Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Giant Weta, Serangga Terberat di Dunia dari Selandia Baru
Giant weta (flickr.com/Jake Osborne)
  • Little Barrier Island giant weta betina tercatat berbobot 71 gram pada 2011, menjadikannya serangga terberat terverifikasi; panjangnya dapat mencapai 11 sentimeter dengan rentang kaki lebih dari 17,5 sentimeter.
  • Wētāpunga merupakan serangga endemik Selandia Baru yang kini hanya bertahan di Hauturu-o-Toi atau Little Barrier Island, setelah persebarannya menyusut dari sejumlah wilayah asal.
  • Giant weta aktif malam hari, hidup menyendiri, dan mayoritas memakan tumbuhan; kerusakan habitat serta pemangsaan mamalia pendatang membatasi populasinya pada pulau lepas pantai atau kawasan perlindungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Giant weta merupakan kelompok serangga berukuran besar yang hanya ditemukan di Selandia Baru. Salah satu spesiesnya, Little Barrier Island giant weta dengan nama ilmiah Deinacrida heteracantha, dikenal sebagai salah satu serangga terbesar dan terberat yang pernah tercatat. Ukurannya yang tidak biasa membuat hewan ini tampak berbeda dari kebanyakan serangga yang umumnya berukuran jauh lebih kecil.

Giant weta juga memiliki kehidupan yang cukup unik dibandingkan banyak serangga lain. Hewan ini aktif pada malam hari, hidup menyendiri, dan sebagian besar memakan tumbuhan. Di balik ukurannya yang mencolok, keberadaannya kini sangat terbatas sehingga kisah giant weta juga berkaitan erat dengan upaya konservasi di Selandia Baru.

1. Bobotnya bisa mencapai 71 gram

Giant weta (flickr.com/Jake Osborne)

Menurut Guinness World Records, seekor betina Little Barrier giant weta memiliki bobot terverifikasi 71 gram pada 2011. Spesimen tersebut ditemukan di Little Barrier Island, sebuah pulau di lepas pantai Pulau Utara Selandia Baru. Bobot tersebut tercatat pada betina yang sedang mengandung telur.

Angka tersebut membuat spesimen itu tercatat sebagai serangga dengan bobot terberat yang telah diverifikasi. Guinness World Records juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa kumbang yang memiliki bobot tinggi, tetapi angka 70 hingga 100 gram yang sering disebut untuk kumbang Goliath berlaku pada tahap larva. Sementara itu, kumbang dewasa memiliki bobot yang lebih rendah.

2. Giant weta hanya ditemukan di Selandia Baru

Giant weta (unsplash.com/Iris Wood)

Menurut Department of Conservation Selandia Baru, wētāpunga merupakan serangga berukuran sangat besar yang unik bagi Selandia Baru. Untuk spesies wētāpunga, keberadaannya kini hanya bertahan di Hauturu-o-Toi atau Little Barrier Island. Wilayah tersebut menjadi habitat terakhir bagi spesies ini.

Pada masa lalu, wētāpunga memiliki persebaran yang lebih luas di wilayah Northland, Auckland, dan Great Barrier Island. Department of Conservation menjelaskan bahwa kerusakan habitat serta pemangsaan oleh hewan asing menyebabkan spesies tersebut menghilang dari sebagian besar wilayah asalnya.

3. Ukurannya bisa mencapai 11 sentimeter

Giant weta (commons.wikimedia.org/Sid Mosdell)

Giant weta bukan hanya memiliki bobot yang besar, tetapi juga dapat mencapai ukuran tubuh yang mencolok. Guinness World Records mencatat Little Barrier Island giant weta sebagai spesies weta terbesar, dengan panjang maksimum hingga 11 sentimeter jika bagian ovipositor pada betina ikut dihitung. Rentang kakinya juga dapat melebihi 17,5 sentimeter.

Weta sendiri termasuk dalam ordo Orthoptera yang juga mencakup belalang dan jangkrik. Menurut Guinness World Records, kelompok weta terdiri dari sekitar 70 spesies yang seluruhnya terbatas di Selandia Baru. Bentuk tubuhnya memiliki kemiripan dengan perpaduan antara jangkrik dan kecoak.

4. Aktif pada malam hari dan lebih banyak memakan tumbuhan

Giant weta (commons.wikimedia.org/Shaun Lee)

Berdasarkan penjelasan Department of Conservation, wētāpunga biasanya bersembunyi pada siang hari di antara dedaunan mati. Tempat persembunyiannya dapat berupa pelepah pakis pohon, daun palem nīkau, atau pohon kubis. Ketika malam tiba, serangga ini keluar dan bergerak di pepohonan maupun permukaan tanah.

Giant weta juga termasuk hewan yang sebagian besar memakan tumbuhan dan cenderung hidup menyendiri. Department of Conservation menyebut wētāpunga dewasa hanya hidup sekitar enam hingga sembilan bulan. Selama masa tersebut, betina menghasilkan beberapa kelompok telur yang diletakkan di tanah lunak pada lantai hutan.

5. Ukurannya besar, tetapi populasinya menghadapi ancaman

Giant weta (commons.wikimedia.org/jokertrekker)

Besarnya tubuh tidak membuat wētāpunga terbebas dari ancaman lingkungan. Department of Conservation menjelaskan bahwa kerusakan habitat dan pemangsaan oleh hewan asing menjadi penyebab utama berkurangnya persebaran spesies ini. Akibatnya, wētāpunga kini hanya bertahan di Little Barrier Island.

Upaya perlindungan juga dilakukan terhadap berbagai jenis giant weta lainnya. Department of Conservation menyebut sebagian besar spesies giant weta kini terbatas pada pulau lepas pantai atau kawasan perlindungan karena menghadapi tekanan dari mamalia pendatang seperti tikus dan cerpelai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan serangga berukuran besar ini sangat berkaitan dengan perlindungan habitatnya.

Giant weta memperlihatkan bahwa ukuran ekstrem juga dapat ditemukan pada kelompok serangga. Rekor bobot 71 gram, panjang hingga 11 sentimeter, serta kehidupan yang terbatas di habitat tertentu membuat wētāpunga menjadi salah satu serangga unik. Keberadaannya memperlihatkan bagaimana perubahan habitat dan masuknya predator asing dapat memengaruhi kelangsungan spesies endemik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article