Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Lembah Jiuzhaigou, Bukti Ketahanan Ekosistem Pasca-Gempa 2017

5 Fakta Lembah Jiuzhaigou, Bukti Ketahanan Ekosistem Pasca-Gempa 2017
Lembah Jiuzhaigou (commons.m.wikimedia.org/Jean-Marie Hullot)
Intinya Sih
  • Lembah Jiuzhaigou di Sichuan terbentuk dari aktivitas tektonik dan aliran air yang menciptakan formasi karst alpine, gua, serta danau jernih bernilai ilmiah tinggi.
  • Kawasan ini menjadi habitat penting bagi panda raksasa, takin Sichuan, dan monyet emas berhidung pesek, sekaligus laboratorium alam untuk pelestarian ekosistem pegunungan.
  • Setelah gempa 2017 yang memicu ribuan longsor, lingkungan Jiuzhaigou menunjukkan pemulihan alami berkat pemantauan ilmiah hingga kualitas habitatnya kembali mendekati kondisi semula.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lembah Jiuzhaigou terletak di bagian utara Provinsi Sichuan, China, tepatnya di zona transisi antara Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dan Cekungan Sichuan. Kawasan seluas 72 ribu hektare ini berada di rangkaian Pegunungan Minshan dengan titik ketinggian yang mencapai lebih dari 4.700 meter di atas permukaan laut.

Wilayah ini menyimpan berbagai bukti proses alam purba, termasuk formasi karst alpine dan sisa-sisa glasial dari periode kuarter yang menjadi objek penelitian ilmiah. Yuk, simak fakta lain dari Lembah Jiuzhaigou di bawah ini!

1. Lembah terbentuk dari pergerakan lempeng bumi dan aliran air

Lembah Jiuzhaigou
Lembah Jiuzhaigou (commons.m.wikimedia.org/Chensiyuan)

Lembah Jiuzhaigou terbentuk melalui proses geologis yang rumit di titik temu lempeng tektonik Qinghai-Tibet dan Yangtze. Aktivitas alam seperti pergerakan kerak bumi dan aliran air menciptakan pemandangan karst alpine yang didominasi oleh batuan karbonat seperti dolomit dan tufa.

Proses ini menghasilkan teras kapur, gua, serta danau-danau dengan air yang sangat jernih akibat pengendapan kalsium karbonat yang cepat. Fenomena ini menjadikan lembah tersebut sebagai lokasi penelitian penting untuk memahami sistem air di pegunungan tinggi.

2. Tempat tinggal bagi berbagai hewan dan tumbuhan langka

Lembah Jiuzhaigou
Lembah Jiuzhaigou (commons.m.wikimedia.org/chensiyuan)

Kawasan ini memiliki ekosistem hutan yang beragam, mulai dari hutan primer konifer hingga hutan campuran di berbagai ketinggian. Lembah Jiuzhaigou merupakan habitat penting bagi hewan yang terancam punah, seperti panda raksasa, takin Sichuan, dan monyet emas berhidung pesek.

Selain menampung ratusan jenis burung dan ribuan jenis tumbuhan, hutan tua di lembah ini juga melindungi spesies asli yang langka, sehingga berperan sebagai laboratorium alam untuk studi pelestarian lingkungan.

3. Dampak gempa bumi tahun 2017 terhadap kondisi alam

Lembah Jiuzhaigou
Lembah Jiuzhaigou (commons.m.wikimedia.org/EditQ)

Pada 8 Agustus 2017, gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter mengguncang wilayah ini. Bencana tersebut memicu sekitar 1.780 titik longsor serta merusak beberapa struktur alam seperti Air Terjun Nuorilang dan Danau Huohua.

Meski mengalami kerusakan fisik, lingkungan di lembah ini menunjukkan kemampuan untuk pulih secara alami. Melalui upaya pemantauan ilmiah, kualitas habitat di sana kini mulai kembali mendekati kondisi semula.

4. Asal mula nama lembah yang diambil dari desa warga Tibet

Lembah Jiuzhaigou
Lembah Jiuzhaigou (commons.m.wikimedia.org/Jean-Marie Hullot)

Nama Jiuzhaigou berasal dari bahasa Mandarin yang berarti "Lembah Sembilan Desa". Nama ini merujuk pada sembilan pemukiman etnis Tibet yang telah menghuni wilayah pegunungan terpencil ini selama berabad-abad bersama masyarakat Qiang. Saat ini, tujuh dari desa tersebut masih ada dan tetap mempertahankan jejak kebudayaan asli mereka.

5. Keberadaan hutan alami dan sisa-sisa zaman es

Lembah Jiuzhaigou
Lembah Jiuzhaigou (commons.m.wikimedia.org/ming1967)

Lembah Jiuzhaigou menjaga ekosistem hutan primer yang tumbuh berdasarkan tingkat ketinggian, mulai dari 2.000 hingga lebih dari 4.500 meter. Hutan-hutan ini berfungsi mendukung siklus air alami di seluruh area lembah. Selain itu, ditemukan pula sisa-sisa glasial kuarter yang menjadi bukti ilmiah adanya proses pembekuan di masa lampau.

Lembah Jiuzhaigou menyajikan perpaduan antara fenomena geologi, kekayaan hayati, dan sejarah masyarakat lokal yang telah bertahan selama berabad-abad. Perpaduan unsur alam dan sejarah ini menjadikan Jiuzhaigou sebagai lokasi penting yang memberikan banyak perspektif mengenai perkembangan wilayah pegunungan di China.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More