5 Fakta Marwari, Kuda yang Dapat Bertahan di Iklim Gurun Keras

Kuda marwari mendapatkan namanya dari wilayah bersejarah yakni Marwar di Rajastan, India. Di daerah pedesaan Rajasthan, marwari sering dilatih menari untuk mengisi acara pernikahan dan berbagai festival sepanjang tahun, jelas Horsebreedspictures. Kuda Marwari disinyalir merupakan hasil kawin silang antara kuda arab dan kuda poni india.
Sejak dulu, kuda marwari diandalkan karena kesetiaannya di medan perang. Nama marwari juga terkait dengan Rathores, klan prajurit Rajput sekitar abad 12. Marwari dikenali karena telinganya yang melengkung ke dalam. Marwari tersebar di Barmer, Bagar, Gudha, Jasol, Sindhari, Bakhsar dan Sanchor Tehsil.
Sebenarnya banyak fakta menarik dari kuda marwari. Mari kuak lebih jauh melalui artikel ini ya.
1.Sejarah kuda marwari

Dilansir Madbarn, berdasarkan bukti arkeologis mengungkap bahwa kuda marwari dibiakkan oleh orang-orang di dinasti Rathore sebagai kuda perang. Ribuan tahun kemudian, kuda marwari memang dibiakkan oleh klan Rathore di era dinasti Rajput India yang memerintah Marwar dari abad 13 hingga 20.
Klan Rathores menggunakan kuda marwari untuk mengangkut barang dan orang untuk melewati gurun yang menantang. Beberapa kuda marwari dilatih untuk tampil dalam upacara bagi kelas penguasa. Saat Inggris menguasai India, populasi kuda marwari menurun secara signifikan. Pertengahan abad 20, keluarga terkemuka di India turun tangan agar marwari tidak punah.
2.Karakteristik fisik

Melansir Fei.org, kuda marwari mempunyai telinga melengkung yang dapat berputar 180 derajat dan saling bersentuhan di ujungnya. Bahunya panjang dan lebar membantunya memudahkan berjalan di pasir gurun yang dalam. Punggungnya berukuran sedang, pahanya bulat dan berotot, diberkahi kaki yang kuat dan kokoh dan leher yang tipis.
Baik kuda jantan maupun betina memiliki berat sekitar 400 kg dan tinggi rata-ratanya hingga 61 inci. Kuda marwari hadir dalam berbagai macam warna seperti coklat tua dan muda, dun, abu-abu, blue roan, palomino, skewbald dll. Mata marwari berbentuk bulat dan berjauhan dan lubang hidungnya tampak melebar.
3.Dapat bertahan di iklim gurun yang keras

Dilansir Webmd, Kaki yang kuat dan kokoh dari marwari membuatnya mampu bertahan melewati iklim gurun yang keras dan perjalanan jarak jauh di gurun. Kulitnya yang tipis memungkinkannya beradaptasi dengan baik melawan rasa haus dan panas. Kemiringan kecil pada tulang bahunya membantunya berjalan di pasir yang dalam.
4.Tips untuk merawat kuda marwari

Kuda Marwari dikenal karena kecepatan dan staminanya dan dapat berjalan cepat dengan empat ketukan dan dapat berlari hingga 40 km/jam. Perawatan tambahan seperti merapikan bulu karena kulitnya sangat tipis untuk menghadapi musim semi dan panas. Hal tersebut juga dilakukan untuk memberikan perlindungan dari gigitan serangga.
Lakukan setiap 6-12 bulan mengecek kesehatan gigi marwari dengan meminta dokter gigi untuk memeriksa dan memasang gigi untuk memastikan agar si kuda dapat mengunyah dan mencerna makanan dengan optimal. Paling penting, pastikan melakukan vaksinasi sesuai rekomendasi doket hewan agar menjaga kuda dari penyakit menular.
5.Masalah kesehatan dari kuda marwari

Lantaran memiliki kulit tipis sehingga rentan iritasi kulit dan gigitan serangga. Perkawinan sedarah marwari yakni kuda-kuda yang masih memiliki kekerabatan dekat. Perkawinan sedarah ini memicu turunnya kesuburan dan mudahnya terkena berbagai penyakit. Penyakit lain yang dapat ditimpa Marwari seperti lamintis, kolik dan masalah pernapasan.
Ras ini terbukti kuat dibuktikan dapat bertahan hidup dengan sedikit makanan. Kuda marwari memiliki pendengaran luar biasa di mana marwari mampu mengenal suara dari jarak yang jauh dibandingkan ras kuda lainnya.




![[QUIZ] Dari Meteorit yang Kamu Temukan, Ini Caramu Menemukan Inspirasi](https://image.idntimes.com/post/20220213/meteorite-g4893e15cd-1280-7cd3bfc071f2f4899b3ace474a536c65-dc87ee0c995c7202954636f23dba81cc.jpg)













