Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Katedral Monako, Gereja Ikonik dan Bersejarah di Monako
potret Katedral St. Maria Imakulata, Monako, gereja ikonik di Monako (commons.wikimedia.org/Niels Mickers)
  • Katedral Monako menjadi pusat keuskupan agung langsung di bawah Vatikan dan baru-baru ini dikunjungi Paus Leo XIV dalam kunjungan apostolik bersejarah setelah hampir lima abad.
  • Bangunan katedral berarsitektur Romanesque-Byzantine ini berdiri di lokasi kapel abad ke-13, dibangun ulang pada 1875, dan selesai pada 1903 dengan batu kapur putih khas La Turbie.
  • Katedral ini menyimpan karya seni bernilai tinggi, organ modern dengan 7.000 pipa, serta menjadi tempat pemakaman keluarga kerajaan Dinasti Grimaldi selama ratusan tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Katedral St. Maria Imakulata, Monako atau yang lebih dikenal dengan nama Katedral Monako adalah sebuah gereja Katolik Roma tempat kedudukan Uskup Agung Monako. Meskipun wilayahnya tak terlalu luas, Keuskupan Agung Monako berada langsung di bawah Takhta Suci Vatikan dan tidak sebagai sufragan dari provinsi gerejawi lain. Katedral Monako didedikasikan untuk menghormati St. Perawan Maria, Ibunda Yesus Kristus.

Seiring perjalanan waktu gereja katedral ini merupakan suatu bukti dari warisan kekayaan spiritual dan budaya negara Monako itu sendiri. Sebagaimana diketahui, Monako adalah sebuah negara kota (city state) berdaulat terkecil kedua setelah Vatikan dan merupakan negara Eropa yang menjadikan Kekatolikan sebagai agama resmi negara dengan 80%-an warga negaranya menganut Katolik.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai gereja yang jejak sejarahnya dapat ditelusuri hingga abad ke-13 ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Menjadi tempat pertemuan Paus Leo XIV dengan komunitas Katolik Monako

potret Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi gereja Katolik sedunia dan kepala negara Vatikan (commons.wikimedia.org/Edgar Beltrán)

Pada hari Sabtu (28/3/2026) waktu setempat, pimpinan tertinggi gereja Katolik sedunia sekaligus kepala negara Vatikan, Paus Leo XIV mengunjungi negara Kepangeranan (principality) Monako. Dilansir Theguardian, Ini adalah kunjungan pertama Paus di era modern sejak sekitar 488 tahun yang lalu setelah kunjungan terakhir Paus Paulus III ke Monako pada tahun 1538. Kunjungan Paus Leo XIV tersebut juga merupakan perjalanan Apostolik pertamanya di wilayah Eropa.

Laman berita resmi Vatikan, Vatican News memberitakan, Paus Leo XIV terbang menggunakan helikopter Kepausan dari Vatican heliport. Dalam kunjungan singkatnya sekitar kurang dari 9 jam di Monako, setelah kunjungan kehormatan kepada Pangeran Albert II dari Monako di Istana Pangeran, Paus Leo XIV bertemu dengan komunitas Katolik di Katedral Monako sebelum merayakan Misa Kudus di Stadion Louis II. Dalam pertemuannya dengan komunitas Katolik tersebut, Paus Leo XIV mengajak umat untuk memperbarui iman yang mampu mengatasi sekularisme serta mewartakan Injil dengan kreativitas dan keyakinan.

2. Jejak sejarah katedral ini dapat ditelusuri hingga abad ke-13

potret interior Katedral Monako yang megah (commons.wikimedia.org/Joseolgon)

Katedral Monako adalah katedral bersejarah yang jejaknya dapat ditelusuri jauh ke belakang hingga abad ke-13. Menurut laman Hello Monaco, pembangunan katedral ini berawal dari izin yang diberikan oleh Paus Innocent IV pada tahun 1247 untuk membangun kapel yang terletak di dalam Kastil Monako. Pembangunan Kapel tersebut dimulai pada tahun 1252 dan seiring waktu terus diperbesar dan diperindah. Pada tahun 1322 diputuskan untuk mendedikasikan kapel tersebut untuk menghormati St. Nikolas pelindung para pelaut mengingat di masa lalu, bidang pelayaran merupakan hal yang sangat penting di Monako.

Kapel St. Nikolas dari abad ke-13 tersebut melayani kebutuhan spritual warga Monako selama berabad-abad hingga pada abad ke-19 dibutuhkan tempat ibadah yang lebih besar dan modern serta layak untuk perannya sebagai katedral. Pada tahun 1874 kapel St. Nicolas dibongkar dan pada tahun 1875 mulai dibangun gereja katedral baru tepat di lokasi pertama kapel St. Nicolas dibangun. Katedral baru tersebut dibangun dengan gaya arsitektur Romanesque-Byzantine oleh arsitek Charles Lenormand dengan material batu kapur putih yang ditambang dari wilayah La Turbie, Prancis. Katedral selesai dibangun pada tahun 1903 dan diresmikan pada bulan Juni 1911.

3. Memiliki karya seni artistik bernilai tinggi

potret karya seni altarpiece St. Nicolas dari abad ke- 16 karya seniman Renaisans Italia Ludovico Brea di Katedral Monaco (commons.wikimedia.org/Roger Culos)

Selain fasadnya yang artistik serta berwarna putih memesona karena dibangun dengan material batu kapur putih (white stone) yang terkenal tahan cuaca dan memberikan tampilan visual warna putih cemerlang, utamanya setelah diguyur hujan, interior Katedral Monako juga dihiasi oleh sejumlah masterpiece karya seni artistik bernilai tinggi berupa lukisan, karya pahatan hingga detail finishing arsitektur interiornya sendiri. Menurut laman finestre Sull Arte (Windows on Art), terdapat sejumlah karya seni bernilai tinggi di dalam Katedral Monako, seperti altar utama dan kursi Uskup (cathedra) yang dipahat dari marmer Carrara.

Terdapat pula lukisan panel altar (altarpiece) yang didedikasikan untuk. St. Nikolas, yang dibuat pada tahun 1500 oleh seniman lukis Renaisans asal Italia, Ludovico Brea, yang terdiri atas 18 bagian dan merupakan bukti fundamental warisan seni Mediterania pada masa Renaisans. Kemudian terdapat jendela kaca patri (stained glass window) bergaya Romanesque-Byzantine dari abad ke-19 yang menggambarkan kisah Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

4. Memiliki instrumen pipe organ ikonik

potret instrumen pipe organ Katedral Monako dengan panel plexiglassnya yang ikonik (commons.wikimedia.org/Abxbay)

Salah satu fitur paling ikonik di katedral ini adalah instrumen musik pipe organnya. Menurut laman International Journal for Organ, Harpsichord, Carillon, and Church Music, organ di Katedral Monako adalah organ modern yang selesai dibuat pada tahun 2011 dengan sekitar 7.000 pipa oleh perusahaan pembuat organ kenamaan dari Belgia: Manufacture d'Orgues Thomas SPRL. Organ modern baru tersebut dibangun dari bagian-bagian organ lamanya yang telah dipasang di katedral tersebut pada tahun 1976 silam.

Menurut laman Hello Monaco, meski organ baru tersebut menggunakan sebagian pipa organ lama yang kemudian direstorasi namun rangka frame, konsol, transmisi dan sistem elektronik semuanya baru. Yang sangat menarik, perusahaan pembuat organ Thomas tersebut menciptakan fasad kontemporer dengan menampilkan lembaran panel tipis plexiglass yang dapat diterangi cahaya dari dalam untuk memberikan tampilan visual yang berwarna-warni dan dinamis yang sinkron dengan musiknya, terutama selama konser.

5. Tempat pemakaman Dinasti Grimaldi

potret makam tokoh monarki Kepangeranan Monako di dalam Katedral Monako (commons.wikimedia.org/Joseolgon)

Selain fungsinya sebagai tempat peribadatan, Katedral Monako ini menjadi tempat sejumlah upacara penting Kepangeranan seperti pernikahan, upacara peringatan hari nasional negara dan yang terpenting adalah tempat peristirahatan terakhir atau pemakaman keluarga Kepangeranan Dinasti Grimaldi (Grimaldi family). Dinasti Grimaldi telah berkuasa di Monako selama sekitar 700-an tahun dari Francois Grimaldi, penguasa pertama Monako di abad 13 hingga Pangeran Albert II saat ini.

Menurut laman Monaco Royal Tombs, Katedral Monako masih melanjutkan tradisinya sebagai mausoleum utama keluarga kepangeranan. Di Katedral ini dimakamkan anggota Dinasti Grimaldi yang terkemuka seperti Pangeran Albert I (dimakamkan tahun 1922), Pangeran Louis II (dimakamkan tahun 1949), Putri Grace Monako (dimakamkan tahun 1982), Pangeran Rainier III (dimakamkan tahun 2005) dan terdapat pula makam untuk sejumlah generasi awal Dinasti Grimaldi di dalam katedral ini seperti Pangeran Honorius II (wafat tahun 1662) dan Pangeran Louis I (wafat tahun 1701) yang wafat sebelum bangunan katedral baru ini dibangun.

Jangan lewatkan untuk mengunjungi katedral megah dan bersejarah ini, jika nanti ada kesempatan untuk berwisata ke Monako, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team