Anak kangkok Erasia berusaha menguasai sarang (commons.wikimedia.org/Anderson MG, Moskát C, Bán M, Grim T, Cassey P, Hauber ME )
Strategi licik kangkok Erasia tidak berhenti pada induknya saja. Setelah telur menetas kurang lebih 12 hari, drama di dalam justru baru dimulai. Setelah menetas, anak kangkok Erasia segera mengambil alih sarang. Dalam beberapa hari pertama kehidupannya, ia akan secara naluriah mendorong telur atau anak burung asli milik inang keluar dari sarang. Perilaku ini memang terdengar kejam, tetapi tindakan tersebut digunakan untuk meningkatkan peluangnya mendapatkan seluruh perhatian dan suplai makanan dari induk angkatnya.
Mengejutkannya lagi, induk burung inang sering kali tidak menyadari bahwa mereka sedang membesarkan seekor penyusup. Padahal, seiring pertumbuhannya, anak kangkok Erasia biasanya memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan induk angkatnya sendiri.
Lalu, mengapa sang induk tidak curiga? Jawabannya terletak pada kemampuan adaptasi anak kangkok Erasia. Ia mampu meniru suara anak burung inang dalam satu sarang tersebut. Suara rengekannya terdengar seperti paduan beberapa anak burung yang kelaparan, sehingga memicu naluri induk angkat untuk terus memberinya makan.
Itulah lima fakta menarik tentang kangkok Erasia, si burung parasit sarang yang terkenal licik. Di balik strategi yang terkesan kejam, semua perilaku tersebut menunjukkan bagaimana strategi beradaptasi di alam liar. Setiap perilakunya mungkin tampak kejam dari sudut pandang manusia, tetapi semua itu adalah hasil seleksi alam demi memastikan kelangsungan hidup spesiesnya.