5 Fakta Istana Montaza, Kompleks Taman 150 Hektar di Kota Aleksandria

- Istana Montaza dibangun tahun 1892 oleh Khedive Abbas Helmy II sebagai tempat peristirahatan kerajaan di tepi Laut Mediterania, Aleksandria.
- Kompleks Montaza mencakup dua istana bergaya arsitektur berbeda—Salamlek dan Haramlek—serta taman seluas sekitar 150 hektar dengan ratusan jenis tanaman langka.
- Setelah Revolusi 1952, kompleks ini dikelola pemerintah; taman dibuka untuk publik, Istana Salamlek dijadikan hotel, sementara Haramlek tetap tertutup kecuali untuk tamu kenegaraan.
Ngomongin mesir, pasti sudah tahu tempat bersejarah seperti Piramida Giza dan Grand Egyptian Museum. Masih di Mesir, ternyata negara ini memiliki sebuah istana bersejarah di salah satu kotanya, lho. Istana Montaza adalah sebuah istana peninggalan suatu dinasti yang dibangun pada tahun 1892, berada di bagian timur Kota Aleksandria, tepatnya di tepi pantai Laut Mediterania.
Untuk mengetahui lebih lanjut soal istana yang satu ini, kali ini akan dibahas lima fakta unik yang dimiliki oleh Istana Montaza. Penasaran kan ada apa saja? Yuk simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
1. Awalnya dibangun sebagai tempat peristirahatan kerajaan

Dilansir dari laman Your Egypt Tours, pembangunan Istana Montaza pada 1892 awalnya sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan di Mesir. Proyek pembangunan ini awalnya direncanakan oleh Khedive Abbas Helmy II, yang merupakan penguasa terakhir dari Dinasti Muhammad Ali Pasha. Alasan utama pembangunannya adalah karena Khedive sangat suka keindahan dan suasana yang ada di lokasi tersebut.
Proses pembangunan ini jelas tidak langsung menghasilkan bangunan yang megah. Pondok berburu adalah tempat yang awalnya dibangun dalam kompleks kawasan istana ini dengan sangat sederhana.
2. Memiliki dua istana dengan arsitektur eklektik

Istana Montaza bukanlah sebuah bangunan tunggal, melainkan terdapat dua istana berbeda yang berdiri di kawasan yang sama. Istana Salamlek adalah istana pertama yang dibangun pada tahun 1892 dengan fungsi sebagai kediaman awal Khedive Abbas Helmy II. Melompat ke tahun 1932, baru dibangun istana kedua yang jauh lebih besar bernama Istana Haramlek yang dibangun oleh Raja Fuad I. Hal ini juga dijelaskan pada laman CSA Reviving Community yang membahas Istana Montaza.
Secara visual dan arsitektur bangunan, kedua istana ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Pada Istana Salamlek, Khedive menggunakan arsitektur Austria-Alpen yang dikombinasikan dengan gaya lokal, sedangkan Raja Fuad I menerapkan arsitektur Florentine-Italia pada Istana Haramlek.
3. Taman luas sekitar 150 hektar

Mungkin kamu akan bertanya-tanya mengapa kompleks ini dinamakan Istana Montaza sedangkan di dalamnya terdapat dua istana berbeda? Jawabannya adalah karena Istana Montaza merujuk kepada seluruh kompleks taman dengan luas sekitar 150 hektar, yang di dalamnya sudah terdapat kedua istana tersebut dan beberapa bangunan lainnya. Taman raksasa di kawasan ini jelas digunakan dengan baik, dengan ditanami banyak sekali ratusan jenis tumbuhan yang berbeda. Dilansir dari laman Egypt Uncovered menjelaskan bahwa taman mawar di area istana ini adalah yang terbesar, dengan luas 20 hektar.
Berbagai jenis tanaman langka didatangkan dari luar negeri untuk menghiasi kompleks istana ini. Keberadaan vegetasi yang rindang ini membuat Istana Montaza menjadi salah satu tempat paling sejuk di tengah hiruk-pikuk Kota Aleksandria.
4. Perubahan fungsi menjadi hotel dan area untuk publik

Istana Montaza adalah saksi bisu fenomena kekuasaan Raja Farouk yang tumbang pada pertengahan abad ke-20 dengan adanya puncak Revolusi Juli 1952. Saat itu Raja Farouk memiliki kekuasaan penuh atas Istana Montaza. Karena turunnya sang raja dari politik, hak eksklusif tersebut hilang seketika.
Siapa yang mengelola Istana Montaza setelah tumbangnya Raja Farouk? Jelas langsung dikelola oleh pemerintahan republik. Seiring berjalannya waktu, pemerintah membuka ruang taman untuk publik bisa masuk. Di sisi lain, Istana Salamlek diubah menjadi sebuah hotel berbintang. Bagaimana dengan Istana Haramlek? Istana ini tidak dibuka untuk publik, namun sesekali pernah ditinggali oleh presiden.
5. Memiliki menara jam peninggalan sejarah

Bukti kesuksesan pemerintahan Raja Farouk yang diterapkan pada Istana Montaza adalah dibangun Menara Jam Kerajaan (The Royal Automaton Clock Tower). Jam ini bukan hanya sekadar memiliki fungsi seperti jam umumnya yang memberikan petunjuk arah waktu, melainkan simbol kemewahan teknologi pada zamannya.
Untuk gambarannya, menara jam ini mungkin cukup mirip dengan jam dinding kuno yang ada di Eropa untuk mekanisme kerjanya. Setiap waktu berganti jam, pintu kecil pada bagian atas akan terbuka secara otomatis, biasanya ini juga sering kita lihat di banyak scene kartun atau animasi.
Itu dia lima fakta unik yang dimiliki oleh Istana Montaza. Mulai dari awalnya dibangun sebagai tempat tinggal kerajaan hingga memiliki menara jam yang menjadi bukti kemewahan teknologi. Semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan baru untuk banyak orang.


















