingga satu dapat membawa informasi warna hitam dan lainnya warna jingga. Kombinasi ini membuat kedua warna dapat muncul pada satu tubuh.
University of California, Davis menjelaskan bahwa pola tersebut berkaitan dengan inaktivasi kromosom X. Pada tahap awal perkembangan, salah satu dari dua kromosom X dalam setiap sel dimatikan secara acak. Sel dan keturunannya lalu mempertahankan pilihan tersebut, sehingga terbentuk kelompok rambut dengan warna berbeda.
2. Hampir semua tortoiseshell adalah betina

Kucing tortoiseshell (pexels.com/Elizabeth Iris) Merck Veterinary Manual menyebut kucing tortoiseshell hampir selalu berjenis kelamin betina karena pola hitam dan jingga memerlukan dua kromosom X. Kucing jantan umumnya memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y, sehingga tidak memiliki dua salinan kromosom X untuk menghasilkan kombinasi tersebut. Karena itu, jarang sekali ada tortoiseshell jantan.
Cats Protection menjelaskan bahwa kucing jantan biasanya hanya memiliki satu kromosom X, sehingga umumnya hanya dapat membawa pola jingga atau tidak jingga. Agar pola tortoiseshell muncul pada jantan, diperlukan kromosom tambahan sehingga terdapat dua kromosom X. Kondisi seperti ini sangat jarang terjadi.
3. Setiap pola bulu bisa terlihat berbeda

Kucing tortoiseshell (unsplash.com/Andy Holmes) Inaktivasi kromosom X berlangsung secara acak pada tahap awal perkembangan. Ketika sebuah kromosom X dinonaktifkan dalam suatu sel, sel hasil pembelahannya mempertahankan keadaan tersebut. Akibatnya, kelompok sel dapat menghasilkan rambut yang mengikuti informasi warna dari kromosom X yang tetap aktif.
Proses itu membuat batas dan ukuran area hitam serta jingga tidak memiliki susunan yang seragam pada setiap kucing. University of California, Davis bahkan menjelaskan bahwa dua kucing yang secara genetik identik dapat memiliki pola yang berbeda akibat proses inaktivasi X. Prinsip yang sama membantu menjelaskan keragaman pola tortoiseshell.
4. Tortoiseshell jantan dapat memiliki kromosom XXY

Kucing tortoiseshell (pexels.com/Daniil Kondrashin) Meskipun sangat langka, kucing tortoiseshell jantan sebenarnya bisa lahir karena memiliki kelebihan kromosom. Susunan kromosom XXY memungkinkan gen warna pada dua kromosom X menghasilkan kombinasi hitam dan jingga. Kondisi ini berbeda dari susunan kromosom jantan yang biasanya hanya memiliki satu X dan satu Y.
Veterinary Genetics Laboratory dari UC Davis juga mendokumentasikan kucing jantan dengan dua kromosom X dan satu Y yang menunjukkan pola tortoiseshell. Keberadaan kromosom X tambahan berkaitan dengan kondisi kromosom yang disebut sindrom Klinefelter pada kucing. Karena mengalami kelainan kromosom, kucing jantan dengan pola warna ini umumnya bersifat steril.
5. Warna putih kucing calico berasal dari gen yang berbeda

Kucing calico (unsplash.com/Andreas Jabusch) Menurut Merck Veterinary Manual, warna putih pada kucing calico dan tortoiseshell berasal dari gen yang berbeda dari gen warna hitam dan jingga. Warna putih pada kucing calico sebenarnya diatur oleh gen yang berbeda. Perbedaan gen inilah yang membuat sebaran warna pada kucing calico dan tortoiseshell tidak pernah sama.
Pada tortoiseshell, warna hitam dan jingga menjadi ciri pola bulu, sedangkan calico memiliki area putih. Merck menjelaskan bahwa kebutuhan dua kromosom X berkaitan dengan warna hitam dan jingga, sementara warna putih dikendalikan gen lain. Jadi, pola tiga warna tidak hanya ditentukan oleh mekanisme pada kromosom X.
Pola tortoiseshell memperlihatkan bagaimana susunan kromosom dapat memengaruhi penampilan bulu kucing. Dua kromosom X memungkinkan warna hitam dan jingga muncul melalui proses inaktivasi X yang berlangsung secara acak pada perkembangan awal. Sementara itu, keberadaan warna putih pada calico melibatkan mekanisme genetik yang berbeda sehingga pola tortoiseshell dan calico dapat dibedakan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





![[QUIZ]Pilih Batu Kristal Ini, Kami Tebak Seberapa Menyenangkan Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20221101/pexels-mikhail-nilov-6932084-34ad38a2ffe93ff890d5524b702be458-e03bee3c9a58e880a05daed3dcc87574.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kucingmu Pintar? Cari Tahu Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240912/apakah-kucing-pintar-800649d5b1db2e2d2e7ceeadc3a26252.jpg)










![[QUIZ] Pilih Lukisan Ini, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20250421/pexels-mikegles-30489641-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-34b0e0336ca6850c474ecaf83728c913.jpg)



