Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Gould's Inca, Kolibri Eksotis dari Lereng Pegunungan Andes
burung coeligena inca (inaturalist.org/Joao Quental)
  • Gould's Inca adalah kolibri berwarna hijau gelap dengan aksen putih dan jingga kemerahan, serta paruh panjang lurus untuk menjangkau nektar bunga.
  • Spesies ini menghuni hutan montana lembap di lereng timur Andes, dari Peru tenggara hingga Bolivia tengah, pada ketinggian sekitar 1.600–3.200 meter.
  • Gould's Inca mencari nektar melalui rute berulang, juga memakan serangga, kini diakui sebagai spesies tersendiri dengan dua subspesies dan berstatus Risiko Rendah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gould's Inca (Coeligena inca) merupakan salah satu burung kolibri yang hidup di kawasan Pegunungan Andes. Burung ini memiliki penampilan khas dengan tubuh bernuansa hijau gelap serta pola putih dan jingga kemerahan yang membuatnya mudah menarik perhatian. Habitatnya berada di lereng timur Andes, terutama di kawasan pegunungan Peru dan Bolivia.

Sebagai anggota keluarga Trochilidae, Gould's Inca memiliki tubuh kecil yang sesuai dengan karakteristik burung kolibri pada umumnya. Burung ini lebih sering ditemukan di hutan pegunungan yang lembap dengan vegetasi yang rapat dan banyak sumber bunga. Berikut lima fakta menarik Gould's Inca, kolibri eksotis dari lereng pegunungan Andes.

1. Memiliki pola warna yang kontras

burung coeligena inca (inaturalist.org/Jes Lefcourt)

Gould's Inca memiliki tubuh dengan bagian atas yang didominasi warna hijau, sementara kepalanya tampak lebih gelap dengan area hijau di sekitar pangkal paruh. BirdForum menyebutkan bahwa Terdapat pula bagian putih di belakang mata yang memberikan kontras pada wajahnya. Paruhnya panjang, lurus, dan berwarna hitam sehingga sesuai untuk menjangkau bunga dengan bentuk tertentu.

Bagian dada menjadi salah satu ciri yang paling menarik dari burung ini. Pada jantan, warna jingga kemerahan pada bagian atas dada membentuk pola seperti kerah yang cukup jelas, sedangkan betina memiliki pola yang sedikit berbeda. Ekor Gould's Inca juga memiliki bagian putih yang cukup mencolok pada ekor luarnya sehingga menambah kontras pada keseluruhan penampilannya.

2. Hidup di lereng timur pegunungan Andes

burung coeligena inca (inaturalist.org/Rodrigo ZM)

Wilayah persebaran Gould's Inca berada di sepanjang lereng timur Pegunungan Andes, mulai dari Peru bagian tenggara hingga Bolivia bagian tengah. Kawasan tersebut mencakup lingkungan pegunungan yang memiliki hutan lembap dengan kondisi vegetasi yang sesuai bagi burung kolibri. Dua subspesiesnya juga memiliki persebaran yang berbeda, yaitu Coeligena inca inca di Bolivia dan Coeligena inca omissa di Peru bagian tenggara.

Dilansir Birds of the World, Gould's Inca umumnya ditemukan di hutan montana yang lembap, terutama pada bagian bawah hutan hingga tajuk rendah. Spesies ini dapat hidup pada ketinggian sekitar 1.600 hingga 3.200 meter di atas permukaan laut. Lingkungan pegunungan dengan banyak tumbuhan berbunga menyediakan sumber makanan sekaligus tempat berlindung bagi burung kecil tersebut.

3. Memiliki kebiasaan mencari makan dengan rute tertentu

burung coeligena inca (inaturalist.org/Cameron de Jong)

Seperti sejumlah jenis kolibri lainnya, Gould's Inca memanfaatkan nektar sebagai sumber makanan penting. Dilansir Oiseaux.net, burung ini mengunjungi bunga-bunga yang menghasilkan nektar dan dapat menggunakan rute tertentu untuk mendatangi sumber makanan yang tersedia secara berulang. Kebiasaan tersebut dikenal sebagai traplining, yaitu pola mencari makan dengan mengunjungi sejumlah tanaman berbunga dalam suatu rangkaian.

Bentuk paruhnya yang panjang juga membantu Gould's Inca mengambil nektar dari bunga dengan mahkota berbentuk tabung. Selain nektar, burung ini juga dapat memakan serangga terbang yang memberikan tambahan sumber protein. Kombinasi makanan tersebut memungkinkan Gould's Inca memperoleh energi dari tumbuhan sekaligus nutrisi dari hewan kecil.

4. Pernah dianggap sebagai bagian dari spesies lain

burung coeligena inca (inaturalist.org/javatru)

Nama Gould's Inca berkaitan dengan sejarah klasifikasi burung ini. Avibase menyebutkan bahwa spesies tersebut pertama kali dideskripsikan oleh ahli burung Inggris John Gould pada tahun 1852. Dalam sejarah taksonominya, Gould's Inca pernah diperlakukan sebagai salah satu subspesies dari Collared Inca (Coeligena torquata).

Perubahan pandangan mengenai klasifikasinya kemudian membuat Gould's Inca diakui sebagai spesies tersendiri oleh sejumlah sistem klasifikasi burung modern. Perbedaan pola bulu menjadi salah satu karakter yang digunakan dalam pembahasan mengenai status taksonominya. Saat ini Birds of the World dan beberapa sumber taksonomi internasional mencatat Coeligena inca sebagai spesies dengan dua subspesies.

5. Termasuk burung yang menetap di wilayahnya

burung coeligena inca (inaturalist.org/Dean Lyons)

Gould's Inca tidak dikenal sebagai burung yang melakukan migrasi jarak jauh secara teratur. Spesies ini pada dasarnya merupakan burung menetap yang menghabiskan kehidupannya di kawasan pegunungan tempatnya hidup. Meskipun demikian, beberapa sumber mencatat kemungkinan adanya pergerakan musiman dalam jarak pendek.

Status konservasi Gould's Inca saat ini tercatat sebagai Least Concern atau Risiko Rendah. Persebarannya mencakup wilayah yang cukup luas di Peru dan Bolivia sehingga spesies ini belum termasuk burung yang berada dalam kategori terancam. Meski begitu, keberadaan hutan pegunungan yang menjadi habitatnya tetap penting untuk menjaga ketersediaan bunga, tempat berlindung, dan sumber makanan bagi populasi Gould's Inca.

Gould's Inca merupakan kolibri menarik yang memiliki kombinasi warna tubuh cukup kontras dan bentuk paruh khas untuk mengambil nektar dari bunga. Kehidupannya sangat berkaitan dengan hutan pegunungan di lereng timur Andes, terutama di Peru dan Bolivia. Dengan pola mencari makan yang khas dan sejarah klasifikasi yang cukup menarik, Gould's Inca menjadi salah satu penghuni unik kawasan pegunungan Amerika Selatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article