Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Masherbrum, Gunung Ikonik Pakistan Berjuluk Queen of Peaks
Gunung Masherbrum yang terletak di wilayah Gilgit Baltistan, Pakistan memiliki ketinggian 7.821 mdpl (commons.wikimedia.org/Nasr Rahman)
  • Gunung Masherbrum di Gilgit Baltistan, Pakistan, menjulang 7.821 mdpl dan dikenal sebagai K1, puncak pertama yang dikatalogkan dalam Survei Trigonometri Besar oleh Inggris tahun 1856.
  • Masherbrum termasuk gunung paling sulit didaki dengan hanya empat ekspedisi sukses; sisi timur lautnya dijuluki dinding tersulit dunia karena longsoran salju dan bebatuan ekstrem.
  • Waktu terbaik mendaki antara Juni–Agustus saat cuaca relatif stabil; desa Hushe menjadi titik awal pendakian dengan panorama alam serta keanekaragaman flora-fauna khas pegunungan tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gunung Masherbrum adalah salah satu gunung ikonik yang terletak di wilayah admisnistratif Gilgit Baltistan, Pakistan. Wilayah Gilgit Baltisan sendiri merupakan wilayah yang terkenal di Pakistan karena lanskap panoramanya yang menakjubkan, dengan puncak-puncak gunung bersalju yang tinggi karena wilayah tersebut dilintasi jalur pegunungan terkenal Karakoram (Karakoram mountain range), danau-danau dengan air sebening kristal dan lembah hijaunya yang subur.

Masherbrum menjulang setinggi 7.821 mdpl yang menjadikannya sebagai gunung tertinggi ke-22 di dunia dan gunung tertinggi ke-9 di Pakistan. Menurut laman Summit Post, meskipun asal usul nama Masherbrum masih diperdebatkan namun arti nama populernya kemungkinan berasal dari bahasa lokal Balti yang terjemahan bebasnya adalah "Queen of Peaks" atau "Ratu Puncak". Gunung ini merupakan salah satu gunung yang terkenal di kalangan pendaki gunung (mountaineers) kelas dunia karena teknis pendakiannya yang sulit.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai salah satu gunung yang paling sulit didaki di dunia ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Gunung yang dikenal dengan kode penamaan K1

Gunung Masherbrum adalah gunung yang dikenal dengan kode penamaan K1 atau Karakoram-1. Dilansir laman Mountain Field Guide, penamaan Masherbrum sebagai K1 menandainya sebagai entri perdana dalam katalogisasi sistematis puncak-puncak gunung yang tersebar di wilayah pegunungan Karakoram tersebut. Survei katalogisasi puncak-puncak gunung Karakoram tersebut bernama Survei Trigonometri Besar yang dilakukan oleh Inggris pada tahun 1856.

Selama Survei Trigonometri Besar tersebut, para surveyor Inggris secara metodis memetakan gunung-gunung tinggi yang berada di lokasi terpencil tersebut dengan memberikan nomer kode K (untuk Karakoram) saat mereka mengidentifikasi setiap puncak gunungnya. Meskipun Gunung K2 (8.611 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi ke-2 di dunia setelah Gunung Everest (8.849 mdpl) meraih ketenaran global di wilayah tersebut dibandingkan dengan Gunung Masherbrum (K1), namun Gunung Masherbrum secara tradisi masih memegang predikat sebagai yang pertama di antara puncak-puncak Karakoram tersebut.

2. Gunung yang sulit dan berbahaya untuk didaki

Gunung Masherbrum di kejauhan, dilihat dari Lembah Surmo, Gilgit Baltistan (commons.wikimedia.org/Mautabar)

Meskipun tak termasuk dalam kelompok gunung ikonik fourteen of eight thousanders atau kelompok 14 gunung tertinggi di dunia yang memiliki ketinggian di atas 8.000 mdpl, namun Gunung Masherbrum dianggap sebagai salah satu gunung berbahaya dan paling sulit untuk didaki secara teknis. Menurut laman Explorers Web hanya terdapat 4 ekspedisi dengan total sekitar 15 hingga 20 orang pendaki yang berhasil menggapai puncak Gunung Masherbrum ini.

Upaya pendakian pertama dilakukan oleh tim ekspedisi Amerika pada tahun 1938, namun baru pada tahun 1960 gunung tersebut berhasil didaki hingga puncak oleh George Irving bell dan Willie Unsoeld, anggota ekspedisi Amerika-Pakistan melalui sisi tenggara. Hingga saat ini belum ada seorang pun yang berhasil mendaki Masherbrum dari sisi timur lautnya (northeast face). Northeast face Gunung Masherbrum dikenal sebagai "dinding besar" tersulit di dunia karena konstannya longsoran salju (avalanche) dan runtuhan bebatuan. Masherbrum northeast face merupakan salah satu masalah terbesar yang belum terpecahkan dalam pendakian modern.

3. Waktu pendakian terbaik

potret jalur pendakian Gunung Masherbrum (commons.wikimedia.org/Tariqsulemani)

Meskipun Gunung Masherbrum memiliki bahaya yang ekstrem untuk setiap upaya pendakiannya namun menurut laman Karakoram Adventure, terdapat waktu terbaik untuk mendaki gunung ini yakni pada periode musim panasnya di bulan Juni hingga Agustus ketika cuaca relatif stabil. Bulan-bulan pada musim panas tersebut relatif memiliki langit cerah, siang hari yang lebih panjang dan suhu yang relatif sedikit lebih bersahabat untuk perkemahan di basecamp dan pendakian menuju puncak.

Meskipun cuaca diprediksi lebih bersahabat di musim panas namun terkadang cuaca di gunung tersebut tak dapat diprediksi dan dapat berubah dengan cepat. Ancaman suhu dingin hingga minus 30 derajat Celcius dapat menerpa para pendaki yang mencoba menggapai puncak Masherbrum. Selain itu, ancaman lainnya terhadap keselamatan pendaki berasal dari konstannya longsoran salju (avalanche), longsoran bebatuan hingga teriknya matahari di musim panas yang dapat membuat lapisan es yang menjadi tempat pijakan menjadi tak stabil utamanya di medan yang curam.

4. Memiliki desa terkenal bernama Hushe di kaki gunungnya

potret panorama Gunung Masherbrum dilihat dari desa Hushe (commons.wikimedia.org/Zafaryaab)

Terdapat salah satu desa terkenal yang merupakan desa berpenduduk terakhir sebelum menuju basecamp pendakian Gunung Masherbrum, desa tersebut bernama Hushe. Desa Hushe merupakan desa terpencil yang berada di ketinggian cukup tinggi untuk sebuah desa berpenduduk yakni sekitar 3.050 hingga 3.600 mdpl yang berfungsi sebagai tempat transit utama para pendaki untuk ekspedisi ke puncak Karakoram seperti Masherbrum, puncak Baltistan (K6/7.282 mdpl), dan Laila peak (6.096 mdpl).

Laman Beyond the Valley Adventure melansir begitu para pendaki mencapai Desa Hushe yang tenang, vibes kehadiran Masherbrum yang megah langsung dapat dirasakan. Desa tersebut menyiapkan sebuah "panggung" untuk perjalanan yang luar biasa. Pendaki dapat menjelajahi desa tersebut untuk mengamati kehidupan sehari-hari penduduk setempat dan terlibat dengan adat istiadat dan kekayaan budaya mereka. Perjalanan ke basecamp Masherbrum dimulai darl Lembah Hushe yang berkelok-kelok melalui ladang pertanian desa yang subur.

5. Kaki gunungnya kaya akan flora dan fauna

potret puncak Gunung Masherbrum (7.821 mdpl) dilihat dari sisi selatan gunung (commons.wikimedia.org/Moskenes)

Tak hanya salju dan bebatuan, kaki Gunung Masherbrum memiliki keragaman hayati dengan variasi flora dan fauna eksotiknya yang beradaptasi dengan lingkungan pegunungan tinggi yang keras. Sejumlah informasi menuliskan, lereng bagian bawah Gunung Masherbrum dipenuhi dengan tanaman hijau yang rimbun termasuk berbagai jenis semak dan padang rumput serta bunga liar seperti Edelweiss yang indah. Edelweiss dapat tumbuh subur di dataran tinggi yang berbatu.

Menurut laman Real Pakistan, sejumlah fauna juga dapat ditemui di kaki gunungnya seperti: kambing gunung himalaya/Himalayan Ibex (Capra sibirica), marmut himalaya, sejumlah spesies burung yang hidup di dataran tinggi dan hewan langka yang terancam punah: macan tutul salju. Selain itu dapat ditemui pula sejumlah spesies kelelawar pemakan serangga yang berhabitat di dataran tinggi yang dingin seperti: Gobi Big Brown Bat (Eptesicus gobiensis) dan Eastern Barbastelle (Barbastella darjelingensis)

Bagaimana apakah kamu tertantang untuk menjelajahi keindahan Gunung Masherbrum ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team