Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
terwelu semak (commons.wikimedia.org/flowcomm)
  • Terwelu semak hidup di semak, savana, hutan, kebun, dan area pertanian di Afrika Selatan serta Afrika Timur, terutama dataran tinggi 1.220–1.830 mdpl.
  • Mamalia nokturnal dan soliter ini mencari rumput, biji, akar, buah kecil, serta kulit kayu; penggalian tanahnya membantu aerasi dan ia menjadi mangsa predator.
  • Meski berstatus risiko rendah menurut IUCN, populasinya terus menurun akibat kerusakan habitat, perburuan liar, dan aktivitas manusia; ahli memperkirakan penurunan 20 persen dalam 100 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di daratan benua Afrika terdapat satu spesies mamalia yang hidup dengan cara melompat dan bersembunyi di semak-semak. Ia adalah terwelu semak (Lepus saxatilis) yang merupakan kerabat dekat dari kelinci. Terwelu semak punya tubuh berwarna cokelat atau abu-abu, kaki panjang, dan gerakan gesit.

Kehidupannya juga penuh dengan tantangan, entah soal suhu panas, kehadiran predator, atau ancaman akan kepunahan. Padahal, eksistensi terwelu semak cukup penting bagi keseimbangan ekosistem sehingga kehidupannya harus terus dijaga. Mau tahu gimana kehidupan hewan tersebut? Yuk, simak berbagai fakta ilmiah terwelu semak di bawah ini.

1. Tinggal di semak-semak dan dataran tinggi

terwelu semak (commons.wikimedia.org/flowcomm)

Seperti namanya, habitat utama terwelu semak adalah semak-semak dengan vegetasi rapat. Hewan ini sangat mudah ditemukan di padang rumput, savana, semak-semak, kebun, hutan, dan area pertanian. Di dalam semak, biasanya ia akan bersembunyi, berkamuflase, dan mencari makanan. Uniknya, ia tidak tinggal di dataran rendah, lho.

Laman Animal Diversity Web menjelaskan kalau habitat terwelu semak mencakup dataran tinggi yang ketinggiannya sekitar 1220-1830 mdpl. Karena itu, hewan ini makin aman dari ancaman predator dan gangguan manusia. Selain itu, penyebaran terwelu semak mencakup benua Afrika, khususnya di Afrika Selatan dan beberapa daerah di Afrika Timur.

2. Punya banyak peran bagi keseimbangan ekosistem

terwelu semak (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Terwelu semak bukanlah hewan sembarangan, pasalnya ia merupakan hewan yang memiliki peran besar bagi ekosistem. Laman iNaturalist menjelaskan kalau terwelu semak berperan dalam membantu proses aerasi tanah. Hal tersebut terjadi karena mamalia ini sering menggali dan membuat lubang di tanah. Selain itu, terwelu semak juga merupakan mangsa bagi berbagai predator sehingga ia membantu menstabilkan rantai makanan. Tak hanya itu, terwelu ini juga menjadi inang bagi beberapa serangga parasit.

3. Terwelu semak adalah hewan nokturnal yang hidup soliter

terwelu semak (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Dilansir Picture Nature, terwelu semak merupakan hewan nokturnal yang sangat aktif pada malam hari. Di siang hari, hewan ini akan menggali tanah dan berdiam diri di galian tersebut agar predator tak dapat mendeteksinya. Terwelu semak juga termasuk hewan soliter yang hidup menyendiri. Ia hanya akan berinteraksi dengan sesamanya saat musim kawin. Di malam hari, terwelu semak akan aktif mencari makan yang berupa rumput, biji-bijian, akar, dan buah-buahan kecil. Hewan ini juga sering memakan kulit kayu saat musim panas atau ketika pasokan makanan mulai menipis.

4. Usia maksimalnya terwelu semak hanya 7 tahun

terwelu semak (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Dilansir Animalia, terwelu semak merupakan spesies polygynous yang bisa kawin dengan banyak pasangan. Saat musim kawin, satu individu betina akan diperebutkan dan kawin dengan banyak jantan. Untuk mendapat hak kawin, individu jantan akan saling bertarung. Cara bertarungnya unik, yaitu dengan dengan tendangan kaki belakang. Terkadang, individu betina juga terluka akibat pertarungan tersebut.

Setelah kawin, individu betina akan hamil selama 42 hari dan mampu melahirkan higga tiga ekor bayi. Ketika lahir, bayi terwelu semak langsung memiliki bulu dan sudah bisa hidup mandiri. Usia hewan ini di alam liar sekitar 5 tahun. Namun, di penangkarangan usianya bisa lebih tinggi, yaitu sekitar 6 hingga 7 tahun.

5. Populasinya akan turun drastis dalam 100 tahun ke depan

terwelu semak (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Sebenarnya, terwelu semak bukan termasuk hewan yang terancam punah. Dilansir IUCN Red List, terwelu semak masuk ke kategori least concern atau risiko rendah. Artinya, spesies ini tidak memiliki risiko kepunahan dalam waktu dekat. Sayangnya, populasi terwelu semak terus menurun dan hal tersebut diakibatkan oleh kerusakan habitat, perburuan liar, dan aktivitas manusia. Saking menurunnya, para ahli berspekulasi kalau populasi terwelu semak akan menurun hingga 20 persen dalam kurun waktu 100 tahun ke depan.

Demikian pembahasan terkait fakta ilmiah terwelu semak, yaitu mamalia herbivor yang hidup di malam hari dan punya peran bagi alam. Terwelu semak juga tak hanya hidup, tetapi menjadi roda yang berputar dan terus menyokong kehidupan makhluk lain. Untuk itu, kabar penurunan populasinya sangat mengkhawatirkan karena bisa berepengaruh besar terhadap keseimbangan ekosistem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article