5 Fakta Red Headed Weaver, Burung Penenun Kepala Merah dari Afrika

- Red-headed Weaver jantan dapat tampil dengan kepala, leher, dada, dan punggung merah terang saat berkembang biak, sedangkan betina berwarna lebih kusam.
- Burung ini tersebar luas di Afrika sub-Sahara, menghuni sabana akasia, hutan terbuka, woodland, bushveld, serta area berpohon dan semak.
- Jantan menenun sarang mirip botol terbalik selama dua hingga tiga minggu; betina bertelur dua hingga empat butir, lalu kedua induk memberi makan anaknya.
Red-headed Weaver (Anaplectes rubriceps) merupakan burung dari keluarga Ploceidae yang memiliki penampilan mencolok. Burung jantan pada beberapa populasi dapat memiliki kepala, leher, dan bagian dada berwarna merah terang, sementara betinanya cenderung berwarna lebih kusam. Perbedaan penampilan tersebut membuat burung ini cukup mudah dikenali ketika sedang berada di antara pepohonan dan semak.
Red-headed Weaver memiliki persebaran yang luas di kawasan Afrika sub-Sahara. Habitatnya mencakup sabana akasia, hutan terbuka, woodland, bushveld, serta kawasan yang ditumbuhi pepohonan dan semak. Yuk, kita telusuri lima fakta menarik Red-headed Weaver, burung penenun kepala merah dari Afrika ini!
1. Jantannya memiliki kepala berwarna merah mencolok

burung anaplectes rubriceps (inaturalist.org/lourie__) Ciri paling khas Red-headed Weaver terdapat pada bulu jantannya ketika memasuki masa berkembang biak. Dilansir Birds4Africa, kepala, leher, tenggorokan, dada, dan bagian atas punggung jantan dapat berwarna merah terang, sedangkan sayap dan ekornya memiliki warna yang lebih gelap dengan tepian kekuningan. Paruhnya juga memiliki warna merah muda hingga jingga kemerahan yang semakin memperkuat penampilannya.
Betina Red-headed Weaver terlihat jauh lebih sederhana dibandingkan jantan. Warna tubuhnya cenderung kuning zaitun, cokelat, atau kekuningan sehingga lebih mudah menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Perbedaan warna antara jantan dan betina tersebut juga membuat penampilan spesies ini cukup beragam, terutama karena terdapat beberapa bentuk geografis dengan pola tubuh yang berbeda.
2. Persebarannya sangat luas di Afrika

burung anaplectes rubriceps (inaturalist.org/Kian Frassek) Red-headed Weaver termasuk burung yang memiliki wilayah persebaran cukup luas di Afrika. Avibase menyebutkan bahwa populasinya ditemukan dari kawasan Afrika Barat dan Sahel hingga Afrika Timur, kemudian berlanjut ke sejumlah wilayah Afrika bagian tengah dan selatan. Wilayah persebarannya mencakup negara-negara sepert Senegal, Ghana, Nigeria, Ethiopia, Uganda, Kenya, Zambia, Zimbabwe, Namibia, Botswana, Mozambik, dan Afrika Selatan.
Habitat yang ditempatinya juga cukup beragam meskipun umumnya berupa lingkungan yang memiliki pepohonan dan semak. Burung ini dapat ditemukan di woodland berdaun lebar, miombo, bushveld, serta sabana yang didominasi akasia. Keberadaan berbagai tipe habitat tersebut membantu menjelaskan mengapa Red-headed Weaver dapat ditemukan di wilayah Afrika yang sangat luas.
3. Sering mencari makanan sambil bergelantungan

burung anaplectes rubriceps (inaturalist.org/Liam Huber) Red-headed Weaver memiliki pola mencari makan yang menarik karena tidak hanya bergerak di atas ranting secara normal. Dilansir Oiseaux.net, burung ini dapat bergelantungan pada ranting atau dedaunan sambil memeriksa bagian bawah daun dan celah-celah pada vegetasi untuk menemukan mangsa. Gerakan tersebut membantunya menjangkau serangga yang mungkin tersembunyi di tempat yang sulit dijangkau burung lain.
Makanan utamanya terdiri atas berbagai jenis serangga dan artropoda kecil. Kumbang, belalang, mantis, serangga Hemiptera, serta rayap termasuk beberapa mangsa yang dapat dimakannya, sementara laba-laba juga dapat diambil langsung dari jaringnya. Selain hewan kecil, Red-headed Weaver juga dapat mengonsumsi biji, buah, dan buah beri sehingga pola makannya tidak sepenuhnya bergantung pada serangga.
4. Memiliki sarang berbentuk seperti botol terbalik

burung anaplectes rubriceps (inaturalist.org/Philip Faure) Sebagai burung penenun, Red-headed Weaver dikenal memiliki kemampuan membuat sarang dari berbagai bahan tumbuhan. Sarangnya memiliki bentuk menyerupai botol terbalik dengan sebuah lorong masuk yang memanjang dan mengarah ke bawah. Struktur tersebut membuat sarang Red-headed Weaver terlihat berbeda dari banyak sarang burung lain yang hanya berupa anyaman sederhana.
BirdForum menyebutkan bahwa sarang biasanya digantung pada ranting pohon atau vegetasi merambat dengan ketinggian sekitar 1,5 hingga 15 meter dari permukaan tanah. Bahan yang digunakan dapat berupa ranting lentur, batang tipis, rumput, serta daun yang dianyam oleh burung jantan. Menariknya, sarang juga terkadang ditemukan pada struktur buatan manusia seperti tiang, kabel listrik, atau bagian bangunan.
5. Jantannya membangun sarang sebelum betina bertelur

burung anaplectes rubriceps (inaturalist.org/Tom Field) Pembuatan sarang merupakan bagian penting dari perilaku reproduksi Red-headed Weaver. Burung jantan bertugas membangun sarang dan dapat menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk menyelesaikan sebuah konstruksi. Pada beberapa kondisi, seekor jantan bahkan dapat membuat beberapa sarang di sekitar sarang pertama sebelum akhirnya salah satunya dipilih oleh betina.
Setelah betina menerima sarang tersebut, bagian dalamnya dapat dilapisi dengan bahan yang lebih lembut seperti serat tumbuhan, kulit kayu, bulu, rumput kering, atau daun. Betina biasanya menghasilkan dua hingga empat telur, dengan tiga telur sebagai jumlah yang umum, kemudian mengeraminya selama sekitar 12 hingga 13 hari. Anak-anak burung selanjutnya diberi makan oleh kedua induknya dan biasanya meninggalkan sarang ketika berusia sekitar 17 hari.
Red-headed Weaver memperlihatkan bagaimana burung penenun tidak hanya menarik karena kemampuan membuat sarang. Warna merah mencolok pada jantan, kebiasaan mencari makan sambil bergelantungan, serta bentuk sarangnya yang menyerupai botol terbalik membuat spesies ini memiliki sejumlah karakter unik. Dengan persebaran luas di Afrika dan kemampuan memanfaatkan beragam habitat berkayu, Red-headed Weaver menjadi salah satu burung penenun yang menarik untuk dikenali.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Kamu Akan Jadi Ras Kucing Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250512/pexels-cottonbro-6869635-489819b0c9f6cdefe4be148ca2c50336-3356bb90edbb266fc103ede6161cd043.jpg)









![[QUIZ]Pilih Batu Kristal Ini, Kami Tebak Seberapa Menyenangkan Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20221101/pexels-mikhail-nilov-6932084-34ad38a2ffe93ff890d5524b702be458-e03bee3c9a58e880a05daed3dcc87574.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kucingmu Pintar? Cari Tahu Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240912/apakah-kucing-pintar-800649d5b1db2e2d2e7ceeadc3a26252.jpg)




